Rabu, 23 Juli 2014

"aku bisa merasakanmu" (나 널 느껴) PART 6


Na neol neukkyeo

Part 6

“heh, sepertinya aku harus membuat perhitungan dengannya” ucap han na ketus dengan sesekali menggumpalkan tangannya kuat.

“apa kau tahu di mana anak baru itu sekarang?’ tanya han na.

“sepertinya ia sedang di ruang makan sekolah,.”jawab do hwi salah satu teman han na.

“baiklaah,. Aku akan membuat perhitungan dengannya sekarang,. “ ucap han na sembari menyipitkan matanya dan menatap tajam ke depan.

DI RUANG MAKAN SEKOLAH

Han na berjalan santai dengan teman-temannya, ia tak sesekali melihat kanan dan kiri dengan lihai, tak satupun muka siswa yang ia lewati, ia benar-benar muak saat ini dengan kabar yang ia terima beberapa saat lalu, tak ada satupun wanita yang nekat berduaan dengan kang ryeo jun, tapi anak baru itu memang nekat yang semakin membuatnya begitu geram.

“han na itu dia” tunjuk go sang mi ke arah chae jin yang sedang mengantri untuk mengambil makanan.

Tanpa basa-basi han na langsung menghamipiri chae jin.

“YAAA,.chae jin-a, si murid baru yang genit” teriak han na membuat semua mata tertuju padanya.

Chae jin langsung menoleh karna mendengar suara yang keras memanggil namanya.

“kau berani bermain-main denganku?” ucap han na sambil menarik dasi biru milik chae jin.

“apa maksudmu han na? Apa yang sudah aku lakukan” balas chae jin terbata-bata.

“kenapa kau berani-beraninya mendekati ryeo jun-ku?” kamu jangan banyak berharap yang cewek miskin, dia itu adalah tunanganku?” teriak han na membuat semua siswa mengerumuninya.

Chae jin hanya terdiam, ia tak mengerti apa yang dimaksudkan han na, ia menundukkan kepala malu di depan semua siswa yang memandang jijik kepadanya. Semua orang terdengar berbisik tentangnya. Tak sesekali ia mengedipkan matanya menahan air mata yang hampir tumpah.

Han na tak tinggal diam ia mengeluarkan kata-kata yang tak sopan tentang chae jin di depan semua orang, karna begitu kesal han na berbalik mengambil sebuah telur yang tepat berada di belakangnya.

“PLAAAAAAAK”

Suara pecahan telur itu terdengar keras di punggung seorang pemuda yang berdiri membelakangi han na.

“ryeo jun-a, “ ucap han na pelan.

Terlihat jelas di mata han na, ryeo jun sedang memebelakanginya dalam posisi berhadapan dengan chae jin. Ryeo jun yang entah dari mana datangnya tiba-tiba saja menolong chae jin dari serangan telur yang dilemparkan han na.

Chae jin masih dalam posisi menutup mata dan tepat berada dalam pelukan ryeo jun.ia masih terlihat gugup dan ketakutan. Terbayang olehnya masa-masa kecilnya dulu yang tak ada satupun yang menemaninya karna keurangannya,hingga tanpa sadar ia menyebut nama ryeo jun sahabat kecilnya berulang kali.

“chae jin-a” panggil suara itu pelan, dan membuat chae jin perlahan membuka matanya, di dapatkannya ryeo jun tepat berada di depannya. Dengan sigap ia melepaskan pelukan ryeo jun.

“neo gwaenchana? (apa kmu baik-baik saja?) “ tanya ryeo jun.

Chae jin hanya bisa menatap heran dengan apa yang dia alami saat ini, si sombong  ryeo jun yang ia kenal selama inilah yang menyelamatkannya.

Ryeo jun membalikkan hadap ke arah han na, dan menatapnya dalam. Sedangkan han na masih dalam kondisi tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Ryeo jun mulai berjalan langkah demi langkah  mendekati han na

“kita perlu bicara han na” ucapnya pelan.

Tampak di sisi lain do hyun menerobos kerumunan para siswa dan berlari kecil mendekati chae jin.

“apa kau baik-baik saja?” tanyanya pada chae jin yang masih terlihat diam membisu di hadapan para siswa.

Ryeo jun mengalihkan pandangannya ke arah suara baru yang ia dengar, terlihat elas di matanya saat ini do hyun sedang merangkul chae jin dan membawanya keluar dari kerumunan.

“YAAA,. Do hyun-a” teriak ryeo jun membuat langkah do hyun terhenti. “aku masih ada urusan dengannya” lanjutnya

“urusi  saja tunanganmu, dan jangan mengganggu kehidupan orang lain” timpal do hyun ketus.

Ryeo jun menggertakkan giginya kuat menahan amarah, entah mengapa ia merasa sakit hati dengan pemandangan yang baru saja ia lihat.

“ryeo jun-a” ucap han na sedikit bergetar.

“kamu,. Ikut aku” balas ryeo jun.

SKIP

Ryeo jun menghentikan langkahnya di depan sebuah gedung yang jauh dari keramaian.

“apa maksudmu berkata seperti itu” tanya ryeo jun pada han na yang sedari tadi berdiam diri

“karna aku tunanganmu” jawab han na lepas

“tunangan? Bukankah aku belum menyetujui itu semua?”

“tapi, tetap saja kita akan bertunangan setelah lulus nanti”

“dengar ya han na, aku tidak akan melakukan pertunangan itu, dan aku mohon jangan bertingkah seperti anak kecil” balas ryeo jun tak mau kalah.

Ryeo jun pun berlalu meninggalkan han na seorang diri.

SKIP

Di taman.

“do hyun-a, gomawo” ucap chae jin saat do hyun melepaskan genggaman tangannya di lengan chae jin.

“ne, cheonmaneyo(sama-sama)” jawabnya sambil tersenyum manis,”tapi, kamu benar-benar tidak apa-apa kan?” lanjut do hyun.

“”nee, aku baik-baik saja, tapi do hyun,” ucap chae jin sedikit ragu,.

“tapi apa?”

“aku belum sempat berterimakasih pada ryeo jun”

“sudahlah, tak usah kamu fikirkan.toh ini semua terjadi karena dia”

“huuumh,.” Chae jin membuang nafas pelan, ia merasa tidak enak pada ryeo jun, *seragam ryeo jun pasti sangat kotor* batinnya.

AFTER SCHOOL

Chae jin terlihat berdiri di bawah pohon di samping gerbang sekolah, ia tak langsung pulang karna ingin melakukan suatu hal, namun di sisi lain ia merasa tidak enak karna menolak tawaran do hyun untuk pulang bersama.

Chae jin menengok ke arah gerbang beberapa kali, dan mengghembuskan nafas pelan, seolah sedang menunggu kedatangan seseorang. Tak lama kemudian ia berlari kecil ke arah gerbang

“ryeo jun-a” panggilnya pelan.

Ryeo jun pun menoleh karna mendengar suara yang memanggil namanya

“wae?? “ jawab ryeo jun santai.

“masalah yang tadi, aku berterimakasih dan meminta maaf” ujar chae jin sambil menundukkan badannya.

“kenapa kau baru mengucapkannya sekarang?” balas ryeo jun

“itu,.itu karna aku,.” Chae jin menjawab terbata-bata karna bingung dengan jawaban apa yang paling tepat untuk pertanyaan ryeo jun.

“karna kamu lebih memilih bersama do hyun kunyuk itu kan?” ucap ryeo jun memberi jawaban atas pertanyaannya.

“bukan,, bukan begitu,”

“lalu kenapa? Kenapa kau tak berterimakasih saat itu?” apa kau tau rasanya itu aaaaah,., aku tak bisa menjelaskannya” ucap ryeo jun dengan penuh ekspresi sambil membenarkan dasinya.

“heh,.? Apa aku menyakiti perasaanmu?” tanya chae jin yang meras heran melihat tingkah ryeo jun.

“jelas,. Tentu saja kau menyakiti perasaanku, di depan mataku kau lebih memilih kunyuk itu dari pada aku, terlebih si kunyuk itu menggenggam.,.” ryeo jun seketika terdiam, dan mulai menyadari perkataan yang seharusnya tak ia keluarkan

“mengenggam apa .,?” tanya chae jin penasaran

“bukan,. Bukan apa-apa” jawab ryeo jun dengan sesekali menelan ludahnya.”anggap,. anggap saja aku ta pernah mengatakan apa-apa okey,.” Lanjutnya.

“ah, nee, tapi kau memaafkanku kan?”

“tidak, tidak aku belum memaafkanmu”

“lalu, apa yang harus aku lakukan? “ Tanya chae jin

Ryeo jun terdiam seketika, ia terlihat berfikir dengan apa hukuman yang akan di berikannya pada chae jin.

“aah, aku tahu, mulai besok pagi kau harus berangkat bersamaku e sekolah, bagaiman?”

“heh,. Yang benar saja, aku berjalan kaki ke sekolah ryeo jun.”

“aku tau itu, mobilku akan berhenti tepat di depan gang rumahmu.jadi setiap pagi debelum aku berada di depan gang rumahmu, kau sudah harus stand by.” Jelas ryeo jun

“huumh,. Baiklah, tapi untuk apa kau berjalan kaki ke sekolah”

“itu,. Itu. Aku hanya ingin berolah raga” jawabnya terbata-bata,.

Chae jin menganggukan kepalanya pelan tanda persetujuan, namun sebenarnya ia masih merasa heran *orang kaya memang aneh* batin chae jin

 

Next,..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar