Kamis, 09 Juli 2015

My Hijab My Adventure



Bismillahirrahmanirrahim 

Assalamualaikum warahmatullihabarokatuhu 

Hai teman-teman yang di  rahmati allah, bertemu lagi dengan saya dalam tulisan yang saya buat malam ini untuk menunggu redanya hujan.
Sebenarnya tulisan ini saya tujukan untuk para gadis-gadis cantik yang masih ragu untuk berjilbab, tapi jika yang membacanya para lelaki-lelaki tampan peringatilah para gadismu ^^
Saya pernah bertanya kepada beberapa orang yang masih belum yakin untuk berjilbab, saya bertanya tentang apa yang membuat mereka masih ragu. Jawabannyaa bervariasi misalnya , “masih belum siap”.
“buat apa berjilbab, kalau kelakuan masih belum baik”.
“takutnya nggak istiqomah”.
“yang berjilbab juga belum tentu kelakuannya baik”.
“bersihkan hati aja cukup kok”.
  Oke, semua jawaban itu saya tampung.Dan disini saya hanya ingin sedikit meluruskan pandangan para gadis cantik  tentang jilbab. 

Begini gals, jilbab itu bukan masalah siap atau tidak, istiqomah atau tidak dan baik atau tidaknya seseorang, tapi jilbab adalah pakaian, pakaian wajib yang harus di kenakan oleh seorang wanita beragama islam, sama seperti baju yang kita pakai sehari-hari. Apa mau nunggu baik dulu baru pake pakaian? Nunggu istiqomah dulu baru pakai pakaian?, atau sama sekali tidak siap berpakain? Kalau alasannya seperti itu, lantas kenapa sampai sekarang anda baik-baik saja menggunakan baju sedangkan tidak baik-baik saja menggunakan jilbab? Padahal keduanya merupakan pasangan yang seharusnya di selaraskan. 

Wanita-waanita cantik yang di rahmati Allah, ingatlah ,, tidak ada satupun manusia yang sempurna di muka bumi ini, pasti mereka semua pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya. Lihatlah para wanita pemuka agama yang berjilbab besar, menggunakan cadar untuk menutupi wajahnya, mereka semua juga manusia, pasti mereka pernah berbuat salah, jadi tolong mulai sekarang jangan pernah salahkan jilbabnya jika mereka bersalah salahkanlah kelakuannya. Kalian tahu kenapa? Karna jilbab hanyalah pakaian, pakaian yang jenisnya bermacam-macam sesuai dengan apa yang setiap orang inginkan. 

Jangan jadikan perbuatan dan kepribadian yang masih kurang baik untuk tidak berjilbab. Perlahan saja, karna saat kita berniat melakukan kebaikan dan melaksanakannya, maka kebaikan yang lain akan mengikutinya. Begitu juga dengan berjilbab dan menutup aurat. Saat kita sudah berniat akannya dan melaksanakannya, insyaallah segala keburukan yang seringkali kita lakukan sedikit demi sedikit dapat berkurang. Percayalah dan berprasangka baiklah pada Allah, karna allah tidak tidur. Allah selalu bersama hambanya yang taat kepada-NYA.

Wahai wanita cantik yang di rahmati Allah, ketahuilah bahwa saat engkau belum bersuami semua hal buruk atau dosa yang kita lakukan tidak kita tanggung sendiri. Saat kita belum memutuskan untuk menutup aurat ayah kitalah yang akan di minta pertanggung jawaban oleh Yang Maha Kuasa.  Terlebih lagi bagi yang masih belum berjilbab namun ayahnya sudah tiada. Di alam sana sang ayah akan di hukum atas apa yang anak perempuannya lakukan karna itu adalah tanggung jawabnya. Jika kalian merasa menyayangi ayah kalian, ayolah ringankan beban mereka, setidaknya balas budilah kepadanya atas semua pengorbanan yang telah ia lakukan selama ini. Dan bagi yang sudah menikah, berjilbablah,.,, karna saat kalian masih memamerkan aurat, suami kalian lah yan bertanggung jawab atas diri kalian. 

Mulai sekarang mari kita niatkan bersama, menjadi muslimah yang solihah dan menjaga aurat kita. Perlahan taka pa dari pada tidak sama sekali. Ingatlah bahwa hidayah itu tidak semata-mata di berikan oleh Allah , namun kitalah yang harus mencariya.

Wallahutaala a’lamubisaawab
Semoga bermanfaat yaa 
 
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuhu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar