Rabu, 23 Juli 2014

"aku bisa merasakanmu" (나 널 느껴) PART 5


Neo Neul Neukkyeo

Part 5

Min na menutup pintu kembali dan terdengar suara ryeo jun panik

“apa kau baik-baik saja,.?” Maafkan aku ,.” Ucapnya.

Baru saja ryeo jun mengucapka satu klimat terdengar suara gedoran pintu  untuk ke dua kalinya.

Min na dan ryeo jun berhadapan satu sama lain, kemudian mereka berdua serentak menolehkan pandangan ke arah pintu.,

“min na-ya” terdengar suara panggilan dari luar .

“huuuhhh” mereka berdua melepaskan  nafas lega karna suara yang terdengar dari luar adalah suara wanita yang tidak lain adalah ibu min na.

Min na berlari ke arah pintu, searaya membuka pintu cepat.

“kenapa kau mengunci pintu?” tanya ibu Lee kepada min na.

Min na menjawab ibunya dengan bahasa isyarat seperti biasa.

“omo,. Pipimu kenapa min na? Terlihat memar dan merah, apa yang terjadi?” tanya ibu Lee khawatir.

Min na pun kembali menjelaskan, baru pertama kali ia berani membohongi ibunya

“aku tadi bermain, namun saat berlari aku tersungkur, syukurlah dia menolongku” isyaratnya sambil menunjuk ke arah ryeo jun.

Ibu Lee seketik menoleh ke arah ryeo jun,”gomawo, kau sudah membantu min na” ucap ibu Lee, yang kemudian berjalan endekati ryeo jun.

“siapa namamu nak?” tanyanya pelan sambil mengelus kepala ryeo jun.

“namaku ryeo jun, kang ryeo jun” jawab ryeo jun sambil tersenyum. Namun ia masih sedikit bingung kenapa ibu Lee berterimakasih padanya karna ia sama sekali tak mengerti bahasa isyarat.

Flash back stop

Malam itu chae jin menggeledah buku catatan yang ia bawa dari sekolah lamanya. Ia mencari catatan matematika kelas XI-nya, ada satu rumus yang ia lupakan. Namun sepertinya buku catatan itu tertinggal dirumahnya.

Akhirnya ia memutuskan untuk menelpon eun gi dengan niat meminjam catatannya. Chae jin turun dari rumah atapnya, rumah kecil yang ia sewa saat ini dan berlari pelan menuju telpon umum yang berada di seberang jalan.

SKIP,.

“yeoboseyeo eun gi-ya , na chae jin” (hallo eun gi, ini aku chae jin)”

“ada apa chae jin?”

“bisakah kau meminjamkanku buku catatan matematika kelas XI milikmu?”

“ahahah, aku jarang mencatat chae jin-a, mianhae”

“huuuuh” suara helaan nafas chae jin terdengar dari telpon, rencananya untuk belajar malam ini akan gagal.

“cha jin-a,. Geogjeong hajima (jangan khawatir), kau tunggu saja di taman dimana biasanya kita membeli ice cream, aku akan membawakannya untuk mu”

“jeongmal,.? (benarkah)? “ suara chae jin pun terdengar semangat kembali

“ne, tunggu aku 15 menit lagi okey,.!”

SKIP,.,

DI TAMAN

Chae jin duduk di sebuah kursi yang terletak di depan taman, tak sesekali ia mengusap-usap lengannya dengan menyilangkan tangannya karna cuaca di luar memang sangat dingin. Di liriknya jam tam tangan kecil berwarna coklat yang melingkar indah di tangannya.

“kenapa dia lama sekali” ucapnya pada dirinya sendiri.

“chae jin-a” terdengar suara yang tak asing lagi di telinganya.

“ooh, do hyun-a apa yang kau lakukan di sini?” tanya chae jin

“aku, aku ingin menyrahkan catatnku pada eun gi, tumben sekali dia rajin belajar” gumam do hyun heran.

“dan kamu? Kenapa kau di sini?” do hyun membalikkan pertanyaan

“aneeh,.” Jawab chae jin pelan. “aku kesini untuk mengambil catatan eun gi, ia bilang ia akan meminjamkan miliknya untukku” lanjutnya.

“aaiiishh,. Bocah itu, sepertinya dia membohongi kita.” Gumam do hyun yang di iringi tawa kecil chae jin.

“biarlah do hyun, sebenarnya aku yang akan meminjamnya” ucap chae jin.

“pantas saja, aku sedikit ragu jika ia tiba-tiba saja ingin belajar,” ungkap do hyun. “ ini,.” Lanjutnya sambil menyerahkan buku catatannya.

“gomawo” ucap cahe jin.

Do hyun hanya menjawabnya dengan senyum manisnya yang tak bisa digambarkan.

“geureom(kalau begitu) aku pulang dulu do hyun” u

“aaissh,. Rumahmu dimana? Biarku antar” pinta do hyun.

“lalu, bagaimana denganmu?” timpal chae jin

“aaah, rumahku di seberang jalan itu” tunjuknya ke arah sebuah kompleks di samping jalan

 “waaah, apakah kau tinggal di kompleks konglomerat itu do hyun?” chae jin balik bertanya.

“haha, itu semua milik ayahku bukan aku “ jawabnya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

Chae jin membalasnya dengan senyum manisnya, jrang sekali ia betemu dengan orang kaya yang tidak sombong seperti seorang yang sedang di depannya saat ini, dialah han do hyun, seorang kapten basket yang ramah pada semua orang, tak di herankan jika banyak yang menyukainya di sekolah termasuk para guru, karna dia pintar dan sopan.

“chae jin-a” ucap do hyun sembari melambaikan tangannya ke arah chae jin, “apa yang kau fikirkan?” lanjutnya

“ani,.” Jawab chae jin dengan sedikit malu. “baiklah ayo,. “ lanjut chae jin mengalihkan pembicaraan.

SKIP,.

Mereka berdua berjalan menelusuri jalanan yang terang dengan lampu-lampu di pinggiran jalan yang berjarak 50 meter dengan lampu yang lain. Saat mereka asik berbicara tiba-tiba saja cha jin memegang kuat lengan do hyun, ia seperti sedang ketakutan.

“wae gurae?”(ada apa?) “ tanya do hyun melihat ekspresi chae jin yang tiba-tiba saja berubah .

Chae jin hanya terdiam, matanya terfokus pada kumpulan para lelaki berbadan besar dan kekar yang tidak lain adalah sedang bergerombolan menuju ke arah mereka. Para preman itu semakin mendekat. Chae jin semakin  kuat menggenggam lengan do hyun.

“mereka tak akan melukai kita tenang saja” ucap do hyun menenangkan.

Do hyun menatap tajam ke arah chae jin. Chae jin terlihat begitu ketakutan, mukanya memucat, bibirnya bergetar , ia sedikitpun tak berani mengankat kepalanya. Tak sesekali ia menyebut nama do hyun.

“do hyun-a, ku mohon lindungi aku” kalimat itu berulang kali keluar dari mulutnya.

Tanpa ragu do hyun akhirnya menarik leher chae jin ke dalam pelukannya. Ia berusaha menyembunyikan muka chae jin agar chae jin tak melihat gerombolan preman tersebut

“hey anak muda, jangan berkecan di tengah jalan” ujar salah satu dari preman itu.

Do hyun membalasnya dengan sedikit senyuman dan tetap menjaga chae jin di pelukannya.

Tak lama kemudian pereman itupun berlalu. Mendengar tak ada suara yaang menakutkan lagi, chae jin berusaha mengangkat kepalanya.

“do hyun-a, apa mereka sudah pergi?” ucapnya pelan

“aah,. Nee” jawab do hyun sembari membuka pelukannya. “mi,.mianata chae jin-a”(maafkan aku chae jin) ucap do hyun terbata-bata.

“ah eh tidak apa-apa do hyun, seharusnya aku yang meminta maaf.” Jawa chae jin sambil menggigit bibir bawahnya.

SKIP,.

At school.

Seperti biasa di pagi hari han na dan teman-temannya syik bercerita tentang kehidupan glamuor mereka, saat asyik bercerita salah satu diaantara  mereka mengalihkan pembicaraan

“han na-ya,, apa kau tahu kemarin aku melihat anak baru itu berduaan dengan ryeo jun di taman” ucap go sang mi yang tidak lain adalah pengikut Lee han na.

“jinjjaya?? (benarkah?)” balas han na dengan sedikit berteriak membuat penghuni kelas menoleh ke arahnya.

“waee?? Waee,.???” Teriak han na pada seluruh isi kelas, dan seperti biasa tak satupun yang berani menjawab.

“heh, sepertinya aku harus membuat perhitungan dengannya” ucap han na ketus dengan sesekali menggumpalkan tangannya kuat.

“apa kau tahu di mana anak baru itu sekarang?’ tanya han na.

“sepertinya ia sedang di ruang makan sekolah,.”jawab do hwi salah satu teman han na.

“baiklaah,. Aku akan membuat perhitungan dengannya sekarang,. “ ucap han na sembari menyipitkan matanya dan menatap tajam ke depan.

 

Next,..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar