Rabu, 23 Juli 2014

"aku bisa merasakanmu" (나 널 느껴) PART 4


Na Neol Neukkyeo

Part 4 : “neoneun geunyeo cheoreom” (kau mirip dengannya)”

Waktu berjalan dengan cepatnya dan terasa chae jin sudah bersekolah selama dua minggu, biasanya chae jin berangkat dan pulang sekolah bersama eun gi satu-astunya sahabat yang ia miliki, eun gi memang  gadis yang baik dan lucu.

Namun tidak untuk hari ini, chae jin pulang sendirian. Karna eun gi sudah ada janji dengan shi soo, lelaki yang eun gi sukai selama tiga tahun terakhir, karna itu sebagai sahabat yang baik chae jin memakluminya, ia akan senang jika sahabatnya bisa senang dengan kencan perdananya itu.

Jalanan terlihat sangat sepi, tak seperti biasanya,karna mungkin hanya chae jinlah yang terlambat pulang, sehingga tak mendapati siswa-siswi seusianya berjalan ramai di samping jalan raya. Di pertengahan jalan chae jin mendengar suara yang sedang merintih kesakitan. Tak sesekali ia menolehkan pandangan ke kanan dan kekiri. Dan akhirnya ia menemukan sumber suara., yang berasal dari sebuah taman di pinggir jalan.

“wae geuraeyo?(apa yang terjadi) “ tanya chae jin  pada seorang laki-laki dengan pergelangan tangan yang penuh darah.

Lelaki itu diam dan menongakkan kepalanya ke arah seorang yang berdiri di hadapannya. Tiba-tiba saja chae jin langsung berlari meninggalkan lelaki itu.

“siaal, aku kira anak baru itu itu akan membantuku” ucap lelaki itu dengan ketus yang tidak lain adalah kang ryeo jun. Tak sesekali ia memajukan mulutnya untuk meniup lukanya.

Tak lama kemudian chae jin kembali dengan nafas terengah-engah, tanpa ragu ia langsung menarik tangan ryeo jun, lalu membersihkan lukanya kemudin memberikan obat dan memerbannya sendiri. Chae jin tak menghiraukan apapun, yang terpenting adalah ia bisa menolong orang yang sedang kesakitan.

Melihat itu, ryeo jun hanya duduk membisu, mulutnya kaku untuk mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan pada para gadis yang seenaknya saja menyentuhnya. Ia teringat sosok gadi kecil yaang menolongnya, sama seperti yang dilakukan chae jin saat ini padanya. Bayangan min na tiba-tiba saja muncul di benaknya, dan dengan kasar ia menarik tangannya yang hampir selesai di balut perban oleh chae jin.

“ada apa?” tanya chae jin sedikit kaget.

“aku yang seharusnya bertanya, kau sedang apa?” jawab ryeo jun lantang.

“aku sedang menolongmu” timpal chae jin

“apa aku pernah meminta bantuannu?” bentak  ryeo jun kasar  membuat chae jin terdiam seketika.

Chae jin mengeretakkan giginya dengan kuat, bibirnya terlihat bergetar, tak sesekali ia mengedip-ngedipkan matanya menahan tangis yang rasanya ingin keluar. *manusia macam apa kau ini, tak bisakah kau berterimakasih* batin chae jin

“joesonghabnida(aku mohon maaf)” ujar chae jin hampir tak terdengar.

Tetap dengan pandangan dingin, ryeo jun meninggalkan chae jin sendiri. Chae jin menatap punggung ryeo jun yang semakin lama semakin jauh. Tak terasa setetes air mata jatuh di pipinya, mulutnya tetap bergetar, ia bingung harus melakukan apa dalam kondisi seperti itu. Kakinya mulai melemas dan akhirnya ia duduk terkapar di  atas rerumputan hijau yang penuh dengan kapas berwarna merah karna darah.*Kenapa semua orang tak berlaku adil padaku*

Flash back.

Busan, desember 2004

Gadis kecil dengan pita merah sedang bermain dengan teman barunya di gundukan salju putih yang indah, mereka berdua bekerja sama membuat patung salju.

“min na-ya, aku akan membuatkan patung salju yang mirip denganmu” ujuar lelaki kecil itu dengan penuh semangat.

Min na hanya mengangguk pelan dan tersenyum simpul. Betapa bahagiaya ia dengan kehadiraan seorang teman yang ia dambakan selama ini, seorang teman yang dengan sendirinya datang mengunjungi rumahnya di malam hari. Seorang yang ia kenal dengan nama kang ryeo jun.

Tiba-tiba saja segerombolan anak-anak seusia mereka datang, dan melemparkan bola-bola salju ke arah min na.

“YAAAA,. Apa yang kalian lakukan” teriak ryeo jun seraya melindungi min na dari serangan anak-anak nakal itu.

“dasar gadis bisu,.” Teriak mereka sambil tetap melemparkan bola batu ke arah min na.

Ryeo jun memeluk min na kuat, ia menghalang bola-bola  salju itu dengan punggungnya. Ingin rasanya min na berteriak, tapi semua itu tidak mungkin.

Tak lama kemudian anak anak nakal itu pergi meninggalkan mereka berdua dengan gelak tawa mereka.

Ryeo jun melepas pelukannya “neo gwaenchana?(apa kamu baik-baik saja?) tanya ryeo jun kepada min na.

Min na hanya bisa menganggukan kepalanya pelan, rasanya ia ingin menangis melihat ryeo jun yang selalu menderita arna membelanya.

Flash back stop.

Chae jin berusaha bangkit dari duduknya, dalam keadaan seperti ini ia akan selalu mengingat ryeo jun pahlawannya, agar bisa bangkit dan menjadi lebih kuat.menurutnya nama ryeo jun hanya dimilki oleh orang-orang yang baik seperti sahabatnya dulu, tapi ternyata ia salah ryeo jun tak selalu baik,ada ryeo jun yang lain yang sangat sombong dan angkuh, bahkan tidak bisa berterimakasih.

SKIP,.,

“omoo, ryeo jun-a apa yang terjadi.” Teriak nyonya kang dari ruang tengah melihat ryeo jun yang sedang menaiki tangga kamarnya.

“aku tidak apa-apa eomma” jawabnya

“tidak apa-apa bagaimana, lihat tanganmu dengan perban seperti itu “

“Aku hanya terserpet motor “

“terserepet kau bilang?? Cepat masuk kamar, eomma akan mengobatimu” ucap nyonya kang sembari berlari ke ruang P3K

SKIP,.

Ryeo jun masuk ke dalam kamarnya, ia berjalan ke arah lukisan gadis kecil berpita merah dan menatapnya dalam.

“min na-ya, kau dimana? Aku merindukanmu” tangkasnya

Sejenak ryeo jun berfikir, mengingat-ingat kejadian tadi sore. Perilaku chae jin si anak baru itu sama persis dengan min na membuatnya sontak berlaku kasar. Menurutnya semua wanita sama saja, mendekati lelaki kaya hanya untuk harta, di dalam benaknya hanya min na lah yang berbeda, min na lah yang menerimanya tanpa mengetahui seluk beluk keluarganya. Min nalah yang menyembunyikannya dari maut yang hampir menjemputnya.

Flash back

Busan, desember 2004

Pagi-pagi sekali ryeo jun tersadar dari pingsannya, ia membayangkan kejadian semalam yang ia alamai, begitu malang nasibnya berlari lari sendiri di tengah hutan yang gelap tanpa jaket tebal menelusuri salju yang lebat.

Ryeo jun pun tersadar, ia mencari-cari dimana gadis kecil itu. Tiba-tiba saja suara pintu terbuka dan terdengar tapakan kaki mungil menuju ke arahnya.

“geogi,., aku sekarang ada dimana?”tanyanya pada gadis kecil yang sudah di depannya.

Gadis itu bingung harus berbuat apa, ia pun berlari ke arah meja belajar kecil dan kembali membawa buku dan pensil kecil yang hampir habis.

Ia kemudian menuliskan kalimat yang ingin ia katakan. “kamu sekarang di rumahku” tulisnya.

“aah, terimakasih telah menolongku” jawab ryeo jun sambil tersenyum

Tak lama setelah percakapan mereka berlangsung terdengar suara ketokan pintu yang keras.

“apa ada orang di dalam, bukakan pintunnya.” Teriak suara yang begitu menyeramkan.

Ryeo jun sontak terkaget, ia sangat tau bahwa itu suara dua penjahat yang menculiknya, ia kemudian memberitahu min na apa yang sedang terjadi padanya, min na mengangguk pelan tanda mengerti tentang situasi yang ryeo jun alami saat ini.

Min na kemudian berlari ke arah pintu. Ryeo jun berada di bailk tirai dengan  sedikit mengintip dari celah kecil untuk meihat apa yang terjadi.

Min na membuka pintu rumah dan didapatinya dua laki-laki bertubuh besar, satunya berambbut gondrong dan satunya lagi berkepala botak.

“hey anak kecil apa kau melihat laki-laki seusiamu datang ke sini” tanya si pria gondrong

Min na hanya menggelengkan kepala, ia berusaha terilhat tenaang di hadapan dua pria itu,

“atu mungkin kau pernah melihatnya?”  tanyanya lagi,

Min na tetap menggeleng.

“dasar bodoh, katakan sesuatu” bentak si pria botak.

Min na tetap saja menggeleng dan “PLAAAK” terdengar suara tamparan melayang di pipi mungil min na. Min na memegang pipinya dan tetap saja menggeleng

“siaal, sepertinya dia bisu” ucap si gondrong.

“ayoo kita pergi, sepertinya bocah tengik itu sudah pergi dari sini” perintahnya.

Min na menutup pintu kembali dan terdengar suara ryeo jun panik

“apa kau baik-baik saja,.?” Maafkan aku ,.” Ucapnya.

Baru saja ryeo jun mengucapka satu klimat terdengar suara gedoran pintu  untuk ke dua kalinya.

Min na dan ryeo jun berhadapan satu sama lain, kemudian mereka berdua serentak menolehkan pandangan ke arah pintu.,

 
NEXT,.

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar