Na neol
neukkyeo
Part 7 “neoneun
nae gyeoteisseul su isseulka?” (bisakah kau berada si sampingku?)
Pagi itu chae jin terlihat berlari menuju jalan raya yangtepat berada di depan gang
kompleks rumah atap yang ia sewa, ia teringat hari ini adalah hari dimana
perjanjian perdananya di mulai, yaitu menunggu ryeo jun di depan gang untuk
berangkat sekolah bersama ,
Setelah 15
menit menunggu, terlihat wajah ryeo jun yang tiba-tiba muncul di hadapan chae
jin
“chae jin-a”
panggil ryeo jun setelah berjarak 10 meter dengan chae jin.
Chae jin
langsung menoleh sembari tersenyum simpul kea rah ryeo jun.
“apa aku
terlambat?” tanyan ryeo jun sambil membenarkan jasnya.
“aniii, kau
tidak terlambat” jawab chae jin membohongi perasaanya.
Sebenarnya
chae jin merasa heran dengan sikap ryeo jun akhir-akhir ini yang begitu
aneh,sehingga ia tidak berani berkata apa-apa walau ryeo jun melakukan
kesalahan sekalipun.
“chae jin-a,
kenapa kau diam saja” ucap ryeo jun memulai pembicaraan.
“ee, ee, aku
bingung apa yang harus aku ucapkan” jawab che jin sambil tetap menunduk.
“eyyhh,. Kau
ini jangan seperti itu” timbale ryeo jun
sambil memegang dagu chae jin dan mengangkatnya pelan. “jika orang berbicara
padamu, lihatlah ke arahnya” lanjutnya.
“eeh, ne “
jawab chae jin sambil menganggukkan kepala pelan
Chae jin
menelan ludahnya pelan saat ryeo jun melepas dagunya, ia tak sesekali
mengedipkan mata dan terlihat salah tingkah *ayolaah, jangan
berdebar-berdabar di waktu yang tidak
tepat* batin chae jin.
SKIP
Waktu
istirahatpun tiba, semua siswa terlihat berhamburan menuju kantin, namun tidak
dengan chae jin, ia terlihat berjalan menuju ruang direktur karna pagi tadi ibu park, wali kelasnya
memberitahunnya jika bu direktur ingin bertemu dengannya.
“annyeonghaseyo
isangnim (direktur)” sapa chae jin sambil merundukkan kepala saat tepat berada
di depan sang direktur.
“silahkan
duduk” ucap bu dierktur “maafkan, ibu chae jin telah mengganggu waktu
istirahatmu” lanjutnya.
“aniia, ibu
sama sekali tidakmengganggu, tapi,. Ada urusan apa aku di panggil ke sini buk?”
“beberapa
hari yang lalu bu park wali kelasmu meminta izin agar kamu di izinkan mengikuti
lomba menulis di seoul”
“benar
begitu isangnim?” Tanya chae jin
“iya, dan
ibu sudah melihat daftarnilaimu akhir-akhir ini, kamu sungguh cerdas”
“terimakasih
isangnim”
“kamu akan
membawa nama sekolah kami, jadi ibu harap kamu mempersiapkannya dengan baik”
“iya bu,
saya akan bekerja keras”
Ibu
direkturpun menyerahkan sebuah formulir pendaftaran kepada chae jin, kemudian
chae jin mulai mengisinya.
“ini
formulirnya bu” ucap chae jin seseaat setelah melengkapi identitasnya.
Direktur
terdiam melihat nama wali yang tertera di kertas formulir tersebut, seketika
wajahnya memucat.
“ada apa
isangnim?” Tanya chae jin heran.
“aniii,.,
chae jin-a apa kau hanya tinggal dengan ibumu?”
“ne,
isangnim,kenapa?.”
“nama ibumu
sangat familiar”ucap direktur pelan
“aaah, nama
ibuku memang banyak kesamaan dengan yang lain.
SKIP
“chae jin-a,
apa kau tak takut pada han na?” bisik
eun gi sepulang sekolah
“semua orang
takut padanya, tapi ini hanya salah paham eun gi-ya” jawab eun gi
“chae jin-a,
kamu harus berhati-hati ryeo jun sepertinya menyukaimu”
“aah,. Kau
ini, ryeo jun tidak seperti itu padaku”
“aiissh,.
Apa kau tak lihat tatapannya saat melihatmu”
“dia biasa
saja, selalu dingin”
“aahh,.
Baiklah baiklah, suatu saat kau akan mengerti chae jin-a”
“annyeong
eun gi-ya chae jin-a” terdengar suara yang sudah taka sing lagi di telinga dua
bersahabat itu, dengan serentak mereka berdua membalikkan badan menghadap
sumber suara.
“YAAA,., do
hyun-a, apakau begitu sibuk sampai tak pernah mengabariku jadwal latihan
barumu?”teriak eun gi membuat do hyun dan chae jin tersenyum geli.
“mianhae,.
Nanti akan ku kirimkan lewat email” jawab do hyun menahan tawanya
“okeey,. Aku
tunggu” timpal eun gi
“ooh yaa
chae jin-a. akhir-akhir ini aku jarang melihatmu berangkat ke sekolah seperti
biasa, apa kau berangkat di waktu matahari terbit?” Tanya do hyun penasaran
“yaaa,. Do
hyun-a apa kau tidak tau sudah tiga hari berturut-turut chae jin berangkat,.”
Blum sempat eun gi melanjutkan perkataannya ia langsung menahannya karna
melihat sosok yang sudah sangat familiar di hadapnnya.
“dia selalu
berangkat bersamaku, wae?” ucap ryeo jun yang tiba-tiba saja muncul di belakang
do hyun.
“aah,. Kau
rupanya” balas do hyun
“chae jin-a,
apa kau tak mau pulang bersamaku?” ucap ryeo jun
Chae jin
hanya terdiam menanggapi tawaran ryeo jun, disisi lain ia ingin bersma eun gi
dan do hyun, namun di sisi lain ia tak bias membohongi perasaanya untuk selalu
di samping ryeo jun.
“anii,. Dia
akan pulang bersama kami” timpal do hyun ketus.
“aku tidak
bertanya padamu kunyuk” balas ryeo jun tak mau kalah.
“ku
peringatkan padamu sekali lagi ryeo jun, jangan campuri kehidupan chae jin
lagi, ia terlalu baik untuk kamu sakiti” ucap do hyun
eun gi dan chae jin semakin bingung harus
berbuat apa untuk menghentikan dua pria yang sedang bertikai di hadapannya.
Ryeo jun
membalas perkataan do hyun dengan senyum sinisnya yang begitu menantang.
“kau salah
besar do hyun” balas ryeo jun tak mau kalah, “aku bersamanya karna aku merasa
nyaman saat di dekatnya” lanjutryeojun membuat do hyun kehabisan kata-kata.
“chae jin-a
kajja (ayo) “ ucap ryeo jun sambil menggenggam tangan chae jin
Do hyun
menggeretakkan giginya kuat menahan amarah menyaksikan apa yang baru saja
terjadi, ia hanya bias menatap tajam punggung ryeo jun dan chae jin yang
semakin menjauh.
“do hyun-a,
kajja” ucap eun gi berusaha sedikit menenangkan.
SKIP
“ryeo jun-a,
bisakah kau melepaskan tanganku” ucap chae jin memberanikan dirinya.
“aah,.
Mianhae chae jin-a” jawab ryeo jun sedikit malu
“apa
perasaan seseorang adalah sebuah permainan?” Tanya chae jin “aku mengikutimu
bukan berarti aku memilihmu,” ucap chae jin dengan nafas yang sedikit
tersenggal.
“aku tau
kamu memang sering bertikai dengan do hyun dalam masalah apapun, aku tau apa
yang kau ucapkan tadi semua itu hanya untuk mengalahkan do hyun” ungkap chae
jin.
“aku
bersamamu karna aku tau do hyun lebih pandai menyusun kembali perasaannya
dibandingkan dirimu” tak hentinya chae jin mengungkapkan apa yang sebenarnya ia
rasakan.
Ryeo jun
terdiam, ia mendengar dengan jelas bait demi bait kalimat yang keluar dari
mulut chae jin *seperti inikah kau menilaiku* batin ryeo jun dalam hatinya, ia
merasa sedikit kecewa dengan penilaian chae jin terhadapnya.
“dan juga
ryeo jun-a, aku mohon jika kau ingin mengalahkan do hyun jangan jadikan aku
sebagai kisaran kemenangan.” Jelas chae jin dengan mata yang sudah
berkaca-kaca.
Ryeo jun
sudah tak tahan mendengar perkataan chae jin, dan tanpa ragu ia menarik lengan
chae jin lalu memeluknya erat.
“tak bisakah
kau mendengarku dulu sebelum kau berbicara” ungkap ryeo jun pelan membuat chae
jin tak bias berkutik.
“kamu,. Kamu
bukan bahan kisaran, mungkin ini sangat memalukan untuk di ungkapkan,
tapi,.bisakah kau tetap di sampingku agar aku selalu merasa nyaman?” pinta ryeo
jun dengansuara yang begitu lembut .
SKIP,.
Han na
memukul kuat stir mobil yang ia
kendarai,ia begitu sakit hati melihat pemandangan yang ada di hadapnnya saat
ini. Untuk pertama kali han na melihat ryeo jun memeluk seorang wanita. Ryeo
jun sama sekali tak pernah memeluknya , ryeo jun bahkan tak pernah berkata
bahwa ia merasa nyaman di sampingnya.
Dalam
keadaan penuh dengan emosi han na turun dari mobilnya, ia berniat untuk
memarahi dua orang yang sangat menyakiti hatinya. Ia tak bisa tinggal diam,
dengan cepat ia berlari menyebrangi jalan tanpa melihat nyala lampu lalu
lintas, dengan bercucuran air mata ia berlari dan,.
“BRUUUUAAK,.,”,.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar