Rabu, 23 Juli 2014

"aku bisa merasakanmu"(나 널 느껴) PART 9


Na neol neukkyeo

Part 9

“ryeo jun-a,.” panggil chae jin. “aku ingin memberitahumu sesuatu” lanjutnya.

Ryeo jun menghentikan lanhgkahnya dan berbalik kembali,.

“sebenarnya,. Aku dan do hyun,.” Ucap chae jin ragu,.

“ada apa antara kamu dan do hyun,.???” Tanya rtyeo jun dengan ekspresi yang penuh dengan Tanya.

“aku dan do hyun hanya berteman, aku harap kamu jangan berfikiran yang lain-lain” ucap chae jin memberanikan diri.

Ryeo jun tersenyum lega dengan jawaban chae jin, dari jawaban itu ia bisa memahami bahwa chae jin tak mau kehilangan dirinya.*gomawo chae jin-a* batinnya.

SKIP

3 hari kemudian

Di salah satu ruangan rumah sakit han na terlihat berbaring lemah di atas sebuah kasur berwarna biru polos.

“han na-ya” panggil ryeo jun pelan

Han na hanya menoleh pelan kea rah ryeo jun yang tiba-tiba memasuki ruangannya.

“han na, aku kesini untuk,.” Ucap do hyun yang langsung di sela oleh ucapan hanna

“jika kamu ingin membicarakannya,lebih baik kamu keluar saja ,aku butuh istirahat,.” Jawab han na pelan

“ mungkin ini tak masuk akal, tapi aku menyukainya” aku ryeo jun tanpa ragu

“menyukainya? Kamu bilang kamu menyukainy? Perempuan yang baru saja kamu kenal,bagaimana dengan ku yang sudah sangat lama mengenalmu?” ucap han na dengan penuh kekuatan

“tidak,. Aku lebih dulu mengenalnya, “

Han na hanya menatap ryeo jun lemah, ia tak bisa berucap apa-apa lagi, terlihat dari ekspresi wajahnya kalau dia tidak mengerti maksud dari ucapan ryeo jun

“dia min na, sekarang kamu mengertikan?”

“maldo andwe(tidak mungkin”) ucap han na pelan.

“memang kedengarannya tidak mungkin, tapi memang begitulah kenyataannya.” Jelas ryeo jun.

Han na terdiam, ia sangat menyadari bahwa saingan terberatnya selama ini adalah si gadis kecil yang bernama min na. selama ini ia selalu mendekati ryeo jun karna ia yakin min na itu hanya akan menjadi kenangan masa kecil ryeo jun. tapi keyakinan itu tidak berlaku saat ini, karna min na sudah kembali.

“maafkan aku han na, aku tak bisa memberikan apa yang kamu mau, aku,.”

“sudahlah,. Aku ingin beristirahat”

“baiklah,. “ ucap ryeo jun sambil menundukkan kepala dan meninggalkan ruangan.

Saat meninggalkan ruangan ryeo jun berpapasan dengan direktur  shinwa high school yang tidak lain adalah nenek tiri han na.ryeo jun hanya menundukkan kepala hanya sekedar untuk menunjukkan rasa hormatnya.

“han na-ya.,.”

“halmoni (nenek),.” Jawab han na pelan

“apa kamu sudah lebih baik?”

“ne,.” jawabnya sembari tersenyum simpul, “ibu di mana?” lanjutnya

“dia masih menyiapkan makan malam untukmu”

“haaah,. Leganya” ucap han na

“ooh iya halmoni, aku dengar saat kecelakaan aku kehilangan banyak darah,?” Tanya han na

“hmm,. Memang benar, tapi syukurlah dia menyelamatkanmu”

“dia?? Siapa?” Tanya han na penasaran

“nenek kurang tau, sepertinya dia teman sekelasmu, namanya chae jin” jelasnya.

“chae jin,.” Ucap han na. bibirnya terasa kaku mengucapkan nama itu.

Sekarang ia merasa begitu shok, bagaimana ia bisa membenci seseorang yang telah menyelamatkan nyawanya, chae jin yang selama ini telah ia permalukan, chae jin yang selama ini selalu ia buat menderita, namun dialah yang menyelamatkannya dari kematian.

Tanpa sadar han na meneteskan airmatanya deras.*eottohke?” batinnya. Sambil mengusap airmatanya.

DI RUMAH RYEO JUN

“ayah,.bisakah aku berbicara sebentar” ucap ryeo jun pada ayahnya yang sedang duduk memandang ke arah laptop”.

“ekhmm,.” Suara deheman tuan kang yang berarti mengiyakan perkatan ryeo jun

“ayah,. Aku tak mau bertunangan” tegas ryeo jun

Tuan kang hanya menatap tajam ke arah anak tunggalnya itu

“ayah aku mohon,,. Aku tak mau bertunangan dengan han na”

“ryeo jun, kamu adalah anak tunggal, satu-satunya penerus perusahaan kita, bisakah kau bertindak lebih dewasa”  jelas tuan kang.

Ryeo jun menunduk mendengar perkataan ayahnya, ia seperti kehabisan kata-kata.

“ryeo jun-a, ini adalah sebuah janji yang sudah ayah buat dengan almarhum ayah han na, jadi ayah tidak bisa membatalkannya.”

“tapi kenapa harus aku ayah?, ayah menyuruhku untuk bertindak lebih dewasa, jadi beri aku kesempatan untuk memilih jalan hidupku sendiri” ucap ryeo jun dengan penuh keberanian.

“hmmm,. Baiklah, kau berani memilih berarti kau harus berani bertanggung jawab”

“maksud ayah?” timpal ryeo jun tidak mengerti

“kau sendiri yang harus membatalkan pertunangan ini di depan keluarga han na”

Ryeo jun tertegun mendengar perkataan ayahnya. Ia tak menyangka bahwa ayahnya memberikan tanggung jawab yang besar kepadanya, bagaimanapun caranya ia harus berani bertanggung jawab atas keinginannya.

“baiklah ayah,. Aku punya cara sendiri untuk menangani semua ini, dan aku harap ayah bisa memahaminya.” Ucap ryeo jun sambil menundukkan badan tanda hormat kepada ayahnya.

SKIP,.

Di taman.

“chae jin-a, bisakah kau membantuku” ucap ryeo jun sambil menatap dalam kea rah chae jin

“membantu apa?”

“eumm,. Aku,. Aku ingin mengenalkanmu pada keluargaku”

“mwo,.?? Bukankah ini terlalu cepat?” balas chae jin kaget.

“aku hanya ingin memperkenalkan perempuan yang aku suka”

“mwoyaa,., kamu ini ada-ada saja” balas chae jin dengan wajah yang memerah.

“chae jin-a dengarkan aku baik-baik” ucap ryeo jun sambil memegang kedua pundak chae jin. ”malam minggu nanti kau harus membawa ibumu kerumahku, “ ucap ryeo jun sambil memandang tanpa kedip kea rah chae jin,

“aah,. Ibuku,.? Untuk apa? Ibuku sedang  banyak pekerjaan di rumah, jika aku menyuruhnya akan mengahbiskan banyak uang kesini dari,.,”

“ssst,.,” ucap ryeo jun dengan telunjuk yang sudah menempel di bibir chae jin “aku mohon, jangan tolak aku kali ini saja,.” Ucap ryeo jun tulus.

Chae jin menghempaskan nafas pelan, ia tak bisa berbuat apa-apa lagi. Ia terlalu menyayangi lelaki tampan yang ada di depannya saat ini.

Ryeo jun tersenyum tulus kea rah chae jin dan dengan pelan ia mengelus-elus kepala chae jin

“chae jin-a, saranghae,.” Ucapnya lirih.

3 hari kemudian.

Malam itu ryeo jun terlihat panic di dalam kamarnya, malam yang ia tunggu-tunggu akhirnya datang menghampirinya. Ia bingung harus berkata apa di depan ibu han na, tapi dia yakin bahwa nyonya lee adalah wanita yang baik dan bisa memahami apa yang ia rasakan.

Ryeo jun segera bergegas menuruni anak tangga kamarnya satiu persatu karna suara nyonya kang yang tidak lain adalah ibunya tengah memanggilnya. Itu berarti bahwa han na dan ibunya telah datang.

“wassoyo,,.” Ucap nyonya kang menyambut kedatangan nyonya lee dan han na. kemudian nyonya kang mempersilahkan keduanya untuk duduk.

“maafkan kami, telah mengganggu waktu anda “ sambut tuan kang yang tidak lain adalah ayah ryeo jun

“aah,. Tidak apa-apa” jawab nyonya lee halus. “aah,. Ryeo jun-a, kau terlihat semakin tampan” lanjutnya saat melihat ryeo jun duduk di salah satu kursi

“terimakasih nyonya” jawab ryeo jun sambil menundukkan kepala.

SKIP.,

“ekhm,. “ suara deheman ryeo jun membuat semua orang menolehkan pandangan ke arahnya.

“nyonya lee,. Saya mengundang anda dan han na ke sini untuk membicarakan sesuatu tentang pertunangan saya dan han na,.” ucap ryeo jun dengan penuh keberanian.

“saya,.”

“biar aku yang berbicaraduluan” cegah han na sambil menataptajam ke arah ryeo jun

“eomma,. Tuan kang dan juga nyonya kang, aku ingin membatalkan pertunanganku dengan ryeo jun” ucap han na yang membuat seluruh isi ruangan itu tertegun.

“mungkin ini kedengarannya sangat aneh, tapi aku memiliki seorang yang aku sukai jadi,. Aku harap anda semua bisa mengerti,.” Ucap han na tanpa sedikitpun keraguan.

“han na-ya,.” Ucap ryeo jun lirih,.

“wae,. ? bukankah kau juga memiliki seorang yang kau sukai? Aku pun begitu” jawab han na sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya ke arah ryeo jun.

*ryeo jun-a, walaupun ini berat, tapi aku menyadari bahwa perasaan itu tidak bisa di paksakan, aku juga menyadari bahwa perasaanku padamu bukan cinta, itu semua hanya ambisiku untuk memilikimu, jadi sekarang aku tau bahwa aku memang blum menemukan orang yang benar-benar aku cintai* batin han na dalam hatinya sembari tersenyum ke arah ryeo jun.

“maafkan kami, tuan kang dan nyonya kang, saya sebagai ibu han na juga tidak bisa memaksakan perasaannya. Aku harap kalian bisa mengerti” ucap nyonya Lee memulai pembicaraan.

Ibu dan ayah ryeo jun membalasnya dengan senyuman tulus, mereka juga sangat bahagia dengan keputusan yang di ambil oleh anaknya. Karna mereka lebih ingin melihat ryeo jun yang dulu kembali lagi, ryeo jun yang sangat ceria,pemberani dan pintar bergaul akan kembali.

“ayah, ibu,. Aku juga mengundang seseorang untuk makan bersama kita, “ ucap ryeo jun

Seketika chae jin dan ibunya memasuki pintu dan ryeo jun mempersilahkannya untuk duduk.

“TLAANK,.”

Suara garpu yang di pegang nyonya Lee terjatuh ke piring yang ada di depannya,

“eonni,.” Ucapnya pelan saat melihat ibu chae jin menduduki kursi,.

“hye song-a,.” ucap ibu chae jin dengan dengan ekspresi yang begitu sangat terkejut,.

 

NEXT,..

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar