Neo Neul Neukkyeo
Part 5
Min na menutup
pintu kembali dan terdengar suara ryeo jun panik
“apa kau baik-baik
saja,.?” Maafkan aku ,.” Ucapnya.
Baru saja ryeo jun
mengucapka satu klimat terdengar suara gedoran pintu untuk ke dua kalinya.
Min na dan ryeo jun
berhadapan satu sama lain, kemudian mereka berdua serentak menolehkan pandangan
ke arah pintu.,
“min na-ya”
terdengar suara panggilan dari luar .
“huuuhhh” mereka
berdua melepaskan nafas lega karna suara
yang terdengar dari luar adalah suara wanita yang tidak lain adalah ibu min na.
Min na berlari ke
arah pintu, searaya membuka pintu cepat.
“kenapa kau
mengunci pintu?” tanya ibu Lee kepada min na.
Min na menjawab
ibunya dengan bahasa isyarat seperti biasa.
“omo,. Pipimu
kenapa min na? Terlihat memar dan merah, apa yang terjadi?” tanya ibu Lee
khawatir.
Min na pun kembali
menjelaskan, baru pertama kali ia berani membohongi ibunya
“aku tadi bermain,
namun saat berlari aku tersungkur, syukurlah dia menolongku” isyaratnya sambil
menunjuk ke arah ryeo jun.
Ibu Lee seketik
menoleh ke arah ryeo jun,”gomawo, kau sudah membantu min na” ucap ibu Lee, yang
kemudian berjalan endekati ryeo jun.
“siapa namamu nak?”
tanyanya pelan sambil mengelus kepala ryeo jun.
“namaku ryeo jun,
kang ryeo jun” jawab ryeo jun sambil tersenyum. Namun ia masih sedikit bingung
kenapa ibu Lee berterimakasih padanya karna ia sama sekali tak mengerti bahasa
isyarat.
Flash back stop
Malam itu chae jin
menggeledah buku catatan yang ia bawa dari sekolah lamanya. Ia mencari catatan
matematika kelas XI-nya, ada satu rumus yang ia lupakan. Namun sepertinya buku
catatan itu tertinggal dirumahnya.
Akhirnya ia
memutuskan untuk menelpon eun gi dengan niat meminjam catatannya. Chae jin
turun dari rumah atapnya, rumah kecil yang ia sewa saat ini dan berlari pelan
menuju telpon umum yang berada di seberang jalan.
SKIP,.
“yeoboseyeo eun
gi-ya , na chae jin” (hallo eun gi, ini aku chae jin)”
“ada apa chae jin?”
“bisakah kau
meminjamkanku buku catatan matematika kelas XI milikmu?”
“ahahah, aku jarang
mencatat chae jin-a, mianhae”
“huuuuh” suara
helaan nafas chae jin terdengar dari telpon, rencananya untuk belajar malam ini
akan gagal.
“cha jin-a,. Geogjeong
hajima (jangan khawatir), kau tunggu saja di taman dimana biasanya kita membeli
ice cream, aku akan membawakannya untuk mu”
“jeongmal,.?
(benarkah)? “ suara chae jin pun terdengar semangat kembali
“ne, tunggu aku 15
menit lagi okey,.!”
SKIP,.,
DI TAMAN
Chae jin duduk di
sebuah kursi yang terletak di depan taman, tak sesekali ia mengusap-usap
lengannya dengan menyilangkan tangannya karna cuaca di luar memang sangat
dingin. Di liriknya jam tam tangan kecil berwarna coklat yang melingkar indah
di tangannya.
“kenapa dia lama
sekali” ucapnya pada dirinya sendiri.
“chae jin-a”
terdengar suara yang tak asing lagi di telinganya.
“ooh, do hyun-a apa
yang kau lakukan di sini?” tanya chae jin
“aku, aku ingin
menyrahkan catatnku pada eun gi, tumben sekali dia rajin belajar” gumam do hyun
heran.
“dan kamu? Kenapa
kau di sini?” do hyun membalikkan pertanyaan
“aneeh,.” Jawab
chae jin pelan. “aku kesini untuk mengambil catatan eun gi, ia bilang ia akan
meminjamkan miliknya untukku” lanjutnya.
“aaiiishh,. Bocah
itu, sepertinya dia membohongi kita.” Gumam do hyun yang di iringi tawa kecil
chae jin.
“biarlah do hyun,
sebenarnya aku yang akan meminjamnya” ucap chae jin.
“pantas saja, aku
sedikit ragu jika ia tiba-tiba saja ingin belajar,” ungkap do hyun. “ ini,.”
Lanjutnya sambil menyerahkan buku catatannya.
“gomawo” ucap cahe
jin.
Do hyun hanya
menjawabnya dengan senyum manisnya yang tak bisa digambarkan.
“geureom(kalau
begitu) aku pulang dulu do hyun” u
“aaissh,. Rumahmu
dimana? Biarku antar” pinta do hyun.
“lalu, bagaimana
denganmu?” timpal chae jin
“aaah, rumahku di
seberang jalan itu” tunjuknya ke arah sebuah kompleks di samping jalan
“waaah, apakah kau tinggal di kompleks
konglomerat itu do hyun?” chae jin balik bertanya.
“haha, itu semua
milik ayahku bukan aku “ jawabnya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak
gatal.
Chae jin
membalasnya dengan senyum manisnya, jrang sekali ia betemu dengan orang kaya
yang tidak sombong seperti seorang yang sedang di depannya saat ini, dialah han
do hyun, seorang kapten basket yang ramah pada semua orang, tak di herankan
jika banyak yang menyukainya di sekolah termasuk para guru, karna dia pintar
dan sopan.
“chae jin-a” ucap
do hyun sembari melambaikan tangannya ke arah chae jin, “apa yang kau
fikirkan?” lanjutnya
“ani,.” Jawab chae
jin dengan sedikit malu. “baiklah ayo,. “ lanjut chae jin mengalihkan
pembicaraan.
SKIP,.
Mereka berdua
berjalan menelusuri jalanan yang terang dengan lampu-lampu di pinggiran jalan
yang berjarak 50 meter dengan lampu yang lain. Saat mereka asik berbicara
tiba-tiba saja cha jin memegang kuat lengan do hyun, ia seperti sedang
ketakutan.
“wae gurae?”(ada
apa?) “ tanya do hyun melihat ekspresi chae jin yang tiba-tiba saja berubah .
Chae jin hanya
terdiam, matanya terfokus pada kumpulan para lelaki berbadan besar dan kekar
yang tidak lain adalah sedang bergerombolan menuju ke arah mereka. Para preman
itu semakin mendekat. Chae jin semakin
kuat menggenggam lengan do hyun.
“mereka tak akan
melukai kita tenang saja” ucap do hyun menenangkan.
Do hyun menatap
tajam ke arah chae jin. Chae jin terlihat begitu ketakutan, mukanya memucat,
bibirnya bergetar , ia sedikitpun tak berani mengankat kepalanya. Tak sesekali
ia menyebut nama do hyun.
“do hyun-a, ku
mohon lindungi aku” kalimat itu berulang kali keluar dari mulutnya.
Tanpa ragu do hyun
akhirnya menarik leher chae jin ke dalam pelukannya. Ia berusaha menyembunyikan
muka chae jin agar chae jin tak melihat gerombolan preman tersebut
“hey anak muda,
jangan berkecan di tengah jalan” ujar salah satu dari preman itu.
Do hyun membalasnya
dengan sedikit senyuman dan tetap menjaga chae jin di pelukannya.
Tak lama kemudian pereman
itupun berlalu. Mendengar tak ada suara yaang menakutkan lagi, chae jin
berusaha mengangkat kepalanya.
“do hyun-a, apa
mereka sudah pergi?” ucapnya pelan
“aah,. Nee” jawab
do hyun sembari membuka pelukannya. “mi,.mianata chae jin-a”(maafkan aku chae
jin) ucap do hyun terbata-bata.
“ah eh tidak
apa-apa do hyun, seharusnya aku yang meminta maaf.” Jawa chae jin sambil
menggigit bibir bawahnya.
SKIP,.
At school.
Seperti biasa di
pagi hari han na dan teman-temannya syik bercerita tentang kehidupan glamuor
mereka, saat asyik bercerita salah satu diaantara mereka mengalihkan pembicaraan
“han na-ya,, apa
kau tahu kemarin aku melihat anak baru itu berduaan dengan ryeo jun di taman”
ucap go sang mi yang tidak lain adalah pengikut Lee han na.
“jinjjaya?? (benarkah?)”
balas han na dengan sedikit berteriak membuat penghuni kelas menoleh ke
arahnya.
“waee?? Waee,.???”
Teriak han na pada seluruh isi kelas, dan seperti biasa tak satupun yang berani
menjawab.
“heh, sepertinya
aku harus membuat perhitungan dengannya” ucap han na ketus dengan sesekali
menggumpalkan tangannya kuat.
“apa kau tahu di
mana anak baru itu sekarang?’ tanya han na.
“sepertinya ia
sedang di ruang makan sekolah,.”jawab do hwi salah satu teman han na.
“baiklaah,. Aku
akan membuat perhitungan dengannya sekarang,. “ ucap han na sembari menyipitkan
matanya dan menatap tajam ke depan.
Next,..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar