Selasa, 03 Maret 2015

You Get what you have done

Malam ini di temani hujan lagi, entah kenapa akhir-akhir ini hujan selalu melanda kota perantauan, tapi syukurlah kali ini aku tidak sendiri, selalu ada sahabat baikku yang menemani.

Selamat berjumpa lagi semuanya  ^^
Tangan ini sudah begitu gatal untuk mulai mengetik setiap kata yang tak bisa di keluarkan langsung dari mulut, karna itu lebih baik aku menulisnya.

Seperti yang kita tau, di dunia ini ada begitu banyak tipe orang, salah satunya tipe orang sepertiku. Tipe orang aneh yang bahkan belum memahami dirinya sendiri.
Tahukah kalian? Semua itu menyiksaku.

Hari ini begitu banyak pelajaran yang aku dapatkan, terutama dari dosenku ibu Dewi Ekowati dan pak Ilham Kuncahyo.
Dan hal itu membuatku sedikit tersadar, entah sampai kapan aku akan tersadar, tapi semoga saja kesadaranku akan berlangsung lama.

Pertama, Dari pak Ilham
Pak Ilham adalah salah satu dosen favoritku, karakter beliau yang sangat "welcome" kepada setiap mahasiswa membuatku sangat nyaman berada di kelasnya, yang tak luput pula dari gelak canda dan tawa.
Hari ini pak Ilham membuat tekadku kuat, "harus bisa" begitulah yang selalu beliau katakan, "team dosen kami akan selalu merangkul anak didiknya" kalimat itu pula yang membuat hatiku sedikit terenyuh.

Dosen seperti pak Ilhamlah yang banyak di butuhkan mahasiswa, bukan karna beliau jarang memarahi, tapi entah apa yang membuatku merasa bahwa semangat beliau dalam menggerakkan semangat mahasiswa itu sungguh ikhlas.
Beliau juga banyak bercerita tentang alumni kampus kami yang sudah berhasil di dunia kerja. Beliau selalu memberi motivasi yang tak henti bagi kami.
Terimakasih pak Ilham.

Sore tadi menjelang azan, ibu Dewi sudah menunggu di dalam kelas. Ibu dewi juga adalah salah satu dosen favoritku. Cara mengajarnya yang entah kenapa selalu membuatku cepat memahaminya.

Namun kali ini lebih dari itu, aku merasa sudah tak takut bermimpi lagi. Aku yang awalnya takut akan mimpi yang akan gagal sekarang merasa lebih percaya diri.

"Mimpi kan tidak bayar, bermimpi saja takut, bagaiman bisa berani menjalaninya" begitulah ujarnya di depan kelas kami.
Sontak saja hati kecilku merasa tersinggung, " ya benar, untuk apa aku takut bermimpi" ujarku dalam hati.

"Kalian ingin mendapatkan orang yang baik, mendapatkan nilai bagus, tapi pantaskah kita untuk mendapatkannya?"

Yaa, aku mengerti makaud beliau, aku memang belum pantas karna memang aku belum mulai untuk memantaskan diri dengan usahaku.

Dan satu lagi yang aku sadari, ternyata Allah selama ini belum memperlihatkan siapa lelaki yang akan bersamaku, karna mungkin aku yang "sekarang" belum pantas untuk mendampinginya.

"You get what you've done"



Tidak ada komentar:

Posting Komentar