Na neol neukkyeo
Part 6
“heh, sepertinya
aku harus membuat perhitungan dengannya” ucap han na ketus dengan sesekali
menggumpalkan tangannya kuat.
“apa kau tahu di
mana anak baru itu sekarang?’ tanya han na.
“sepertinya ia
sedang di ruang makan sekolah,.”jawab do hwi salah satu teman han na.
“baiklaah,. Aku
akan membuat perhitungan dengannya sekarang,. “ ucap han na sembari menyipitkan
matanya dan menatap tajam ke depan.
DI RUANG MAKAN
SEKOLAH
Han na berjalan
santai dengan teman-temannya, ia tak sesekali melihat kanan dan kiri dengan
lihai, tak satupun muka siswa yang ia lewati, ia benar-benar muak saat ini
dengan kabar yang ia terima beberapa saat lalu, tak ada satupun wanita yang
nekat berduaan dengan kang ryeo jun, tapi anak baru itu memang nekat yang
semakin membuatnya begitu geram.
“han na itu dia”
tunjuk go sang mi ke arah chae jin yang sedang mengantri untuk mengambil
makanan.
Tanpa basa-basi han
na langsung menghamipiri chae jin.
“YAAA,.chae jin-a,
si murid baru yang genit” teriak han na membuat semua mata tertuju padanya.
Chae jin langsung
menoleh karna mendengar suara yang keras memanggil namanya.
“kau berani
bermain-main denganku?” ucap han na sambil menarik dasi biru milik chae jin.
“apa maksudmu han
na? Apa yang sudah aku lakukan” balas chae jin terbata-bata.
“kenapa kau
berani-beraninya mendekati ryeo jun-ku?” kamu jangan banyak berharap yang cewek
miskin, dia itu adalah tunanganku?” teriak han na membuat semua siswa
mengerumuninya.
Chae jin hanya
terdiam, ia tak mengerti apa yang dimaksudkan han na, ia menundukkan kepala
malu di depan semua siswa yang memandang jijik kepadanya. Semua orang terdengar
berbisik tentangnya. Tak sesekali ia mengedipkan matanya menahan air mata yang
hampir tumpah.
Han na tak tinggal
diam ia mengeluarkan kata-kata yang tak sopan tentang chae jin di depan semua
orang, karna begitu kesal han na berbalik mengambil sebuah telur yang tepat
berada di belakangnya.
“PLAAAAAAAK”
Suara pecahan telur
itu terdengar keras di punggung seorang pemuda yang berdiri membelakangi han
na.
“ryeo jun-a, “ ucap
han na pelan.
Terlihat jelas di
mata han na, ryeo jun sedang memebelakanginya dalam posisi berhadapan dengan
chae jin. Ryeo jun yang entah dari mana datangnya tiba-tiba saja menolong chae
jin dari serangan telur yang dilemparkan han na.
Chae jin masih
dalam posisi menutup mata dan tepat berada dalam pelukan ryeo jun.ia masih
terlihat gugup dan ketakutan. Terbayang olehnya masa-masa kecilnya dulu yang
tak ada satupun yang menemaninya karna keurangannya,hingga tanpa sadar ia menyebut
nama ryeo jun sahabat kecilnya berulang kali.
“chae jin-a”
panggil suara itu pelan, dan membuat chae jin perlahan membuka matanya, di
dapatkannya ryeo jun tepat berada di depannya. Dengan sigap ia melepaskan
pelukan ryeo jun.
“neo gwaenchana?
(apa kmu baik-baik saja?) “ tanya ryeo jun.
Chae jin hanya bisa
menatap heran dengan apa yang dia alami saat ini, si sombong ryeo jun yang ia kenal selama inilah yang
menyelamatkannya.
Ryeo jun
membalikkan hadap ke arah han na, dan menatapnya dalam. Sedangkan han na masih
dalam kondisi tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Ryeo jun mulai
berjalan langkah demi langkah mendekati
han na
“kita perlu bicara
han na” ucapnya pelan.
Tampak di sisi lain
do hyun menerobos kerumunan para siswa dan berlari kecil mendekati chae jin.
“apa kau baik-baik
saja?” tanyanya pada chae jin yang masih terlihat diam membisu di hadapan para
siswa.
Ryeo jun
mengalihkan pandangannya ke arah suara baru yang ia dengar, terlihat elas di
matanya saat ini do hyun sedang merangkul chae jin dan membawanya keluar dari
kerumunan.
“YAAA,. Do hyun-a”
teriak ryeo jun membuat langkah do hyun terhenti. “aku masih ada urusan
dengannya” lanjutnya
“urusi saja tunanganmu, dan jangan mengganggu
kehidupan orang lain” timpal do hyun ketus.
Ryeo jun menggertakkan
giginya kuat menahan amarah, entah mengapa ia merasa sakit hati dengan
pemandangan yang baru saja ia lihat.
“ryeo jun-a” ucap
han na sedikit bergetar.
“kamu,. Ikut aku”
balas ryeo jun.
SKIP
Ryeo jun
menghentikan langkahnya di depan sebuah gedung yang jauh dari keramaian.
“apa maksudmu
berkata seperti itu” tanya ryeo jun pada han na yang sedari tadi berdiam diri
“karna aku
tunanganmu” jawab han na lepas
“tunangan? Bukankah
aku belum menyetujui itu semua?”
“tapi, tetap saja
kita akan bertunangan setelah lulus nanti”
“dengar ya han na,
aku tidak akan melakukan pertunangan itu, dan aku mohon jangan bertingkah
seperti anak kecil” balas ryeo jun tak mau kalah.
Ryeo jun pun
berlalu meninggalkan han na seorang diri.
SKIP
Di taman.
“do hyun-a, gomawo”
ucap chae jin saat do hyun melepaskan genggaman tangannya di lengan chae jin.
“ne,
cheonmaneyo(sama-sama)” jawabnya sambil tersenyum manis,”tapi, kamu benar-benar
tidak apa-apa kan?” lanjut do hyun.
“”nee, aku
baik-baik saja, tapi do hyun,” ucap chae jin sedikit ragu,.
“tapi apa?”
“aku belum sempat
berterimakasih pada ryeo jun”
“sudahlah, tak usah
kamu fikirkan.toh ini semua terjadi karena dia”
“huuumh,.” Chae jin
membuang nafas pelan, ia merasa tidak enak pada ryeo jun, *seragam ryeo jun
pasti sangat kotor* batinnya.
AFTER SCHOOL
Chae jin terlihat
berdiri di bawah pohon di samping gerbang sekolah, ia tak langsung pulang karna
ingin melakukan suatu hal, namun di sisi lain ia merasa tidak enak karna
menolak tawaran do hyun untuk pulang bersama.
Chae jin menengok
ke arah gerbang beberapa kali, dan mengghembuskan nafas pelan, seolah sedang
menunggu kedatangan seseorang. Tak lama kemudian ia berlari kecil ke arah
gerbang
“ryeo jun-a”
panggilnya pelan.
Ryeo jun pun
menoleh karna mendengar suara yang memanggil namanya
“wae?? “ jawab ryeo
jun santai.
“masalah yang tadi,
aku berterimakasih dan meminta maaf” ujar chae jin sambil menundukkan badannya.
“kenapa kau baru
mengucapkannya sekarang?” balas ryeo jun
“itu,.itu karna
aku,.” Chae jin menjawab terbata-bata karna bingung dengan jawaban apa yang
paling tepat untuk pertanyaan ryeo jun.
“karna kamu lebih
memilih bersama do hyun kunyuk itu kan?” ucap ryeo jun memberi jawaban atas
pertanyaannya.
“bukan,, bukan
begitu,”
“lalu kenapa?
Kenapa kau tak berterimakasih saat itu?” apa kau tau rasanya itu aaaaah,., aku
tak bisa menjelaskannya” ucap ryeo jun dengan penuh ekspresi sambil membenarkan
dasinya.
“heh,.? Apa aku
menyakiti perasaanmu?” tanya chae jin yang meras heran melihat tingkah ryeo
jun.
“jelas,. Tentu saja
kau menyakiti perasaanku, di depan mataku kau lebih memilih kunyuk itu dari
pada aku, terlebih si kunyuk itu menggenggam.,.” ryeo jun seketika terdiam, dan
mulai menyadari perkataan yang seharusnya tak ia keluarkan
“mengenggam apa
.,?” tanya chae jin penasaran
“bukan,. Bukan
apa-apa” jawab ryeo jun dengan sesekali menelan ludahnya.”anggap,. anggap saja
aku ta pernah mengatakan apa-apa okey,.” Lanjutnya.
“ah, nee, tapi kau
memaafkanku kan?”
“tidak, tidak aku
belum memaafkanmu”
“lalu, apa yang
harus aku lakukan? “ Tanya chae jin
Ryeo jun terdiam
seketika, ia terlihat berfikir dengan apa hukuman yang akan di berikannya pada
chae jin.
“aah, aku tahu,
mulai besok pagi kau harus berangkat bersamaku e sekolah, bagaiman?”
“heh,. Yang benar
saja, aku berjalan kaki ke sekolah ryeo jun.”
“aku tau itu,
mobilku akan berhenti tepat di depan gang rumahmu.jadi setiap pagi debelum aku
berada di depan gang rumahmu, kau sudah harus stand by.” Jelas ryeo jun
“huumh,. Baiklah,
tapi untuk apa kau berjalan kaki ke sekolah”
“itu,. Itu. Aku
hanya ingin berolah raga” jawabnya terbata-bata,.
Chae jin
menganggukan kepalanya pelan tanda persetujuan, namun sebenarnya ia masih
merasa heran *orang kaya memang aneh* batin chae jin
Next,..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar