Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum
warahmatullihabarokatuhu
Hai teman-teman yang
di rahmati allah, bertemu lagi dengan
saya dalam tulisan yang saya buat malam ini untuk menunggu redanya hujan.
Sebenarnya tulisan ini
saya tujukan untuk para gadis-gadis cantik yang masih ragu untuk berjilbab,
tapi jika yang membacanya para lelaki-lelaki tampan peringatilah para gadismu
^^
Saya pernah bertanya
kepada beberapa orang yang masih belum yakin untuk berjilbab, saya bertanya
tentang apa yang membuat mereka masih ragu. Jawabannyaa bervariasi misalnya ,
“masih belum siap”.
“buat apa berjilbab,
kalau kelakuan masih belum baik”.
“takutnya nggak
istiqomah”.
“yang berjilbab juga
belum tentu kelakuannya baik”.
“bersihkan hati aja
cukup kok”.
Oke, semua jawaban itu saya tampung.Dan
disini saya hanya ingin sedikit meluruskan pandangan para gadis cantik tentang jilbab.
Begini gals, jilbab itu
bukan masalah siap atau tidak, istiqomah atau tidak dan baik atau tidaknya
seseorang, tapi jilbab adalah pakaian, pakaian wajib yang harus di kenakan oleh
seorang wanita beragama islam, sama seperti baju yang kita pakai sehari-hari.
Apa mau nunggu baik dulu baru pake pakaian? Nunggu istiqomah dulu baru pakai
pakaian?, atau sama sekali tidak siap berpakain? Kalau alasannya seperti itu,
lantas kenapa sampai sekarang anda baik-baik saja menggunakan baju sedangkan
tidak baik-baik saja menggunakan jilbab? Padahal keduanya merupakan pasangan
yang seharusnya di selaraskan.
Wanita-waanita cantik
yang di rahmati Allah, ingatlah ,, tidak ada satupun manusia yang sempurna di
muka bumi ini, pasti mereka semua pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya.
Lihatlah para wanita pemuka agama yang berjilbab besar, menggunakan cadar untuk
menutupi wajahnya, mereka semua juga manusia, pasti mereka pernah berbuat
salah, jadi tolong mulai sekarang jangan pernah salahkan jilbabnya jika mereka
bersalah salahkanlah kelakuannya. Kalian tahu kenapa? Karna jilbab hanyalah
pakaian, pakaian yang jenisnya bermacam-macam sesuai dengan apa yang setiap
orang inginkan.
Jangan jadikan
perbuatan dan kepribadian yang masih kurang baik untuk tidak berjilbab.
Perlahan saja, karna saat kita berniat melakukan kebaikan dan melaksanakannya,
maka kebaikan yang lain akan mengikutinya. Begitu juga dengan berjilbab dan menutup
aurat. Saat kita sudah berniat akannya dan melaksanakannya, insyaallah segala
keburukan yang seringkali kita lakukan sedikit demi sedikit dapat berkurang.
Percayalah dan berprasangka baiklah pada Allah, karna allah tidak tidur. Allah
selalu bersama hambanya yang taat kepada-NYA.
Wahai wanita cantik
yang di rahmati Allah, ketahuilah bahwa saat engkau belum bersuami semua hal
buruk atau dosa yang kita lakukan tidak kita tanggung sendiri. Saat kita belum
memutuskan untuk menutup aurat ayah kitalah yang akan di minta pertanggung
jawaban oleh Yang Maha Kuasa. Terlebih
lagi bagi yang masih belum berjilbab namun ayahnya sudah tiada. Di alam sana
sang ayah akan di hukum atas apa yang anak perempuannya lakukan karna itu adalah
tanggung jawabnya. Jika kalian merasa menyayangi ayah kalian, ayolah ringankan
beban mereka, setidaknya balas budilah kepadanya atas semua pengorbanan yang
telah ia lakukan selama ini. Dan bagi yang sudah menikah, berjilbablah,.,,
karna saat kalian masih memamerkan aurat, suami kalian lah yan bertanggung
jawab atas diri kalian.
Mulai sekarang mari
kita niatkan bersama, menjadi muslimah yang solihah dan menjaga aurat kita.
Perlahan taka pa dari pada tidak sama sekali. Ingatlah bahwa hidayah itu tidak
semata-mata di berikan oleh Allah , namun kitalah yang harus mencariya.
Wallahutaala
a’lamubisaawab
Semoga bermanfaat yaa
Wassalamualaikum
warahmatullahi wabarokatuhu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar