Rabu, 23 Juli 2014

"aku bisa merasakanmu"(나 널 느껴) PART 10 "END"


Na neol neukkyeo

Part 10 “end”

“TLAANK,.”

Suara garpu yang di pegang nyonya Lee terjatuh ke piring yang ada di depannya,

“eonni,.” Ucapnya pelan saat melihat ibu chae jin menduduki kursi,.

“hye song-a,.” ucap ibu chae jin dengan dengan ekspresi yang begitu sangat terkejut,.

Seisi ruangan ikut terkejut dengan apa yang mereka saksikan saat ini. Terutama chae jin dan han na mereka berdua terlihat begitu kaget dengan ucapan ibu mereka masing-masing.

Nyonya Lee(ibu han na) beranjak dari duduknya mendekati ibu chae jin kemudian tanpa ragu memeluknya.

“kemana saja kau selama ini, kita semua merindukanmu” ucapnya lirih, disertai dengan tangis yang tak tertahankan.

Ibu chae jin tak bisa berkata apa-apa, Ia begitu sangat terkejut dan shyok dengan apa yang ia alami hari ini.

“eonni,. Apakah dia min na?” Tanya nyonya Lee sambil meliirik kea rah chae jin

“ne” jawabnya pelan.

“eonni, ayo kembali, kita akan menjadi keluarga bahagia seperti dulu.” Pinta nyonya Lee sambilmemegang kuat tangan ibu chaejin.

SKIP

DI RUMAH HAN NA

“ibu,. Apa maksud semua ini?” Tanya han na sambil melempar tasnya ke atas sofa.

“sudahlah han na, kamu duduk dulu, nanti ibu ceritakan.”

Sebenarnya chae jin dan ibunya begitu enggan memasuki rumah itu, rumah han na yang begitu besar dan megah. Tapi apa boleh buat masalah memang harus di selesaikan bukan untuk bersembunyi darinya.

“eonni,. Apa yang kau lihat, ayo duduk” ucap nyonya Lee kepada ibu chae jin.

“kalian berdua dengarkan baik-baik, ibu akan menceritakan semuanya pada kalian” ucap nyonya Lee sambil melirik kea rah chae jin dan hanna bergiliran.

Flash back

Di sebuah kamar rumah sakit.

“unnie dia lahir dengan selamat” ucap hye song(a.k.a ibu han na) kepada kakak iparnya

“yeobo, dia sangat cantik sepertimu” balas lee hye gun (ayah chae jin) sembari menyerahkan bayi yang ia gendong ke pada istrinya.

“kau sungguh cantik anakku” ucapnya menghibur dirinya.

“unnie,. Aku rasa sebentar lagi aku akan melahirkan juga” sahut hye song “aku sudah melakukan USG dan dokter bilang bayiku adalah perempuan” lanjutnya.

“baguslah,. Semoga mereka berdua menjadi saudara yang rukun” sambut lee hye gun penuh harap.

Beberapa hari kemudian,.

Lee hye song telah melahirkan anaknya di rumah sakit yang sama dengan kakak iparnya, ia begitu bahagia karna anaknya terlahir begitu cantik.

Bersamaan dengan hari itu, lee gae in (ibu chae jin) sedang mengecek penyakit anaknya yang tidak kunjung sembuh untuk beberapa hari setelah kelahirannya,

Gae in menyandarkan dirinya lemah pada sebuah tembok rumah sakit sesaat setelah ia mendengar perkataan dokter yang begitu membuatnya sesak.

“hmm,. Anak anda berbeda dengan yang lain nyonya. Radang di tenggorokannya membuat pita suaranya menjadi abnormal, dan dia tidak akan bisa bicara layaknya anak yang lain”

Kalimat demi kalimat yang terlontar dari mulut dokter itu selalu terlintas di fikiran gae in. bagaimana ia bisa membesarkan anaknya dengan bahagia jika  semua keluarganya akan menolaknya karna kekurangnya.

Ia sangat tau pasti di mana ia hidup saat ini, ia hidup dalam keluarga yang begitu besar dan kaya raya, CEO perusaahaab VIC adalah suaminya. Danmertuanya adalah orang yang begitu menjunjung tinggi harkat dan martabat keluarga. Lalu apa yang harus ia lakukan dengan bayinya?. Tetes demi tetes air matanya mengalir deras, iabegitu berfikir keras dengan tindakan yang akan ia lakukan.

Bayi yang ia ber I nama Lee min na itu adalah bayi yang gae in tunggu-tunggu, begitu pula dengan hye gun suaminya. Karna sudah 4 tahun menikah merekabaru di karuniai seorang buah hati.

Gae in berjalan menelusuri lorong rumah sakit, dan berniat mengunjungi adik iparnya hye song yang sudah bersalin beberapa jam yang lalu.

“unnie,.” Panggil hye song saat gae in membuka pintu ruangannya.

Gae in berjalan pelan mendekati ranjang yang di duduki hye song, dilihatnya hye song begitu bahagia menggendong buah hatinya, sama seperti yang ia rasakan saat pertama kalinya menggendong min na anak satu-satunya.”

“hye song-a dia begitu cantik sepertimu” ucapnya lirih,.

“ne unnie, tapi saying sekali ayahnya tidak bisa melihatnya langsung”

“apakah dia masih di amerika?”

“iya unnie, masih ada rapat yang harus ia hadiri” ucapnya dengan nada yang begitu kecewa “waaah,. Seandainya saja aku seperti unnie bisa ditemani saat melahirkan oleh suamiku” lanjutnya

“heey,. Kamu tak boleh berkata seperti itu” tangkas gae in *seandainya anakku normal sepertimu* batinnya.

“oh ya unnie,. Aku akan member nama anak ku, han na,, Lee han na, agar nama mereka tidak jauh berbeda, lee han na dan lee min na, sangat indah kan unnie?”

“iyaa,. Namanya sangat indah” jawab gae in dengan sungguh sangat berat.

2 hari kemudian.

Gae in  berjalan kebingungan di kamarnya, tindakan apa yang harus ia lakukan kali ini. Nyonya besar yang tidak lain adalah mertuanya seringkali menyuruhnya untuk memberikan min na ke panti asuhan, namun ia bersi keras tidak mau karna bagaimanapun min na adalah buah hatinya.

Namun masih ada seseorang di sampingnya, yaitu istri kedua dari mendiang presedir , yaitu nyonya kedua dari perusahaan besar VIC itu, ia di beri kewenangan untuk mengelola sekolah-sekolah yang didirikan oleh VIC seperti shinhwa highschool dan sekolah-sekolah lainnya.

“gae in-a, kau harus kuat, bagaimanapun min na adalah anakmu, kau harus memperjuangkannya sampai akhir” kalimat itu yang menjadi penguat  gae in, dimana saat suaminya tidak bisa selalu bersamanya, mertua tirinya lah yang selalu menguatkannya,

Dan akhirnya ia putuskan untuk meninggalkan rumah, dan menulis surat untuk hye song, mertua tiri dan suaminya.yang berisikan bahwa ia akan membesarkan min na sendiri hingga dia bisa tumbuh menjadi anak yang baik dan bisa hidup bahagia.

Flash back stop.

“eomma,. “ucap chae jin dengan air mata yang tak bisa tertahankan.

“chae jin-a,maafkan ibu karna ibu tak bisa membesarkanmu dengan baik”

“ani,. Aku lah yang selama ini membuatmu menderita dan harus kehilangan semuanya.”

“jangan bicara seperti itu, karna kamu lebih berharga dari itu semua”

Han na hanya terdiam mendengarkan cerita ibunya, tak di sangka bahwa chae jin adalah sepupu kandungnya. Ia beranjak dari duduknya dan pergi memasuki kamarnya.

SKIP

“begitulah ceritanya” ucap chae jin sambil meneguk bubble teanya.

“jadi,. Kau ,.?” Balas ryeo jun masih dlam keadaan tak percaya

“em,. Aku adalah sepupu kandung han na”

“whoa,. Aku masih tidak bisa percaya dengan semua ini”

“jelas saja kau tak percaya, karna dari semua segi aku memang sangat berbeda dengan han na, han na terlalu sempurna untuk di samakan dengan ku,”

“lalu bagaimana dengan han na?”

“ia ternyata berhati lembut di balik sosoknya yang kasar, ia menerimaku dengan baik, tapi,. Ia putuskan untuk sekolah di luar negri agar selalu tinggal bersama ibunya.”

“teruus,. Lanjutkan” pinta ryeo jun.

“kalau kau ingin tau banyak kenapa tidak mengajaknya jalan saja “ balas chae jin kesal

“aigoo,. Apa sekarang waktu yang tepat untuk cemburu?’ goda ryeo jun

“ih,. Siapa yang cemburu?” sangkal che jin

“yaaa,. Pabo-ya, aku sudah menunggumu selama 11 tahun dank au masih tak percaya dengan ketulusanku” ucap ryeo jun dengan nada sedikit tinggi.

“YAA,. Ryeo jun-a jangan berteriak” balas chae jin sambil menutup mulut ryeo jun dengan sebelah tangannya.

Ryeo jun tersenyum geli  melihat perilaku chae jin. Ia menggenggam tangan chae jin dan memasukkannya ke dalam  saku jaketnya.

“jaa,, ayo kita pergi, jangan hanya habiskan waktu di satu tempat” ucapnya sambil bangkit dari duduknya.

“chae jin-a apakah ini kencan pertama kita?” lanjutnya

“mwoya,. Kencan apa,. “ balas chae jin dengan muka yang sudah memerah.

“aigoo,., kau begitu cantik dengan muka merah itu,.” Goda ryeo jun

“yaa,. Ryeo jun,a ,,. “

belum sempat chae jin menghindar dari ryeo jun, ryeo jun lebih dulu menarik lengannya dan memeluknya erat.

“chae jin-a, dengarkan aku,. “ ucap ryeo jun lembut sambil menyandarkan dagunya di bahu chae jin

“saranghaeyo,. “ ucapnya tulus,. “karna itu jangan pernah berfikir untuk meninggalkanku, karna aku tak ingin gila lagi seperti dulu, arasseo,.??”

Chae jin hanya mengangguk pelan, ia begitu tersentuh dengan pengakuan ryeo jun.

“ryeo jun-a,. nado saranghae,. “ balasnya pelan.

 

END,.

THANKS FOR READING ^^
GAMSAHAMNIDA ^^

 

 

"aku bisa merasakanmu"(나 널 느껴) PART 9


Na neol neukkyeo

Part 9

“ryeo jun-a,.” panggil chae jin. “aku ingin memberitahumu sesuatu” lanjutnya.

Ryeo jun menghentikan lanhgkahnya dan berbalik kembali,.

“sebenarnya,. Aku dan do hyun,.” Ucap chae jin ragu,.

“ada apa antara kamu dan do hyun,.???” Tanya rtyeo jun dengan ekspresi yang penuh dengan Tanya.

“aku dan do hyun hanya berteman, aku harap kamu jangan berfikiran yang lain-lain” ucap chae jin memberanikan diri.

Ryeo jun tersenyum lega dengan jawaban chae jin, dari jawaban itu ia bisa memahami bahwa chae jin tak mau kehilangan dirinya.*gomawo chae jin-a* batinnya.

SKIP

3 hari kemudian

Di salah satu ruangan rumah sakit han na terlihat berbaring lemah di atas sebuah kasur berwarna biru polos.

“han na-ya” panggil ryeo jun pelan

Han na hanya menoleh pelan kea rah ryeo jun yang tiba-tiba memasuki ruangannya.

“han na, aku kesini untuk,.” Ucap do hyun yang langsung di sela oleh ucapan hanna

“jika kamu ingin membicarakannya,lebih baik kamu keluar saja ,aku butuh istirahat,.” Jawab han na pelan

“ mungkin ini tak masuk akal, tapi aku menyukainya” aku ryeo jun tanpa ragu

“menyukainya? Kamu bilang kamu menyukainy? Perempuan yang baru saja kamu kenal,bagaimana dengan ku yang sudah sangat lama mengenalmu?” ucap han na dengan penuh kekuatan

“tidak,. Aku lebih dulu mengenalnya, “

Han na hanya menatap ryeo jun lemah, ia tak bisa berucap apa-apa lagi, terlihat dari ekspresi wajahnya kalau dia tidak mengerti maksud dari ucapan ryeo jun

“dia min na, sekarang kamu mengertikan?”

“maldo andwe(tidak mungkin”) ucap han na pelan.

“memang kedengarannya tidak mungkin, tapi memang begitulah kenyataannya.” Jelas ryeo jun.

Han na terdiam, ia sangat menyadari bahwa saingan terberatnya selama ini adalah si gadis kecil yang bernama min na. selama ini ia selalu mendekati ryeo jun karna ia yakin min na itu hanya akan menjadi kenangan masa kecil ryeo jun. tapi keyakinan itu tidak berlaku saat ini, karna min na sudah kembali.

“maafkan aku han na, aku tak bisa memberikan apa yang kamu mau, aku,.”

“sudahlah,. Aku ingin beristirahat”

“baiklah,. “ ucap ryeo jun sambil menundukkan kepala dan meninggalkan ruangan.

Saat meninggalkan ruangan ryeo jun berpapasan dengan direktur  shinwa high school yang tidak lain adalah nenek tiri han na.ryeo jun hanya menundukkan kepala hanya sekedar untuk menunjukkan rasa hormatnya.

“han na-ya.,.”

“halmoni (nenek),.” Jawab han na pelan

“apa kamu sudah lebih baik?”

“ne,.” jawabnya sembari tersenyum simpul, “ibu di mana?” lanjutnya

“dia masih menyiapkan makan malam untukmu”

“haaah,. Leganya” ucap han na

“ooh iya halmoni, aku dengar saat kecelakaan aku kehilangan banyak darah,?” Tanya han na

“hmm,. Memang benar, tapi syukurlah dia menyelamatkanmu”

“dia?? Siapa?” Tanya han na penasaran

“nenek kurang tau, sepertinya dia teman sekelasmu, namanya chae jin” jelasnya.

“chae jin,.” Ucap han na. bibirnya terasa kaku mengucapkan nama itu.

Sekarang ia merasa begitu shok, bagaimana ia bisa membenci seseorang yang telah menyelamatkan nyawanya, chae jin yang selama ini telah ia permalukan, chae jin yang selama ini selalu ia buat menderita, namun dialah yang menyelamatkannya dari kematian.

Tanpa sadar han na meneteskan airmatanya deras.*eottohke?” batinnya. Sambil mengusap airmatanya.

DI RUMAH RYEO JUN

“ayah,.bisakah aku berbicara sebentar” ucap ryeo jun pada ayahnya yang sedang duduk memandang ke arah laptop”.

“ekhmm,.” Suara deheman tuan kang yang berarti mengiyakan perkatan ryeo jun

“ayah,. Aku tak mau bertunangan” tegas ryeo jun

Tuan kang hanya menatap tajam ke arah anak tunggalnya itu

“ayah aku mohon,,. Aku tak mau bertunangan dengan han na”

“ryeo jun, kamu adalah anak tunggal, satu-satunya penerus perusahaan kita, bisakah kau bertindak lebih dewasa”  jelas tuan kang.

Ryeo jun menunduk mendengar perkataan ayahnya, ia seperti kehabisan kata-kata.

“ryeo jun-a, ini adalah sebuah janji yang sudah ayah buat dengan almarhum ayah han na, jadi ayah tidak bisa membatalkannya.”

“tapi kenapa harus aku ayah?, ayah menyuruhku untuk bertindak lebih dewasa, jadi beri aku kesempatan untuk memilih jalan hidupku sendiri” ucap ryeo jun dengan penuh keberanian.

“hmmm,. Baiklah, kau berani memilih berarti kau harus berani bertanggung jawab”

“maksud ayah?” timpal ryeo jun tidak mengerti

“kau sendiri yang harus membatalkan pertunangan ini di depan keluarga han na”

Ryeo jun tertegun mendengar perkataan ayahnya. Ia tak menyangka bahwa ayahnya memberikan tanggung jawab yang besar kepadanya, bagaimanapun caranya ia harus berani bertanggung jawab atas keinginannya.

“baiklah ayah,. Aku punya cara sendiri untuk menangani semua ini, dan aku harap ayah bisa memahaminya.” Ucap ryeo jun sambil menundukkan badan tanda hormat kepada ayahnya.

SKIP,.

Di taman.

“chae jin-a, bisakah kau membantuku” ucap ryeo jun sambil menatap dalam kea rah chae jin

“membantu apa?”

“eumm,. Aku,. Aku ingin mengenalkanmu pada keluargaku”

“mwo,.?? Bukankah ini terlalu cepat?” balas chae jin kaget.

“aku hanya ingin memperkenalkan perempuan yang aku suka”

“mwoyaa,., kamu ini ada-ada saja” balas chae jin dengan wajah yang memerah.

“chae jin-a dengarkan aku baik-baik” ucap ryeo jun sambil memegang kedua pundak chae jin. ”malam minggu nanti kau harus membawa ibumu kerumahku, “ ucap ryeo jun sambil memandang tanpa kedip kea rah chae jin,

“aah,. Ibuku,.? Untuk apa? Ibuku sedang  banyak pekerjaan di rumah, jika aku menyuruhnya akan mengahbiskan banyak uang kesini dari,.,”

“ssst,.,” ucap ryeo jun dengan telunjuk yang sudah menempel di bibir chae jin “aku mohon, jangan tolak aku kali ini saja,.” Ucap ryeo jun tulus.

Chae jin menghempaskan nafas pelan, ia tak bisa berbuat apa-apa lagi. Ia terlalu menyayangi lelaki tampan yang ada di depannya saat ini.

Ryeo jun tersenyum tulus kea rah chae jin dan dengan pelan ia mengelus-elus kepala chae jin

“chae jin-a, saranghae,.” Ucapnya lirih.

3 hari kemudian.

Malam itu ryeo jun terlihat panic di dalam kamarnya, malam yang ia tunggu-tunggu akhirnya datang menghampirinya. Ia bingung harus berkata apa di depan ibu han na, tapi dia yakin bahwa nyonya lee adalah wanita yang baik dan bisa memahami apa yang ia rasakan.

Ryeo jun segera bergegas menuruni anak tangga kamarnya satiu persatu karna suara nyonya kang yang tidak lain adalah ibunya tengah memanggilnya. Itu berarti bahwa han na dan ibunya telah datang.

“wassoyo,,.” Ucap nyonya kang menyambut kedatangan nyonya lee dan han na. kemudian nyonya kang mempersilahkan keduanya untuk duduk.

“maafkan kami, telah mengganggu waktu anda “ sambut tuan kang yang tidak lain adalah ayah ryeo jun

“aah,. Tidak apa-apa” jawab nyonya lee halus. “aah,. Ryeo jun-a, kau terlihat semakin tampan” lanjutnya saat melihat ryeo jun duduk di salah satu kursi

“terimakasih nyonya” jawab ryeo jun sambil menundukkan kepala.

SKIP.,

“ekhm,. “ suara deheman ryeo jun membuat semua orang menolehkan pandangan ke arahnya.

“nyonya lee,. Saya mengundang anda dan han na ke sini untuk membicarakan sesuatu tentang pertunangan saya dan han na,.” ucap ryeo jun dengan penuh keberanian.

“saya,.”

“biar aku yang berbicaraduluan” cegah han na sambil menataptajam ke arah ryeo jun

“eomma,. Tuan kang dan juga nyonya kang, aku ingin membatalkan pertunanganku dengan ryeo jun” ucap han na yang membuat seluruh isi ruangan itu tertegun.

“mungkin ini kedengarannya sangat aneh, tapi aku memiliki seorang yang aku sukai jadi,. Aku harap anda semua bisa mengerti,.” Ucap han na tanpa sedikitpun keraguan.

“han na-ya,.” Ucap ryeo jun lirih,.

“wae,. ? bukankah kau juga memiliki seorang yang kau sukai? Aku pun begitu” jawab han na sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya ke arah ryeo jun.

*ryeo jun-a, walaupun ini berat, tapi aku menyadari bahwa perasaan itu tidak bisa di paksakan, aku juga menyadari bahwa perasaanku padamu bukan cinta, itu semua hanya ambisiku untuk memilikimu, jadi sekarang aku tau bahwa aku memang blum menemukan orang yang benar-benar aku cintai* batin han na dalam hatinya sembari tersenyum ke arah ryeo jun.

“maafkan kami, tuan kang dan nyonya kang, saya sebagai ibu han na juga tidak bisa memaksakan perasaannya. Aku harap kalian bisa mengerti” ucap nyonya Lee memulai pembicaraan.

Ibu dan ayah ryeo jun membalasnya dengan senyuman tulus, mereka juga sangat bahagia dengan keputusan yang di ambil oleh anaknya. Karna mereka lebih ingin melihat ryeo jun yang dulu kembali lagi, ryeo jun yang sangat ceria,pemberani dan pintar bergaul akan kembali.

“ayah, ibu,. Aku juga mengundang seseorang untuk makan bersama kita, “ ucap ryeo jun

Seketika chae jin dan ibunya memasuki pintu dan ryeo jun mempersilahkannya untuk duduk.

“TLAANK,.”

Suara garpu yang di pegang nyonya Lee terjatuh ke piring yang ada di depannya,

“eonni,.” Ucapnya pelan saat melihat ibu chae jin menduduki kursi,.

“hye song-a,.” ucap ibu chae jin dengan dengan ekspresi yang begitu sangat terkejut,.

 

NEXT,..

 

"aku bisa merasakanmu" (나 널 느껴) PART 8


Na neol neukkyeo

Part 8

Dalam keadaan penuh dengan emosi han na turun dari mobilnya, ia berniat untuk memarahi dua orang yang sangat menyakiti hatinya. Ia tak bisa tinggal diam, dengan cepat ia berlari menyebrangi jalan tanpa melihat nyala lampu lalu lintas, dengan bercucuran air mata ia berlari dan,.

“BRUUUUAAK,.,”,.

Badan han na terpental ke tengah jalan karna tertabrak sebuah mobil berwarna hitam yang sedang melaju kencang.

Chae jin dan ryeo jun yang berada di lokasi pun tak bisa berkata apa-apa, mereka berdua tak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.

“ryeo jun-a ayo cepat bawa han na ke rumah sakit” teriak chae jin

Ryeo jun menggendong han na yang sudah berlumuran darah.dan che jin pun ikut mencari pertolongan.

SKIP.

“apakah anda wali pasien?” Tanya seorang dokter kepada direktur hwang yang tidak lain adalah nenek tiri han na.

“ne, uisangnim (dokter)”

“karna kecelakaan, han na kehilangan banyak darah dan ia butuh transfusi, bisakah anda mentransfusikan darah anda untuknya?”

“maaf, uisangnim, saya bukan keluarga kandung han na”

“kalau begitu  bisakah orang tua kandungnya datang sekarang? Karna golongan darah han na begitu langka untuk di temukan.”

“ibunya sedang melaksanakan bisnis di luar negri, mungkin dia akan sampai di malam hari” jawab direktur hwang

“maaf bu,kami tidak bisa mengundur waktu lagi, han na sudah kehilangan banyak darahnya.

“bolehkah aku mencoba uisangnim?” cetus chae jin yang sudah tidak tahan mendengar percakapan yang tak berujung solusi itu.

“apakah anda saudara kandungnya?” Tanya dokter

“bukan, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba” tegas chae jin

SKIP

“apa kau baik-baik saja?” ucap ryeo jun melihat chae jin terbaring lemas setelah transfusi berlangsung. Darah chae jin ternyata cocok dengan darah han na sehingga ia bisa melakukan transfuse.

“ne” jawab chae jin pelan.

“aku, aku ingin jujur kepadamu” ungkap ryeo jun.

“tentang apa ryeo jun-a?”

“Waktu itu,.,.

Flash back

Bayangan chae jin selalu menghantui fikiran ryeo jun sesaat setelah chae jin mengobati lukanya , ia tak bisa mengontrol dirinya saat ia mencoba melupakan bayangan chae jin dengan melihat lukisan min na yang selalu terpampang di kamarnya.

“aku harus mencari min na” tekadnya pada dirinya sendiri

SKIP

Ryeo jun berjalan memasuki sebuah kampong asri yang mempunyai segundang kenanganmasa kecilnya bersama min na. ia pun menghentikan langkahnya saat melihat rumah kumuh yang berada di pinggiran hutan itu masih terlihat seperti dulu, tak ada sedikitpun perbedaan, hanya saja sekarang sudah ada beberapa rumah lain yang di bangun di sebelahnya.

“tok,. Tok,.” Ryeo jun memberanikan diri untuk membuka pintu. Ia takut jika min na tidak menerima kedatangannya karna terlalu lama meninggalkannya tanpa kabar.

Tak lama kemudian pintupun terbuka.

“annyeohaseyo eommeoni,.” Salam ryeo jun sambil membungkukkan badannya melihat sosok wanita yang sangat ia kenali.

Ibu itu pun membungkukkan badannya pelan, namun ia masih terlihat heran.

“siapakah anda?” tanyanya pelan.

“aku ryeo jun,. kang ryeo jun”

“omo,. Ryeo jun-a,. “ucap ibu LEE sembari memeluk ryeo jun.

Akhirnya ryeo jun bisa bernafas lega karna ibu Lee menerima dengan hangat kedatangannya.

“ayo, silahkan masuk,.”

SKIP

“ryeo jun-a, kenapa kau baru datang sekarang?”

“mi,.mianhae eommeoni,aku sedikit lupa dengan jalan menuju ke tempat ini, tapi,. Sekarang aku memberanikan diri”

“ooh, gwaenchana,. Ryeo jun-a, min na selalu menunggu kedatanganmu setiap hari” ungkap ibu Lee

“aah,. Anak itu, aku juga sungguh merindukannya” aku ryeo jun tanpa malu “tapi,. Dimana min na sekarang?” lanjutnya.

“aah,. Kau datang di waktu yang tidak tepat, min na sekarang tinggal di kota, ia meneruskan sekolahnya di sebuah SMA ternama”

“whoa,.,daebak,.!! Min na memang sangat pintar eommeoni” puji ryeo jun “apakah ibu tau nama sekolah itu?” lanjutnya

“shi,. Shi,. shinwa high school”  ungakap ibu Lee sedikit mengingat-ingat.

“mwooo,.,.?” balas ryeo jun dengan nada yang begitu mengejutkan.”shinwa,.?” lanjutnya balik bertanya

“ne,. apakah ada yang salah ryeo jun-a?”

“aani,. Eommeoni,itu adalah SMA tempatku bersekolah,.” Jelas ryeo jun.

“whaa,. Berita yang bagus, kau bisa sering bertemu dengannya. Min na juga sangat merindukanmu”

“mungkin kita di kelas yang berbeda bu, dan kita tidak mengenali satu sama lain” jelas ryeo jun. “bagaimana aku bisa mengenalinya”  ucap ryeo jun dengan wajah yang begitu bingung

“tunggu sebentar, ,.” Ucap ibu Lee sembari meninggalkan ryeo jun,.

“ini,. “ ibu Lee menyodorkan sebuah foto yang ia ambil bersama min na sehari sebelum keberangkatan min na ke kota,

Betapa terkejutnya ryeo jun saat melihat sosok yang berada dalam foto itu. Ia sunguh tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. “apakah ini nyata” batinnya,.

Flash back stop

“min na-ya”,l panggil ryeo jun pelan sambil menatap tajam ke arah chae jin.

Chae jin pun menatap ryeo jun sambil bercucuran air mata, ia hanya tak menyangka akan bertemu ryeo jun kecilnya yang selama ini ia nantikan.

“maafkan aku terlalu lama meninggalkanmu,.” Ucap ryeo jun “eommeoni sudah menceritakan semuanya, “ lanjutnya.

“baboya,.” Ucap chae jin pelan “kenapa kamu baru memberitahuku sekarang?” lanjutnya.

“itu,. Aku hanya ingin memperbaiki imageku dulu di hadapanmu”jawab ryeo jun pelan,

“apa ibu memberitahumu kenapa ia mengganti namaku?”

“yaa,. Dia bilang, saat oprasimu selesai, saat kamu bisa bersuara dia akan mengganti namamu agar tak ada lagi kenangan buruk yang kamu hadapi” jelas ryeo jun

“hmmm,., hari itu rasanya sebuah keajaiban, aku bisa dapat oprasi gratis berkat bantuan bu guru seo”

“siapakah dia?”

“dia guru di sekolahku dulu, dia begitu menyayangiku, dia menganggapku sebagai anaknya sendiri, sehingga di berjuang mencari rumah sakit yang berbaik hati untuk mengoprasiku.” Cerita chae jin.

“sekali lagi aku minta maaf, karna aku tak pernah mencarimu” pinta ryeo jun sembari menundukkan kepalanya .

“aiish,. Jangan seperti itu ryeo jun-a, aku baik-baik saja” ucap chae jin sambil tersenyum tulus.

Ryeo jun menarik nafasnya pelan, reaksi chae jin jauh dari apa yang ia bayangkan, ia membayangkan jika chae jin tak mau memaafkannya.*hah,. Aku sungguh bahagia * batin ryeo jun. tanpa ragu ia mengecup kening chae jin lembut ,chae jin memejamkan matanya pelan, ia juga merasa sungguh bahagia.  Akhirnya ryeo jun kembali lagi kesisinya.

“ekhhmmm,.,” terdengar suara deheman dariseseorang yang tepat berada di samping tirai pembatas .

Ryeo jun segera memperbaiki posisinya kembali, momentmelepas rindunya bersama chae jin pun terganggu oleh suara deheman eun gi yang tiba-tiba saja muncul.

“mianhae,.” Ucap eun gi.

“anii,. Eun gi-ya “ timpal chae jin yang mukanya terlihat langsung memerah karna menahan malu.

“apa kau baik-baik saja?” Tanya eun gi “aku,. Aku kesini bersama do hyun” lanjutnya

“di mana do hyun?” Tanya chae jin

“do hyun-a,ayo masuk”perintah eun gi yang menolehkan pandangannya ke belakang tirai.

“a,. annyeong chae jin-a” ucap do hyun sungkan sembari melirik kea rah ryeo jun.

“kenapa kau tidak masuk?” Tanya chae jin

“anii,. Aku hanya sedikit sungkan, aku kira kau masih marah padaku.

“aah,. Sejak kapan aku bisa memarahimu, kau adalah yang terbaik do hyun-a” ungkap chae jin

“ekhmm,.” Ryeo jun pun berdehem keraskarna merasa cemburu dengan perkataan chae jin “sepertimya aku butuh air” lanjutnya sembari berjalan keluar meninggalkan ruangan.

“ryeo jun-a,.” panggil chae jin. “aku inginmemberitahumu sesuatu” lanjutnya.

Ryeo jun menghentikan lanhgkahnya dan berbalik kembali,.

“sebenarnya,. Aku dan do hyun,.” Ucap chae jin ragu,.


 

Next,.

 

 

"aku bisa merasakanmu" (나 널 느껴) PART 7


Na neol neukkyeo

Part 7 “neoneun nae gyeoteisseul su isseulka?” (bisakah kau berada si sampingku?)

Pagi  itu chae jin terlihat berlari menuju  jalan raya yangtepat berada di depan gang kompleks rumah atap yang ia sewa, ia teringat hari ini adalah hari dimana perjanjian perdananya di mulai, yaitu menunggu ryeo jun di depan gang untuk berangkat sekolah bersama ,

Setelah 15 menit menunggu, terlihat wajah ryeo jun yang tiba-tiba muncul di hadapan chae jin

“chae jin-a” panggil ryeo jun setelah berjarak 10 meter dengan chae jin.

Chae jin langsung menoleh sembari tersenyum simpul kea rah ryeo jun.

“apa aku terlambat?” tanyan ryeo jun sambil membenarkan jasnya.

“aniii, kau tidak terlambat” jawab chae jin membohongi perasaanya.

Sebenarnya chae jin merasa heran dengan sikap ryeo jun akhir-akhir ini yang begitu aneh,sehingga ia tidak berani berkata apa-apa walau ryeo jun melakukan kesalahan sekalipun.

“chae jin-a, kenapa kau diam saja” ucap ryeo jun memulai pembicaraan.

“ee, ee, aku bingung apa yang harus aku ucapkan” jawab che jin sambil tetap menunduk.

“eyyhh,. Kau ini  jangan seperti itu” timbale ryeo jun sambil memegang dagu chae jin dan mengangkatnya pelan. “jika orang berbicara padamu, lihatlah ke arahnya” lanjutnya.

“eeh, ne “ jawab chae jin sambil menganggukkan kepala pelan

Chae jin menelan ludahnya pelan saat ryeo jun melepas dagunya, ia tak sesekali mengedipkan mata dan terlihat salah tingkah *ayolaah, jangan berdebar-berdabar  di waktu yang tidak tepat* batin chae jin.

SKIP

Waktu istirahatpun tiba, semua siswa terlihat berhamburan menuju kantin, namun tidak dengan chae jin, ia terlihat berjalan menuju ruang direktur  karna pagi tadi ibu park, wali kelasnya memberitahunnya jika bu direktur ingin bertemu dengannya.

“annyeonghaseyo isangnim (direktur)” sapa chae jin sambil merundukkan kepala saat tepat berada di depan sang direktur.

“silahkan duduk” ucap bu dierktur “maafkan, ibu chae jin telah mengganggu waktu istirahatmu” lanjutnya.

“aniia, ibu sama sekali tidakmengganggu, tapi,. Ada urusan apa aku di panggil ke sini buk?”

“beberapa hari yang lalu bu park wali kelasmu meminta izin agar kamu di izinkan mengikuti lomba menulis di seoul”

“benar begitu isangnim?” Tanya chae jin

“iya, dan ibu sudah melihat daftarnilaimu akhir-akhir ini, kamu sungguh cerdas”

“terimakasih isangnim”

“kamu akan membawa nama sekolah kami, jadi ibu harap kamu mempersiapkannya dengan baik”

“iya bu, saya akan bekerja keras”

Ibu direkturpun menyerahkan sebuah formulir pendaftaran kepada chae jin, kemudian chae jin mulai mengisinya.

“ini formulirnya bu” ucap chae jin seseaat setelah melengkapi identitasnya.

Direktur terdiam melihat nama wali yang tertera di kertas formulir tersebut, seketika wajahnya memucat.

“ada apa isangnim?” Tanya chae jin heran.

“aniii,., chae jin-a apa kau hanya tinggal dengan ibumu?”

“ne, isangnim,kenapa?.”

“nama ibumu sangat familiar”ucap direktur pelan

“aaah, nama ibuku memang banyak kesamaan dengan yang lain.

SKIP

“chae jin-a, apa kau tak  takut pada han na?” bisik eun gi sepulang sekolah

“semua orang takut padanya, tapi ini hanya salah paham eun gi-ya” jawab eun gi

“chae jin-a, kamu harus berhati-hati ryeo jun sepertinya menyukaimu”

“aah,. Kau ini, ryeo jun tidak seperti itu padaku”

“aiissh,. Apa kau tak lihat tatapannya saat melihatmu”

“dia biasa saja, selalu dingin”

“aahh,. Baiklah baiklah, suatu saat kau akan mengerti chae jin-a”

“annyeong eun gi-ya chae jin-a” terdengar suara yang sudah taka sing lagi di telinga dua bersahabat itu, dengan serentak mereka berdua membalikkan badan menghadap sumber suara.

“YAAA,., do hyun-a, apakau begitu sibuk sampai tak pernah mengabariku jadwal latihan barumu?”teriak eun gi membuat do hyun dan chae jin tersenyum geli.

“mianhae,. Nanti akan ku kirimkan lewat email” jawab do hyun menahan tawanya

“okeey,. Aku tunggu” timpal eun gi

“ooh yaa chae jin-a. akhir-akhir ini aku jarang melihatmu berangkat ke sekolah seperti biasa, apa kau berangkat di waktu matahari terbit?” Tanya do hyun penasaran

“yaaa,. Do hyun-a apa kau tidak tau sudah tiga hari berturut-turut chae jin berangkat,.” Blum sempat eun gi melanjutkan perkataannya ia langsung menahannya karna melihat sosok yang sudah sangat familiar di hadapnnya.

“dia selalu berangkat bersamaku, wae?” ucap ryeo jun yang tiba-tiba saja muncul di belakang do hyun.

“aah,. Kau rupanya” balas do hyun

“chae jin-a, apa kau tak mau pulang bersamaku?” ucap ryeo jun

Chae jin hanya terdiam menanggapi tawaran ryeo jun, disisi lain ia ingin bersma eun gi dan do hyun, namun di sisi lain ia tak bias membohongi perasaanya untuk selalu di samping ryeo jun.

“anii,. Dia akan pulang bersama kami” timpal do hyun ketus.

“aku tidak bertanya padamu kunyuk” balas ryeo jun tak mau kalah.

“ku peringatkan padamu sekali lagi ryeo jun, jangan campuri kehidupan chae jin lagi, ia terlalu baik untuk kamu sakiti” ucap do hyun

 eun gi dan chae jin semakin bingung harus berbuat apa untuk menghentikan dua pria yang sedang bertikai di hadapannya.

Ryeo jun membalas perkataan do hyun dengan senyum sinisnya yang begitu menantang.

“kau salah besar do hyun” balas ryeo jun tak mau kalah, “aku bersamanya karna aku merasa nyaman saat di dekatnya” lanjutryeojun membuat do hyun kehabisan kata-kata.

“chae jin-a kajja (ayo) “ ucap ryeo jun sambil menggenggam tangan chae jin

Do hyun menggeretakkan giginya kuat menahan amarah menyaksikan apa yang baru saja terjadi, ia hanya bias menatap tajam punggung ryeo jun dan chae jin yang semakin menjauh.

“do hyun-a, kajja” ucap eun gi berusaha sedikit menenangkan.

SKIP

“ryeo jun-a, bisakah kau melepaskan tanganku” ucap chae jin memberanikan dirinya.

“aah,. Mianhae chae jin-a” jawab ryeo jun sedikit malu

“apa perasaan seseorang adalah sebuah permainan?” Tanya chae jin “aku mengikutimu bukan berarti aku memilihmu,” ucap chae jin dengan nafas yang sedikit tersenggal.

“aku tau kamu memang sering bertikai dengan do hyun dalam masalah apapun, aku tau apa yang kau ucapkan tadi semua itu hanya untuk mengalahkan do hyun” ungkap chae jin.

“aku bersamamu karna aku tau do hyun lebih pandai menyusun kembali perasaannya dibandingkan dirimu” tak hentinya chae jin mengungkapkan apa yang sebenarnya ia rasakan.

Ryeo jun terdiam, ia mendengar dengan jelas bait demi bait kalimat yang keluar dari mulut chae jin *seperti inikah kau menilaiku* batin ryeo jun dalam hatinya, ia merasa sedikit kecewa dengan penilaian chae jin terhadapnya.

“dan juga ryeo jun-a, aku mohon jika kau ingin mengalahkan do hyun jangan jadikan aku sebagai kisaran kemenangan.” Jelas chae jin dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

Ryeo jun sudah tak tahan mendengar perkataan chae jin, dan tanpa ragu ia menarik lengan chae jin lalu memeluknya erat.

“tak bisakah kau mendengarku dulu sebelum kau berbicara” ungkap ryeo jun pelan membuat chae jin tak bias berkutik.

“kamu,. Kamu bukan bahan kisaran, mungkin ini sangat memalukan untuk di ungkapkan, tapi,.bisakah kau tetap di sampingku agar aku selalu merasa nyaman?” pinta ryeo jun dengansuara yang begitu lembut .

SKIP,.

Han na memukul kuat  stir mobil yang ia kendarai,ia begitu sakit hati melihat pemandangan yang ada di hadapnnya saat ini. Untuk pertama kali han na melihat ryeo jun memeluk seorang wanita. Ryeo jun sama sekali tak pernah memeluknya , ryeo jun bahkan tak pernah berkata bahwa ia merasa nyaman di sampingnya.

Dalam keadaan penuh dengan emosi han na turun dari mobilnya, ia berniat untuk memarahi dua orang yang sangat menyakiti hatinya. Ia tak bisa tinggal diam, dengan cepat ia berlari menyebrangi jalan tanpa melihat nyala lampu lalu lintas, dengan bercucuran air mata ia berlari dan,.

“BRUUUUAAK,.,”,.

 
NEXT,.
 

 

 

 

 

"aku bisa merasakanmu" (나 널 느껴) PART 6


Na neol neukkyeo

Part 6

“heh, sepertinya aku harus membuat perhitungan dengannya” ucap han na ketus dengan sesekali menggumpalkan tangannya kuat.

“apa kau tahu di mana anak baru itu sekarang?’ tanya han na.

“sepertinya ia sedang di ruang makan sekolah,.”jawab do hwi salah satu teman han na.

“baiklaah,. Aku akan membuat perhitungan dengannya sekarang,. “ ucap han na sembari menyipitkan matanya dan menatap tajam ke depan.

DI RUANG MAKAN SEKOLAH

Han na berjalan santai dengan teman-temannya, ia tak sesekali melihat kanan dan kiri dengan lihai, tak satupun muka siswa yang ia lewati, ia benar-benar muak saat ini dengan kabar yang ia terima beberapa saat lalu, tak ada satupun wanita yang nekat berduaan dengan kang ryeo jun, tapi anak baru itu memang nekat yang semakin membuatnya begitu geram.

“han na itu dia” tunjuk go sang mi ke arah chae jin yang sedang mengantri untuk mengambil makanan.

Tanpa basa-basi han na langsung menghamipiri chae jin.

“YAAA,.chae jin-a, si murid baru yang genit” teriak han na membuat semua mata tertuju padanya.

Chae jin langsung menoleh karna mendengar suara yang keras memanggil namanya.

“kau berani bermain-main denganku?” ucap han na sambil menarik dasi biru milik chae jin.

“apa maksudmu han na? Apa yang sudah aku lakukan” balas chae jin terbata-bata.

“kenapa kau berani-beraninya mendekati ryeo jun-ku?” kamu jangan banyak berharap yang cewek miskin, dia itu adalah tunanganku?” teriak han na membuat semua siswa mengerumuninya.

Chae jin hanya terdiam, ia tak mengerti apa yang dimaksudkan han na, ia menundukkan kepala malu di depan semua siswa yang memandang jijik kepadanya. Semua orang terdengar berbisik tentangnya. Tak sesekali ia mengedipkan matanya menahan air mata yang hampir tumpah.

Han na tak tinggal diam ia mengeluarkan kata-kata yang tak sopan tentang chae jin di depan semua orang, karna begitu kesal han na berbalik mengambil sebuah telur yang tepat berada di belakangnya.

“PLAAAAAAAK”

Suara pecahan telur itu terdengar keras di punggung seorang pemuda yang berdiri membelakangi han na.

“ryeo jun-a, “ ucap han na pelan.

Terlihat jelas di mata han na, ryeo jun sedang memebelakanginya dalam posisi berhadapan dengan chae jin. Ryeo jun yang entah dari mana datangnya tiba-tiba saja menolong chae jin dari serangan telur yang dilemparkan han na.

Chae jin masih dalam posisi menutup mata dan tepat berada dalam pelukan ryeo jun.ia masih terlihat gugup dan ketakutan. Terbayang olehnya masa-masa kecilnya dulu yang tak ada satupun yang menemaninya karna keurangannya,hingga tanpa sadar ia menyebut nama ryeo jun sahabat kecilnya berulang kali.

“chae jin-a” panggil suara itu pelan, dan membuat chae jin perlahan membuka matanya, di dapatkannya ryeo jun tepat berada di depannya. Dengan sigap ia melepaskan pelukan ryeo jun.

“neo gwaenchana? (apa kmu baik-baik saja?) “ tanya ryeo jun.

Chae jin hanya bisa menatap heran dengan apa yang dia alami saat ini, si sombong  ryeo jun yang ia kenal selama inilah yang menyelamatkannya.

Ryeo jun membalikkan hadap ke arah han na, dan menatapnya dalam. Sedangkan han na masih dalam kondisi tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Ryeo jun mulai berjalan langkah demi langkah  mendekati han na

“kita perlu bicara han na” ucapnya pelan.

Tampak di sisi lain do hyun menerobos kerumunan para siswa dan berlari kecil mendekati chae jin.

“apa kau baik-baik saja?” tanyanya pada chae jin yang masih terlihat diam membisu di hadapan para siswa.

Ryeo jun mengalihkan pandangannya ke arah suara baru yang ia dengar, terlihat elas di matanya saat ini do hyun sedang merangkul chae jin dan membawanya keluar dari kerumunan.

“YAAA,. Do hyun-a” teriak ryeo jun membuat langkah do hyun terhenti. “aku masih ada urusan dengannya” lanjutnya

“urusi  saja tunanganmu, dan jangan mengganggu kehidupan orang lain” timpal do hyun ketus.

Ryeo jun menggertakkan giginya kuat menahan amarah, entah mengapa ia merasa sakit hati dengan pemandangan yang baru saja ia lihat.

“ryeo jun-a” ucap han na sedikit bergetar.

“kamu,. Ikut aku” balas ryeo jun.

SKIP

Ryeo jun menghentikan langkahnya di depan sebuah gedung yang jauh dari keramaian.

“apa maksudmu berkata seperti itu” tanya ryeo jun pada han na yang sedari tadi berdiam diri

“karna aku tunanganmu” jawab han na lepas

“tunangan? Bukankah aku belum menyetujui itu semua?”

“tapi, tetap saja kita akan bertunangan setelah lulus nanti”

“dengar ya han na, aku tidak akan melakukan pertunangan itu, dan aku mohon jangan bertingkah seperti anak kecil” balas ryeo jun tak mau kalah.

Ryeo jun pun berlalu meninggalkan han na seorang diri.

SKIP

Di taman.

“do hyun-a, gomawo” ucap chae jin saat do hyun melepaskan genggaman tangannya di lengan chae jin.

“ne, cheonmaneyo(sama-sama)” jawabnya sambil tersenyum manis,”tapi, kamu benar-benar tidak apa-apa kan?” lanjut do hyun.

“”nee, aku baik-baik saja, tapi do hyun,” ucap chae jin sedikit ragu,.

“tapi apa?”

“aku belum sempat berterimakasih pada ryeo jun”

“sudahlah, tak usah kamu fikirkan.toh ini semua terjadi karena dia”

“huuumh,.” Chae jin membuang nafas pelan, ia merasa tidak enak pada ryeo jun, *seragam ryeo jun pasti sangat kotor* batinnya.

AFTER SCHOOL

Chae jin terlihat berdiri di bawah pohon di samping gerbang sekolah, ia tak langsung pulang karna ingin melakukan suatu hal, namun di sisi lain ia merasa tidak enak karna menolak tawaran do hyun untuk pulang bersama.

Chae jin menengok ke arah gerbang beberapa kali, dan mengghembuskan nafas pelan, seolah sedang menunggu kedatangan seseorang. Tak lama kemudian ia berlari kecil ke arah gerbang

“ryeo jun-a” panggilnya pelan.

Ryeo jun pun menoleh karna mendengar suara yang memanggil namanya

“wae?? “ jawab ryeo jun santai.

“masalah yang tadi, aku berterimakasih dan meminta maaf” ujar chae jin sambil menundukkan badannya.

“kenapa kau baru mengucapkannya sekarang?” balas ryeo jun

“itu,.itu karna aku,.” Chae jin menjawab terbata-bata karna bingung dengan jawaban apa yang paling tepat untuk pertanyaan ryeo jun.

“karna kamu lebih memilih bersama do hyun kunyuk itu kan?” ucap ryeo jun memberi jawaban atas pertanyaannya.

“bukan,, bukan begitu,”

“lalu kenapa? Kenapa kau tak berterimakasih saat itu?” apa kau tau rasanya itu aaaaah,., aku tak bisa menjelaskannya” ucap ryeo jun dengan penuh ekspresi sambil membenarkan dasinya.

“heh,.? Apa aku menyakiti perasaanmu?” tanya chae jin yang meras heran melihat tingkah ryeo jun.

“jelas,. Tentu saja kau menyakiti perasaanku, di depan mataku kau lebih memilih kunyuk itu dari pada aku, terlebih si kunyuk itu menggenggam.,.” ryeo jun seketika terdiam, dan mulai menyadari perkataan yang seharusnya tak ia keluarkan

“mengenggam apa .,?” tanya chae jin penasaran

“bukan,. Bukan apa-apa” jawab ryeo jun dengan sesekali menelan ludahnya.”anggap,. anggap saja aku ta pernah mengatakan apa-apa okey,.” Lanjutnya.

“ah, nee, tapi kau memaafkanku kan?”

“tidak, tidak aku belum memaafkanmu”

“lalu, apa yang harus aku lakukan? “ Tanya chae jin

Ryeo jun terdiam seketika, ia terlihat berfikir dengan apa hukuman yang akan di berikannya pada chae jin.

“aah, aku tahu, mulai besok pagi kau harus berangkat bersamaku e sekolah, bagaiman?”

“heh,. Yang benar saja, aku berjalan kaki ke sekolah ryeo jun.”

“aku tau itu, mobilku akan berhenti tepat di depan gang rumahmu.jadi setiap pagi debelum aku berada di depan gang rumahmu, kau sudah harus stand by.” Jelas ryeo jun

“huumh,. Baiklah, tapi untuk apa kau berjalan kaki ke sekolah”

“itu,. Itu. Aku hanya ingin berolah raga” jawabnya terbata-bata,.

Chae jin menganggukan kepalanya pelan tanda persetujuan, namun sebenarnya ia masih merasa heran *orang kaya memang aneh* batin chae jin

 

Next,..