Na neol neukkyeo
Part 10 “end”
“TLAANK,.”
Suara garpu yang
di pegang nyonya Lee terjatuh ke piring yang ada di depannya,
“eonni,.”
Ucapnya pelan saat melihat ibu chae jin menduduki kursi,.
“hye song-a,.”
ucap ibu chae jin dengan dengan ekspresi yang begitu sangat terkejut,.
Seisi ruangan ikut terkejut dengan apa yang mereka saksikan
saat ini. Terutama chae jin dan han na mereka berdua terlihat begitu kaget
dengan ucapan ibu mereka masing-masing.
Nyonya Lee(ibu han na) beranjak dari duduknya mendekati ibu
chae jin kemudian tanpa ragu memeluknya.
“kemana saja kau selama ini, kita semua merindukanmu”
ucapnya lirih, disertai dengan tangis yang tak tertahankan.
Ibu chae jin tak bisa berkata apa-apa, Ia begitu sangat
terkejut dan shyok dengan apa yang ia alami hari ini.
“eonni,. Apakah dia min na?” Tanya nyonya Lee sambil
meliirik kea rah chae jin
“ne” jawabnya pelan.
“eonni, ayo kembali, kita akan menjadi keluarga bahagia
seperti dulu.” Pinta nyonya Lee sambilmemegang kuat tangan ibu chaejin.
SKIP
DI RUMAH HAN NA
“ibu,. Apa maksud semua ini?” Tanya han na sambil melempar
tasnya ke atas sofa.
“sudahlah han na, kamu duduk dulu, nanti ibu ceritakan.”
Sebenarnya chae jin dan ibunya begitu enggan memasuki rumah
itu, rumah han na yang begitu besar dan megah. Tapi apa boleh buat masalah
memang harus di selesaikan bukan untuk bersembunyi darinya.
“eonni,. Apa yang kau lihat, ayo duduk” ucap nyonya Lee
kepada ibu chae jin.
“kalian berdua dengarkan baik-baik, ibu akan menceritakan
semuanya pada kalian” ucap nyonya Lee sambil melirik kea rah chae jin dan hanna
bergiliran.
Flash back
Di sebuah kamar rumah sakit.
“unnie dia lahir dengan selamat” ucap hye song(a.k.a ibu han
na) kepada kakak iparnya
“yeobo, dia sangat cantik sepertimu” balas lee hye gun (ayah
chae jin) sembari menyerahkan bayi yang ia gendong ke pada istrinya.
“kau sungguh cantik anakku” ucapnya menghibur dirinya.
“unnie,. Aku rasa sebentar lagi aku akan melahirkan juga”
sahut hye song “aku sudah melakukan USG dan dokter bilang bayiku adalah
perempuan” lanjutnya.
“baguslah,. Semoga mereka berdua menjadi saudara yang rukun”
sambut lee hye gun penuh harap.
Beberapa hari kemudian,.
Lee hye song telah melahirkan anaknya di rumah sakit yang
sama dengan kakak iparnya, ia begitu bahagia karna anaknya terlahir begitu
cantik.
Bersamaan dengan hari itu, lee gae in (ibu chae jin) sedang
mengecek penyakit anaknya yang tidak kunjung sembuh untuk beberapa hari setelah
kelahirannya,
Gae in menyandarkan dirinya lemah pada sebuah tembok rumah
sakit sesaat setelah ia mendengar perkataan dokter yang begitu membuatnya
sesak.
“hmm,. Anak anda berbeda dengan yang lain nyonya. Radang di
tenggorokannya membuat pita suaranya menjadi abnormal, dan dia tidak akan bisa bicara
layaknya anak yang lain”
Kalimat demi kalimat yang terlontar dari mulut dokter itu
selalu terlintas di fikiran gae in. bagaimana ia bisa membesarkan anaknya
dengan bahagia jika semua keluarganya
akan menolaknya karna kekurangnya.
Ia sangat tau pasti di mana ia hidup saat ini, ia hidup
dalam keluarga yang begitu besar dan kaya raya, CEO perusaahaab VIC adalah
suaminya. Danmertuanya adalah orang yang begitu menjunjung tinggi harkat dan
martabat keluarga. Lalu apa yang harus ia lakukan dengan bayinya?. Tetes demi
tetes air matanya mengalir deras, iabegitu berfikir keras dengan tindakan yang
akan ia lakukan.
Bayi yang ia ber I nama Lee min na itu adalah bayi yang gae
in tunggu-tunggu, begitu pula dengan hye gun suaminya. Karna sudah 4 tahun
menikah merekabaru di karuniai seorang buah hati.
Gae in berjalan menelusuri lorong rumah sakit, dan berniat
mengunjungi adik iparnya hye song yang sudah bersalin beberapa jam yang lalu.
“unnie,.” Panggil hye song saat gae in membuka pintu
ruangannya.
Gae in berjalan pelan mendekati ranjang yang di duduki hye
song, dilihatnya hye song begitu bahagia menggendong buah hatinya, sama seperti
yang ia rasakan saat pertama kalinya menggendong min na anak satu-satunya.”
“hye song-a dia begitu cantik sepertimu” ucapnya lirih,.
“ne unnie, tapi saying sekali ayahnya tidak bisa melihatnya
langsung”
“apakah dia masih di amerika?”
“iya unnie, masih ada rapat yang harus ia hadiri” ucapnya
dengan nada yang begitu kecewa “waaah,. Seandainya saja aku seperti unnie bisa
ditemani saat melahirkan oleh suamiku” lanjutnya
“heey,. Kamu tak boleh berkata seperti itu” tangkas gae in
*seandainya anakku normal sepertimu* batinnya.
“oh ya unnie,. Aku akan member nama anak ku, han na,, Lee
han na, agar nama mereka tidak jauh berbeda, lee han na dan lee min na, sangat
indah kan unnie?”
“iyaa,. Namanya sangat indah” jawab gae in dengan sungguh
sangat berat.
2 hari kemudian.
Gae in berjalan
kebingungan di kamarnya, tindakan apa yang harus ia lakukan kali ini. Nyonya
besar yang tidak lain adalah mertuanya seringkali menyuruhnya untuk memberikan
min na ke panti asuhan, namun ia bersi keras tidak mau karna bagaimanapun min
na adalah buah hatinya.
Namun masih ada seseorang di sampingnya, yaitu istri kedua
dari mendiang presedir , yaitu nyonya kedua dari perusahaan besar VIC itu, ia
di beri kewenangan untuk mengelola sekolah-sekolah yang didirikan oleh VIC
seperti shinhwa highschool dan sekolah-sekolah lainnya.
“gae in-a, kau harus kuat, bagaimanapun min na adalah
anakmu, kau harus memperjuangkannya sampai akhir” kalimat itu yang menjadi
penguat gae in, dimana saat suaminya
tidak bisa selalu bersamanya, mertua tirinya lah yang selalu menguatkannya,
Dan akhirnya ia putuskan untuk meninggalkan rumah, dan
menulis surat untuk hye song, mertua tiri dan suaminya.yang berisikan bahwa ia
akan membesarkan min na sendiri hingga dia bisa tumbuh menjadi anak yang baik
dan bisa hidup bahagia.
Flash back stop.
“eomma,. “ucap chae jin dengan air mata yang tak bisa
tertahankan.
“chae jin-a,maafkan ibu karna ibu tak bisa membesarkanmu
dengan baik”
“ani,. Aku lah yang selama ini membuatmu menderita dan harus
kehilangan semuanya.”
“jangan bicara seperti itu, karna kamu lebih berharga dari
itu semua”
Han na hanya terdiam mendengarkan cerita ibunya, tak di
sangka bahwa chae jin adalah sepupu kandungnya. Ia beranjak dari duduknya dan
pergi memasuki kamarnya.
SKIP
“begitulah ceritanya” ucap chae jin sambil meneguk bubble
teanya.
“jadi,. Kau ,.?” Balas ryeo jun masih dlam keadaan tak
percaya
“em,. Aku adalah sepupu kandung han na”
“whoa,. Aku masih tidak bisa percaya dengan semua ini”
“jelas saja kau tak percaya, karna dari semua segi aku
memang sangat berbeda dengan han na, han na terlalu sempurna untuk di samakan
dengan ku,”
“lalu bagaimana dengan han na?”
“ia ternyata berhati lembut di balik sosoknya yang kasar, ia
menerimaku dengan baik, tapi,. Ia putuskan untuk sekolah di luar negri agar
selalu tinggal bersama ibunya.”
“teruus,. Lanjutkan” pinta ryeo jun.
“kalau kau ingin tau banyak kenapa tidak mengajaknya jalan
saja “ balas chae jin kesal
“aigoo,. Apa sekarang waktu yang tepat untuk cemburu?’ goda
ryeo jun
“ih,. Siapa yang cemburu?” sangkal che jin
“yaaa,. Pabo-ya, aku sudah menunggumu selama 11 tahun dank
au masih tak percaya dengan ketulusanku” ucap ryeo jun dengan nada sedikit
tinggi.
“YAA,. Ryeo jun-a jangan berteriak” balas chae jin sambil
menutup mulut ryeo jun dengan sebelah tangannya.
Ryeo jun tersenyum geli
melihat perilaku chae jin. Ia menggenggam tangan chae jin dan
memasukkannya ke dalam saku jaketnya.
“jaa,, ayo kita pergi, jangan hanya habiskan waktu di satu
tempat” ucapnya sambil bangkit dari duduknya.
“chae jin-a apakah ini kencan pertama kita?” lanjutnya
“mwoya,. Kencan apa,. “ balas chae jin dengan muka yang
sudah memerah.
“aigoo,., kau begitu cantik dengan muka merah itu,.” Goda
ryeo jun
“yaa,. Ryeo jun,a ,,. “
belum sempat chae jin menghindar dari ryeo jun, ryeo jun
lebih dulu menarik lengannya dan memeluknya erat.
“chae jin-a, dengarkan aku,. “ ucap ryeo jun lembut sambil
menyandarkan dagunya di bahu chae jin
“saranghaeyo,. “ ucapnya tulus,. “karna itu jangan pernah
berfikir untuk meninggalkanku, karna aku tak ingin gila lagi seperti dulu,
arasseo,.??”
Chae jin hanya mengangguk pelan, ia begitu tersentuh dengan
pengakuan ryeo jun.
“ryeo jun-a,. nado saranghae,. “ balasnya pelan.
END,.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar