Na neol neukkyeo
Part 9
“ryeo jun-a,.”
panggil chae jin. “aku ingin memberitahumu sesuatu” lanjutnya.
Ryeo jun
menghentikan lanhgkahnya dan berbalik kembali,.
“sebenarnya,.
Aku dan do hyun,.” Ucap chae jin ragu,.
“ada apa antara
kamu dan do hyun,.???” Tanya rtyeo jun dengan ekspresi yang penuh dengan Tanya.
“aku dan do hyun
hanya berteman, aku harap kamu jangan berfikiran yang lain-lain” ucap chae jin
memberanikan diri.
Ryeo jun
tersenyum lega dengan jawaban chae jin, dari jawaban itu ia bisa memahami bahwa
chae jin tak mau kehilangan dirinya.*gomawo chae jin-a* batinnya.
SKIP
3 hari kemudian
Di salah satu
ruangan rumah sakit han na terlihat berbaring lemah di atas sebuah kasur
berwarna biru polos.
“han na-ya”
panggil ryeo jun pelan
Han na hanya
menoleh pelan kea rah ryeo jun yang tiba-tiba memasuki ruangannya.
“han na, aku
kesini untuk,.” Ucap do hyun yang langsung di sela oleh ucapan hanna
“jika kamu ingin
membicarakannya,lebih baik kamu keluar saja ,aku butuh istirahat,.” Jawab han
na pelan
“ mungkin ini
tak masuk akal, tapi aku menyukainya” aku ryeo jun tanpa ragu
“menyukainya?
Kamu bilang kamu menyukainy? Perempuan yang baru saja kamu kenal,bagaimana
dengan ku yang sudah sangat lama mengenalmu?” ucap han na dengan penuh kekuatan
“tidak,. Aku
lebih dulu mengenalnya, “
Han na hanya
menatap ryeo jun lemah, ia tak bisa berucap apa-apa lagi, terlihat dari
ekspresi wajahnya kalau dia tidak mengerti maksud dari ucapan ryeo jun
“dia min na,
sekarang kamu mengertikan?”
“maldo
andwe(tidak mungkin”) ucap han na pelan.
“memang
kedengarannya tidak mungkin, tapi memang begitulah kenyataannya.” Jelas ryeo
jun.
Han na terdiam,
ia sangat menyadari bahwa saingan terberatnya selama ini adalah si gadis kecil
yang bernama min na. selama ini ia selalu mendekati ryeo jun karna ia yakin min
na itu hanya akan menjadi kenangan masa kecil ryeo jun. tapi keyakinan itu
tidak berlaku saat ini, karna min na sudah kembali.
“maafkan aku han
na, aku tak bisa memberikan apa yang kamu mau, aku,.”
“sudahlah,. Aku
ingin beristirahat”
“baiklah,. “
ucap ryeo jun sambil menundukkan kepala dan meninggalkan ruangan.
Saat
meninggalkan ruangan ryeo jun berpapasan dengan direktur shinwa high school yang tidak lain adalah
nenek tiri han na.ryeo jun hanya menundukkan kepala hanya sekedar untuk
menunjukkan rasa hormatnya.
“han na-ya.,.”
“halmoni
(nenek),.” Jawab han na pelan
“apa kamu sudah
lebih baik?”
“ne,.” jawabnya
sembari tersenyum simpul, “ibu di mana?” lanjutnya
“dia masih
menyiapkan makan malam untukmu”
“haaah,.
Leganya” ucap han na
“ooh iya
halmoni, aku dengar saat kecelakaan aku kehilangan banyak darah,?” Tanya han na
“hmm,. Memang
benar, tapi syukurlah dia menyelamatkanmu”
“dia?? Siapa?”
Tanya han na penasaran
“nenek kurang
tau, sepertinya dia teman sekelasmu, namanya chae jin” jelasnya.
“chae jin,.”
Ucap han na. bibirnya terasa kaku mengucapkan nama itu.
Sekarang ia
merasa begitu shok, bagaimana ia bisa membenci seseorang yang telah
menyelamatkan nyawanya, chae jin yang selama ini telah ia permalukan, chae jin
yang selama ini selalu ia buat menderita, namun dialah yang menyelamatkannya
dari kematian.
Tanpa sadar han
na meneteskan airmatanya deras.*eottohke?” batinnya. Sambil mengusap
airmatanya.
DI RUMAH RYEO JUN
“ayah,.bisakah
aku berbicara sebentar” ucap ryeo jun pada ayahnya yang sedang duduk memandang
ke arah laptop”.
“ekhmm,.” Suara
deheman tuan kang yang berarti mengiyakan perkatan ryeo jun
“ayah,. Aku tak
mau bertunangan” tegas ryeo jun
Tuan kang hanya
menatap tajam ke arah anak tunggalnya itu
“ayah aku
mohon,,. Aku tak mau bertunangan dengan han na”
“ryeo jun, kamu
adalah anak tunggal, satu-satunya penerus perusahaan kita, bisakah kau
bertindak lebih dewasa” jelas tuan kang.
Ryeo jun
menunduk mendengar perkataan ayahnya, ia seperti kehabisan kata-kata.
“ryeo jun-a, ini
adalah sebuah janji yang sudah ayah buat dengan almarhum ayah han na, jadi ayah
tidak bisa membatalkannya.”
“tapi kenapa
harus aku ayah?, ayah menyuruhku untuk bertindak lebih dewasa, jadi beri aku
kesempatan untuk memilih jalan hidupku sendiri” ucap ryeo jun dengan penuh
keberanian.
“hmmm,. Baiklah,
kau berani memilih berarti kau harus berani bertanggung jawab”
“maksud ayah?”
timpal ryeo jun tidak mengerti
“kau sendiri
yang harus membatalkan pertunangan ini di depan keluarga han na”
Ryeo jun
tertegun mendengar perkataan ayahnya. Ia tak menyangka bahwa ayahnya memberikan
tanggung jawab yang besar kepadanya, bagaimanapun caranya ia harus berani
bertanggung jawab atas keinginannya.
“baiklah ayah,.
Aku punya cara sendiri untuk menangani semua ini, dan aku harap ayah bisa
memahaminya.” Ucap ryeo jun sambil menundukkan badan tanda hormat kepada
ayahnya.
SKIP,.
Di taman.
“chae jin-a,
bisakah kau membantuku” ucap ryeo jun sambil menatap dalam kea rah chae jin
“membantu apa?”
“eumm,. Aku,.
Aku ingin mengenalkanmu pada keluargaku”
“mwo,.??
Bukankah ini terlalu cepat?” balas chae jin kaget.
“aku hanya ingin
memperkenalkan perempuan yang aku suka”
“mwoyaa,., kamu
ini ada-ada saja” balas chae jin dengan wajah yang memerah.
“chae jin-a
dengarkan aku baik-baik” ucap ryeo jun sambil memegang kedua pundak chae jin.
”malam minggu nanti kau harus membawa ibumu kerumahku, “ ucap ryeo jun sambil
memandang tanpa kedip kea rah chae jin,
“aah,. Ibuku,.?
Untuk apa? Ibuku sedang banyak pekerjaan
di rumah, jika aku menyuruhnya akan mengahbiskan banyak uang kesini dari,.,”
“ssst,.,” ucap
ryeo jun dengan telunjuk yang sudah menempel di bibir chae jin “aku mohon,
jangan tolak aku kali ini saja,.” Ucap ryeo jun tulus.
Chae jin
menghempaskan nafas pelan, ia tak bisa berbuat apa-apa lagi. Ia terlalu
menyayangi lelaki tampan yang ada di depannya saat ini.
Ryeo jun
tersenyum tulus kea rah chae jin dan dengan pelan ia mengelus-elus kepala chae
jin
“chae jin-a,
saranghae,.” Ucapnya lirih.
3 hari kemudian.
Malam itu ryeo
jun terlihat panic di dalam kamarnya, malam yang ia tunggu-tunggu akhirnya
datang menghampirinya. Ia bingung harus berkata apa di depan ibu han na, tapi
dia yakin bahwa nyonya lee adalah wanita yang baik dan bisa memahami apa yang
ia rasakan.
Ryeo jun segera
bergegas menuruni anak tangga kamarnya satiu persatu karna suara nyonya kang
yang tidak lain adalah ibunya tengah memanggilnya. Itu berarti bahwa han na dan
ibunya telah datang.
“wassoyo,,.”
Ucap nyonya kang menyambut kedatangan nyonya lee dan han na. kemudian nyonya
kang mempersilahkan keduanya untuk duduk.
“maafkan kami,
telah mengganggu waktu anda “ sambut tuan kang yang tidak lain adalah ayah ryeo
jun
“aah,. Tidak
apa-apa” jawab nyonya lee halus. “aah,. Ryeo jun-a, kau terlihat semakin
tampan” lanjutnya saat melihat ryeo jun duduk di salah satu kursi
“terimakasih
nyonya” jawab ryeo jun sambil menundukkan kepala.
SKIP.,
“ekhm,. “ suara
deheman ryeo jun membuat semua orang menolehkan pandangan ke arahnya.
“nyonya lee,.
Saya mengundang anda dan han na ke sini untuk membicarakan sesuatu tentang
pertunangan saya dan han na,.” ucap ryeo jun dengan penuh keberanian.
“saya,.”
“biar aku yang
berbicaraduluan” cegah han na sambil menataptajam ke arah ryeo jun
“eomma,. Tuan
kang dan juga nyonya kang, aku ingin membatalkan pertunanganku dengan ryeo jun”
ucap han na yang membuat seluruh isi ruangan itu tertegun.
“mungkin ini
kedengarannya sangat aneh, tapi aku memiliki seorang yang aku sukai jadi,. Aku
harap anda semua bisa mengerti,.” Ucap han na tanpa sedikitpun keraguan.
“han na-ya,.”
Ucap ryeo jun lirih,.
“wae,. ?
bukankah kau juga memiliki seorang yang kau sukai? Aku pun begitu” jawab han na
sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya ke arah ryeo jun.
*ryeo jun-a,
walaupun ini berat, tapi aku menyadari bahwa perasaan itu tidak bisa di
paksakan, aku juga menyadari bahwa perasaanku padamu bukan cinta, itu semua
hanya ambisiku untuk memilikimu, jadi sekarang aku tau bahwa aku memang blum
menemukan orang yang benar-benar aku cintai* batin han na dalam hatinya sembari
tersenyum ke arah ryeo jun.
“maafkan kami,
tuan kang dan nyonya kang, saya sebagai ibu han na juga tidak bisa memaksakan
perasaannya. Aku harap kalian bisa mengerti” ucap nyonya Lee memulai
pembicaraan.
Ibu dan ayah
ryeo jun membalasnya dengan senyuman tulus, mereka juga sangat bahagia dengan
keputusan yang di ambil oleh anaknya. Karna mereka lebih ingin melihat ryeo jun
yang dulu kembali lagi, ryeo jun yang sangat ceria,pemberani dan pintar bergaul
akan kembali.
“ayah, ibu,. Aku
juga mengundang seseorang untuk makan bersama kita, “ ucap ryeo jun
Seketika chae
jin dan ibunya memasuki pintu dan ryeo jun mempersilahkannya untuk duduk.
“TLAANK,.”
Suara garpu yang
di pegang nyonya Lee terjatuh ke piring yang ada di depannya,
“eonni,.”
Ucapnya pelan saat melihat ibu chae jin menduduki kursi,.
“hye song-a,.”
ucap ibu chae jin dengan dengan ekspresi yang begitu sangat terkejut,.
NEXT,..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar