Rabu, 23 Juli 2014

"aku bisa merasakanmu" (나 널 느껴) PART 7


Na neol neukkyeo

Part 7 “neoneun nae gyeoteisseul su isseulka?” (bisakah kau berada si sampingku?)

Pagi  itu chae jin terlihat berlari menuju  jalan raya yangtepat berada di depan gang kompleks rumah atap yang ia sewa, ia teringat hari ini adalah hari dimana perjanjian perdananya di mulai, yaitu menunggu ryeo jun di depan gang untuk berangkat sekolah bersama ,

Setelah 15 menit menunggu, terlihat wajah ryeo jun yang tiba-tiba muncul di hadapan chae jin

“chae jin-a” panggil ryeo jun setelah berjarak 10 meter dengan chae jin.

Chae jin langsung menoleh sembari tersenyum simpul kea rah ryeo jun.

“apa aku terlambat?” tanyan ryeo jun sambil membenarkan jasnya.

“aniii, kau tidak terlambat” jawab chae jin membohongi perasaanya.

Sebenarnya chae jin merasa heran dengan sikap ryeo jun akhir-akhir ini yang begitu aneh,sehingga ia tidak berani berkata apa-apa walau ryeo jun melakukan kesalahan sekalipun.

“chae jin-a, kenapa kau diam saja” ucap ryeo jun memulai pembicaraan.

“ee, ee, aku bingung apa yang harus aku ucapkan” jawab che jin sambil tetap menunduk.

“eyyhh,. Kau ini  jangan seperti itu” timbale ryeo jun sambil memegang dagu chae jin dan mengangkatnya pelan. “jika orang berbicara padamu, lihatlah ke arahnya” lanjutnya.

“eeh, ne “ jawab chae jin sambil menganggukkan kepala pelan

Chae jin menelan ludahnya pelan saat ryeo jun melepas dagunya, ia tak sesekali mengedipkan mata dan terlihat salah tingkah *ayolaah, jangan berdebar-berdabar  di waktu yang tidak tepat* batin chae jin.

SKIP

Waktu istirahatpun tiba, semua siswa terlihat berhamburan menuju kantin, namun tidak dengan chae jin, ia terlihat berjalan menuju ruang direktur  karna pagi tadi ibu park, wali kelasnya memberitahunnya jika bu direktur ingin bertemu dengannya.

“annyeonghaseyo isangnim (direktur)” sapa chae jin sambil merundukkan kepala saat tepat berada di depan sang direktur.

“silahkan duduk” ucap bu dierktur “maafkan, ibu chae jin telah mengganggu waktu istirahatmu” lanjutnya.

“aniia, ibu sama sekali tidakmengganggu, tapi,. Ada urusan apa aku di panggil ke sini buk?”

“beberapa hari yang lalu bu park wali kelasmu meminta izin agar kamu di izinkan mengikuti lomba menulis di seoul”

“benar begitu isangnim?” Tanya chae jin

“iya, dan ibu sudah melihat daftarnilaimu akhir-akhir ini, kamu sungguh cerdas”

“terimakasih isangnim”

“kamu akan membawa nama sekolah kami, jadi ibu harap kamu mempersiapkannya dengan baik”

“iya bu, saya akan bekerja keras”

Ibu direkturpun menyerahkan sebuah formulir pendaftaran kepada chae jin, kemudian chae jin mulai mengisinya.

“ini formulirnya bu” ucap chae jin seseaat setelah melengkapi identitasnya.

Direktur terdiam melihat nama wali yang tertera di kertas formulir tersebut, seketika wajahnya memucat.

“ada apa isangnim?” Tanya chae jin heran.

“aniii,., chae jin-a apa kau hanya tinggal dengan ibumu?”

“ne, isangnim,kenapa?.”

“nama ibumu sangat familiar”ucap direktur pelan

“aaah, nama ibuku memang banyak kesamaan dengan yang lain.

SKIP

“chae jin-a, apa kau tak  takut pada han na?” bisik eun gi sepulang sekolah

“semua orang takut padanya, tapi ini hanya salah paham eun gi-ya” jawab eun gi

“chae jin-a, kamu harus berhati-hati ryeo jun sepertinya menyukaimu”

“aah,. Kau ini, ryeo jun tidak seperti itu padaku”

“aiissh,. Apa kau tak lihat tatapannya saat melihatmu”

“dia biasa saja, selalu dingin”

“aahh,. Baiklah baiklah, suatu saat kau akan mengerti chae jin-a”

“annyeong eun gi-ya chae jin-a” terdengar suara yang sudah taka sing lagi di telinga dua bersahabat itu, dengan serentak mereka berdua membalikkan badan menghadap sumber suara.

“YAAA,., do hyun-a, apakau begitu sibuk sampai tak pernah mengabariku jadwal latihan barumu?”teriak eun gi membuat do hyun dan chae jin tersenyum geli.

“mianhae,. Nanti akan ku kirimkan lewat email” jawab do hyun menahan tawanya

“okeey,. Aku tunggu” timpal eun gi

“ooh yaa chae jin-a. akhir-akhir ini aku jarang melihatmu berangkat ke sekolah seperti biasa, apa kau berangkat di waktu matahari terbit?” Tanya do hyun penasaran

“yaaa,. Do hyun-a apa kau tidak tau sudah tiga hari berturut-turut chae jin berangkat,.” Blum sempat eun gi melanjutkan perkataannya ia langsung menahannya karna melihat sosok yang sudah sangat familiar di hadapnnya.

“dia selalu berangkat bersamaku, wae?” ucap ryeo jun yang tiba-tiba saja muncul di belakang do hyun.

“aah,. Kau rupanya” balas do hyun

“chae jin-a, apa kau tak mau pulang bersamaku?” ucap ryeo jun

Chae jin hanya terdiam menanggapi tawaran ryeo jun, disisi lain ia ingin bersma eun gi dan do hyun, namun di sisi lain ia tak bias membohongi perasaanya untuk selalu di samping ryeo jun.

“anii,. Dia akan pulang bersama kami” timpal do hyun ketus.

“aku tidak bertanya padamu kunyuk” balas ryeo jun tak mau kalah.

“ku peringatkan padamu sekali lagi ryeo jun, jangan campuri kehidupan chae jin lagi, ia terlalu baik untuk kamu sakiti” ucap do hyun

 eun gi dan chae jin semakin bingung harus berbuat apa untuk menghentikan dua pria yang sedang bertikai di hadapannya.

Ryeo jun membalas perkataan do hyun dengan senyum sinisnya yang begitu menantang.

“kau salah besar do hyun” balas ryeo jun tak mau kalah, “aku bersamanya karna aku merasa nyaman saat di dekatnya” lanjutryeojun membuat do hyun kehabisan kata-kata.

“chae jin-a kajja (ayo) “ ucap ryeo jun sambil menggenggam tangan chae jin

Do hyun menggeretakkan giginya kuat menahan amarah menyaksikan apa yang baru saja terjadi, ia hanya bias menatap tajam punggung ryeo jun dan chae jin yang semakin menjauh.

“do hyun-a, kajja” ucap eun gi berusaha sedikit menenangkan.

SKIP

“ryeo jun-a, bisakah kau melepaskan tanganku” ucap chae jin memberanikan dirinya.

“aah,. Mianhae chae jin-a” jawab ryeo jun sedikit malu

“apa perasaan seseorang adalah sebuah permainan?” Tanya chae jin “aku mengikutimu bukan berarti aku memilihmu,” ucap chae jin dengan nafas yang sedikit tersenggal.

“aku tau kamu memang sering bertikai dengan do hyun dalam masalah apapun, aku tau apa yang kau ucapkan tadi semua itu hanya untuk mengalahkan do hyun” ungkap chae jin.

“aku bersamamu karna aku tau do hyun lebih pandai menyusun kembali perasaannya dibandingkan dirimu” tak hentinya chae jin mengungkapkan apa yang sebenarnya ia rasakan.

Ryeo jun terdiam, ia mendengar dengan jelas bait demi bait kalimat yang keluar dari mulut chae jin *seperti inikah kau menilaiku* batin ryeo jun dalam hatinya, ia merasa sedikit kecewa dengan penilaian chae jin terhadapnya.

“dan juga ryeo jun-a, aku mohon jika kau ingin mengalahkan do hyun jangan jadikan aku sebagai kisaran kemenangan.” Jelas chae jin dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

Ryeo jun sudah tak tahan mendengar perkataan chae jin, dan tanpa ragu ia menarik lengan chae jin lalu memeluknya erat.

“tak bisakah kau mendengarku dulu sebelum kau berbicara” ungkap ryeo jun pelan membuat chae jin tak bias berkutik.

“kamu,. Kamu bukan bahan kisaran, mungkin ini sangat memalukan untuk di ungkapkan, tapi,.bisakah kau tetap di sampingku agar aku selalu merasa nyaman?” pinta ryeo jun dengansuara yang begitu lembut .

SKIP,.

Han na memukul kuat  stir mobil yang ia kendarai,ia begitu sakit hati melihat pemandangan yang ada di hadapnnya saat ini. Untuk pertama kali han na melihat ryeo jun memeluk seorang wanita. Ryeo jun sama sekali tak pernah memeluknya , ryeo jun bahkan tak pernah berkata bahwa ia merasa nyaman di sampingnya.

Dalam keadaan penuh dengan emosi han na turun dari mobilnya, ia berniat untuk memarahi dua orang yang sangat menyakiti hatinya. Ia tak bisa tinggal diam, dengan cepat ia berlari menyebrangi jalan tanpa melihat nyala lampu lalu lintas, dengan bercucuran air mata ia berlari dan,.

“BRUUUUAAK,.,”,.

 
NEXT,.
 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar