Rabu, 23 Juli 2014

"aku bisa merasakanmu"(나 널 느껴) PART 10 "END"


Na neol neukkyeo

Part 10 “end”

“TLAANK,.”

Suara garpu yang di pegang nyonya Lee terjatuh ke piring yang ada di depannya,

“eonni,.” Ucapnya pelan saat melihat ibu chae jin menduduki kursi,.

“hye song-a,.” ucap ibu chae jin dengan dengan ekspresi yang begitu sangat terkejut,.

Seisi ruangan ikut terkejut dengan apa yang mereka saksikan saat ini. Terutama chae jin dan han na mereka berdua terlihat begitu kaget dengan ucapan ibu mereka masing-masing.

Nyonya Lee(ibu han na) beranjak dari duduknya mendekati ibu chae jin kemudian tanpa ragu memeluknya.

“kemana saja kau selama ini, kita semua merindukanmu” ucapnya lirih, disertai dengan tangis yang tak tertahankan.

Ibu chae jin tak bisa berkata apa-apa, Ia begitu sangat terkejut dan shyok dengan apa yang ia alami hari ini.

“eonni,. Apakah dia min na?” Tanya nyonya Lee sambil meliirik kea rah chae jin

“ne” jawabnya pelan.

“eonni, ayo kembali, kita akan menjadi keluarga bahagia seperti dulu.” Pinta nyonya Lee sambilmemegang kuat tangan ibu chaejin.

SKIP

DI RUMAH HAN NA

“ibu,. Apa maksud semua ini?” Tanya han na sambil melempar tasnya ke atas sofa.

“sudahlah han na, kamu duduk dulu, nanti ibu ceritakan.”

Sebenarnya chae jin dan ibunya begitu enggan memasuki rumah itu, rumah han na yang begitu besar dan megah. Tapi apa boleh buat masalah memang harus di selesaikan bukan untuk bersembunyi darinya.

“eonni,. Apa yang kau lihat, ayo duduk” ucap nyonya Lee kepada ibu chae jin.

“kalian berdua dengarkan baik-baik, ibu akan menceritakan semuanya pada kalian” ucap nyonya Lee sambil melirik kea rah chae jin dan hanna bergiliran.

Flash back

Di sebuah kamar rumah sakit.

“unnie dia lahir dengan selamat” ucap hye song(a.k.a ibu han na) kepada kakak iparnya

“yeobo, dia sangat cantik sepertimu” balas lee hye gun (ayah chae jin) sembari menyerahkan bayi yang ia gendong ke pada istrinya.

“kau sungguh cantik anakku” ucapnya menghibur dirinya.

“unnie,. Aku rasa sebentar lagi aku akan melahirkan juga” sahut hye song “aku sudah melakukan USG dan dokter bilang bayiku adalah perempuan” lanjutnya.

“baguslah,. Semoga mereka berdua menjadi saudara yang rukun” sambut lee hye gun penuh harap.

Beberapa hari kemudian,.

Lee hye song telah melahirkan anaknya di rumah sakit yang sama dengan kakak iparnya, ia begitu bahagia karna anaknya terlahir begitu cantik.

Bersamaan dengan hari itu, lee gae in (ibu chae jin) sedang mengecek penyakit anaknya yang tidak kunjung sembuh untuk beberapa hari setelah kelahirannya,

Gae in menyandarkan dirinya lemah pada sebuah tembok rumah sakit sesaat setelah ia mendengar perkataan dokter yang begitu membuatnya sesak.

“hmm,. Anak anda berbeda dengan yang lain nyonya. Radang di tenggorokannya membuat pita suaranya menjadi abnormal, dan dia tidak akan bisa bicara layaknya anak yang lain”

Kalimat demi kalimat yang terlontar dari mulut dokter itu selalu terlintas di fikiran gae in. bagaimana ia bisa membesarkan anaknya dengan bahagia jika  semua keluarganya akan menolaknya karna kekurangnya.

Ia sangat tau pasti di mana ia hidup saat ini, ia hidup dalam keluarga yang begitu besar dan kaya raya, CEO perusaahaab VIC adalah suaminya. Danmertuanya adalah orang yang begitu menjunjung tinggi harkat dan martabat keluarga. Lalu apa yang harus ia lakukan dengan bayinya?. Tetes demi tetes air matanya mengalir deras, iabegitu berfikir keras dengan tindakan yang akan ia lakukan.

Bayi yang ia ber I nama Lee min na itu adalah bayi yang gae in tunggu-tunggu, begitu pula dengan hye gun suaminya. Karna sudah 4 tahun menikah merekabaru di karuniai seorang buah hati.

Gae in berjalan menelusuri lorong rumah sakit, dan berniat mengunjungi adik iparnya hye song yang sudah bersalin beberapa jam yang lalu.

“unnie,.” Panggil hye song saat gae in membuka pintu ruangannya.

Gae in berjalan pelan mendekati ranjang yang di duduki hye song, dilihatnya hye song begitu bahagia menggendong buah hatinya, sama seperti yang ia rasakan saat pertama kalinya menggendong min na anak satu-satunya.”

“hye song-a dia begitu cantik sepertimu” ucapnya lirih,.

“ne unnie, tapi saying sekali ayahnya tidak bisa melihatnya langsung”

“apakah dia masih di amerika?”

“iya unnie, masih ada rapat yang harus ia hadiri” ucapnya dengan nada yang begitu kecewa “waaah,. Seandainya saja aku seperti unnie bisa ditemani saat melahirkan oleh suamiku” lanjutnya

“heey,. Kamu tak boleh berkata seperti itu” tangkas gae in *seandainya anakku normal sepertimu* batinnya.

“oh ya unnie,. Aku akan member nama anak ku, han na,, Lee han na, agar nama mereka tidak jauh berbeda, lee han na dan lee min na, sangat indah kan unnie?”

“iyaa,. Namanya sangat indah” jawab gae in dengan sungguh sangat berat.

2 hari kemudian.

Gae in  berjalan kebingungan di kamarnya, tindakan apa yang harus ia lakukan kali ini. Nyonya besar yang tidak lain adalah mertuanya seringkali menyuruhnya untuk memberikan min na ke panti asuhan, namun ia bersi keras tidak mau karna bagaimanapun min na adalah buah hatinya.

Namun masih ada seseorang di sampingnya, yaitu istri kedua dari mendiang presedir , yaitu nyonya kedua dari perusahaan besar VIC itu, ia di beri kewenangan untuk mengelola sekolah-sekolah yang didirikan oleh VIC seperti shinhwa highschool dan sekolah-sekolah lainnya.

“gae in-a, kau harus kuat, bagaimanapun min na adalah anakmu, kau harus memperjuangkannya sampai akhir” kalimat itu yang menjadi penguat  gae in, dimana saat suaminya tidak bisa selalu bersamanya, mertua tirinya lah yang selalu menguatkannya,

Dan akhirnya ia putuskan untuk meninggalkan rumah, dan menulis surat untuk hye song, mertua tiri dan suaminya.yang berisikan bahwa ia akan membesarkan min na sendiri hingga dia bisa tumbuh menjadi anak yang baik dan bisa hidup bahagia.

Flash back stop.

“eomma,. “ucap chae jin dengan air mata yang tak bisa tertahankan.

“chae jin-a,maafkan ibu karna ibu tak bisa membesarkanmu dengan baik”

“ani,. Aku lah yang selama ini membuatmu menderita dan harus kehilangan semuanya.”

“jangan bicara seperti itu, karna kamu lebih berharga dari itu semua”

Han na hanya terdiam mendengarkan cerita ibunya, tak di sangka bahwa chae jin adalah sepupu kandungnya. Ia beranjak dari duduknya dan pergi memasuki kamarnya.

SKIP

“begitulah ceritanya” ucap chae jin sambil meneguk bubble teanya.

“jadi,. Kau ,.?” Balas ryeo jun masih dlam keadaan tak percaya

“em,. Aku adalah sepupu kandung han na”

“whoa,. Aku masih tidak bisa percaya dengan semua ini”

“jelas saja kau tak percaya, karna dari semua segi aku memang sangat berbeda dengan han na, han na terlalu sempurna untuk di samakan dengan ku,”

“lalu bagaimana dengan han na?”

“ia ternyata berhati lembut di balik sosoknya yang kasar, ia menerimaku dengan baik, tapi,. Ia putuskan untuk sekolah di luar negri agar selalu tinggal bersama ibunya.”

“teruus,. Lanjutkan” pinta ryeo jun.

“kalau kau ingin tau banyak kenapa tidak mengajaknya jalan saja “ balas chae jin kesal

“aigoo,. Apa sekarang waktu yang tepat untuk cemburu?’ goda ryeo jun

“ih,. Siapa yang cemburu?” sangkal che jin

“yaaa,. Pabo-ya, aku sudah menunggumu selama 11 tahun dank au masih tak percaya dengan ketulusanku” ucap ryeo jun dengan nada sedikit tinggi.

“YAA,. Ryeo jun-a jangan berteriak” balas chae jin sambil menutup mulut ryeo jun dengan sebelah tangannya.

Ryeo jun tersenyum geli  melihat perilaku chae jin. Ia menggenggam tangan chae jin dan memasukkannya ke dalam  saku jaketnya.

“jaa,, ayo kita pergi, jangan hanya habiskan waktu di satu tempat” ucapnya sambil bangkit dari duduknya.

“chae jin-a apakah ini kencan pertama kita?” lanjutnya

“mwoya,. Kencan apa,. “ balas chae jin dengan muka yang sudah memerah.

“aigoo,., kau begitu cantik dengan muka merah itu,.” Goda ryeo jun

“yaa,. Ryeo jun,a ,,. “

belum sempat chae jin menghindar dari ryeo jun, ryeo jun lebih dulu menarik lengannya dan memeluknya erat.

“chae jin-a, dengarkan aku,. “ ucap ryeo jun lembut sambil menyandarkan dagunya di bahu chae jin

“saranghaeyo,. “ ucapnya tulus,. “karna itu jangan pernah berfikir untuk meninggalkanku, karna aku tak ingin gila lagi seperti dulu, arasseo,.??”

Chae jin hanya mengangguk pelan, ia begitu tersentuh dengan pengakuan ryeo jun.

“ryeo jun-a,. nado saranghae,. “ balasnya pelan.

 

END,.

THANKS FOR READING ^^
GAMSAHAMNIDA ^^

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar