Senin, 01 September 2014

Cute Nuna Chapter 2

Tittle: Cute Nuna
Author : Nisa Amila Rodhiya
Main cast : Park Chanyeol
                    Lee shi ma
Genre : romance, little comedy
PART 2
“ddrrttt,,. Ddrrrrttt”
Suara handphone nya bordering, pertanda satu sms telah masuk. Dan betapa terkejutnya ia saat memeriksa handphonenya, nama chanyeol muncul di screen handphonenya,.
From : park chanyeol
Nuna, temui aku di namsan tower, aku takut keluar malam sendiri.
SEKARANG,. !!!
“mwoo,., ??? bagaimana ini,., ?? haruskah aku pergi?” ucapnya sambil berjingkrak-jingkrak membaca pesan dari chanyeol,.,
Shi ma lalu berlari menuju lemarinya mengambil sebuah jaket putih dengan sesekali merapikan rambutnya yang cukup berantakan karna aksi guling-gulingnya.
**************
Shi ma menengok kanan dan kiri saat mendapati chanyeol berdiri di bawah pohon yang di hiasi banyak lampu warna-warni. “ternyata di benar-benar datang sendiri” batin shi ma.
“wasseo,. “ sambut chanyeol.
“ne, chanyeol sshi” balas shi ma tak lupa dengan rundukkan kepalanya.
“kajja,. “ ucap chanyeol
“kemana kita harus pergi?” menengadahkan kepalanya .
“kau ikut saja” balas chanyeol lalu meraih tangan shi ma dan menggenggamnya erat.
“chanyeol-ssi” ucap shi ma pelan menyadari perlakuan chanyeol.
“yaaa,.nuna, ini sangat dingin, bisakah kau diam, ini salah satu bentuk perlindungan untukku”  balasnya lalu memasukkan tangan shi ma ke kantong jaket  hitammnya.
Chanyeol tersenyum simpul melihat ekspresi heran shi ma.
“mwoo? Perlindungan? “batin shi ma sambil berfikir keras.
Setelah lama berjalan-jalan, chanyeol mengajak shi bermain sky(yang pake sepatu khusus di atas es itu loh maksudnya).
“nuna, ayo kita bermain di situ” tunjuk chanyeol ke kerumunan orang banyak yang sedang asyik bermain.
“kau saja, aku tidak bisa bermain sky”
“aigoo, itu bukan seperti sky pada umumnya, nuna hanya perlu gunakan sepatunya lalu jaga keseimbangan” jelas chanyeol.
“tapi,., aku benar-benar tak bisa” tolak shi ma.
“kajja,, “ ajak chanyeol sambil menyeret tangan shi ma.
Merekapun akhirnya bermain  sky. Suasana malam itu sangat sulit di gambarkan, namun terlihat dari ekspresi mereka berdua bahwa malam itu mereka sangat bahagia. Shi ma beberapa kali tertawa lepas karna hendak terjatuh, namun chanyeol selalu menangkapnya.
“nunaa, ini menyenangkan bukan?” Tanya chanyeol di tengah permainan
“ne ne” balas shi ma lalu tertawa.
“yaa,. Yaa,. Nuna pegangan yang kuat” teriak chanyeol
Shi ma lalu melingkarkan tangannya di pinggang chanyeol, dan sekarang kepalanya tepat berada di dada chanyeol. Di rasakannya detak jantung chanyeol yang begitu cepat.
Chanyeol hanya tersenyum simpul mendapati shi ma ada di pelukannya. Tak bisa di pungkiri bahwa ia begitu bahagia. Namun ia menyadari bahwa sekarang shi ma dapat merasakan detak jantungnya dan,.
Chanyeol melepaskan pelukan shima lalu mereka berdua terjatuh. Di atas Kristal es.
Shi ma beberapa kali menelan ludahnya saat ia dapati chanyeol berada tepat di atasnya. Mereka memandang satu sama lain dan beberapa saat kemudian tersadar.
“aa,. Mianhae nuna, aku tidak sengaja” ucap chanyeol.
“ah ne, gwaenchanha” balas shi ma pelan.
Saat hendak berdiri, shi ma terjatuh lagi. Sepertinya kakinya sedikit keseleo karna di tindih chanyeol.
“nuna gwaenchanha?” Tanya chanyeol begitu khawatir.
“ne ne,., aawww,. “ teriak shi ma saat chanyeol memutar pergelangan kakinya.
“aigooo,. Kamu keseleo nuna, ayo cepat naik” perintah chanyeol sambil menawarkan pundaknya.
Shi ma hanya menatap punggung chanyeol, ia tak enak hati jika chanyeol menggendongnya.
“wae geurae nunaa,.? Ayo cepat” perintah chanyeol.  “nuna, ini perintah,. “ lanjutnya.
Dan akhirnya shi ma pun naik ke atas punggung chanyeol.
Saat perjalan pulang chanyeol mengantarkan shi ma ke rumahnya yang ke betulan tidak terlalu jauh dengan namsan tower. Ia pun tak hentinya berbicara saat shi ma berada di atas punggungnya.
Shi ma hanya tersenyum geli membayangkan malam yang bahagia ini, ia tak menyangka bahwa chanyeol akan kuat menggendongnya sampai depan rumahnya.
********************
Ternyata malam itu adalah malam perpisahan bagi mereka berdua. Tak di sangka setelah 2 bulan menjadi bodyguard chanyeol, shi ma tiba-tiba saja di pindah tugaskan menjadi staff di bagian checking, karna ada perombakan anggota yang tidak jarang terjadi.
Shi ma begitu sedih, karna ia tak bisa berada di sisi chanyeol setiap harinya. Namun inilah kenyataan, ia harus professional dalam bekerja, dan tidak mencampurinya dengan urusan pribadi.
“huhh,. Kenapa semuanya berubah saat aku mulai menyukainya” batin shi ma sambil menghembuskan nafasnya pelan.
Ia juga belum sempat berpamitan dengan chanyeol, tapi setelah ia fikirkan lagi, itu akan lebih baik dari pada akan semakin membuatnya susah melepaskan anak manja itu.
Other side,.
“eomma,. Kanda,. “ pamit chanyeol lalu mencium tangan ibunya.
“aigoo,. Kau begitu semangat pergi ke sekolah akhir-akhir ini”
“geuromyeon,. Karna sebentar lagi akan ada ujian akhir”
“ooh,. Sesange,. Anak ku memang anak yang pintar” mengelu-elus kepala chanyeol,.
Chanyeol lalu meninggalkan ibunya dan berdiri tegak di samping pintu rumahnya.
“kenapa ia lama sekali” gumamnya dengan sesekali menatap jam tangannya.
“apakah anda sudah siap tuan?” terdengar suara tepat di belakangnya.
Chanyeol membalikkan badannya, dan yang ia dapatkan bukanlah shi ma, namun seorang wanita lian yang jelas jauh lebih tua darinya.
“nuguu,. Seyo?” tanyanya pelan
“aku bodyguard baru anda tuan” ucapnya lalu membungkukan badannya.
“bodyguard baru? “ tanyanya. “sepertinya aku tidak pernah meminta” lanjutnya kebingungan
“ne, sajangnim, mulai hari ini aku yang akan menjaga anda”
“aku tak mau,. Shi ma nuna di mana?”
“ia sudah di pindah tugaskan tuan blaa blaa,. Bla,..” jelas bodyguard itu panjang lebar.
Chanyeol hanya bisa mendengus pelan, ia tak bisa melakukan apa-apa sekarang. Ia tak mungkin meminta ayahnya menarik shi ma kembali, karna sudah terlalu banyak rumor tak sedap yang sudah beredar tentangnya sejak awal ayahnya menjadi presiden.
***************
Genap seminggu sudah,. Tapi sampai saat ini chanyeol masih tak bisa bertemu dengan shi ma. Sudah beberapa kali ia menghubunginya namun nihil, semuanya tak berhasil apa-apa. Sepertinya shi ma mengganti nomor handphonenya.
“aaaiish,, sialan, sungguh menyebalkan” umpat chanyeol sambil menghempaskan badannya ke kasur.
“kenapa berada jauh dengannya begitu terasa sulit,. ?” ia mulai memukul-mukul kasurnya.
Chanyeol terlihat kacau, ia bukan seperti chanyeol yang dulu, chanyeol yang periang banyak bicara dan jahil. Sekarang ia kebanyakan murung, menghayal dan tidak berbicara jika itu tidak penting.
“bagaimana inii,.?” Gumamnya lalu mengacak-acak rambutnya.
“aaah,., benar juga.,” ucapnya tiba-tiba setelah beberapa saat berfikir keras.
*********************
“ada apa tuan muda memanggilku ke sini?” ucap ketua kim saat berada tepat di hadapan chanyeol.
“begini ketua kim, bisakah kau memberikanku kontak bodyguard lamaku, sepertinya dia merubah kontaknya.” Jelas chanyeol dengan nada sinis.
“maaf tuan muda, tapi itu adalah privasi para staff yang tidak bisa di bocorkan” balas ketua kim dengan raut wajah merasa bersalah.
“yaaa,., dia mengambil barang pribadiku dan aku harus menanyakan langsung padanya” balas chanyeol tak mau kalah.
“haaah? Jeongmalya? Ckckckc, baiklah tuan muda, akan aku kirimkan kontaknya sesegera mungkin” ucap tuan kim lalu dengan cepat meninggalkan chanyeol.
Chanyeol tersenyum puas, tak sesekali ia menaik turunkan alisnya tanda keberhasilan.
“mianhae ketua kim, dia telah mengambil hatiku” gumam chanyeol lalu bersiul-siul  dan masuk ke kamarnya.
Other side
Malam itu shi ma memandang langit-langit kamarnya, sudah lebih seminggu ia menghindar dari chanyeol dan sekarang ia begitu merindukannya.
“aniii,. Anii aniii,. “ ucap shi ma sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “aku tidak meoleh merindukannya lagi” lanjutnya lalu meneutup kepalanya dengan bantal
“drrt,. Drrtt,.” Getaran handphonenya membuat shi ma terkejut.
From : park chanyeol
Nuna, walaupun kontakmu berubah aku tahu pasti kontakku tetap tersimpan, jadi aku harap datanglah sekarang , aku menunggumu di pinggir sungai han”
Jantung shi ma tiba-tiba saja berdegup sangat kencang, ada rasa bahagia yang muncul saat melihat nama chanyeol di screen hpnya. Meski menjadi sebuah pertanyaan mengapa chanyeol mengetahui nomor barunya, tapi shima tidak begitu menghiraukannya.
Ia berusaha setenang mungkin, ia tak mau terlihat begitumerindukan chanyeol di hadapannya. Shi ma mengatur nafas dalam lalu membuangnya pelan.
*****************
“chanyeol-ssi” ucap shi ma dengan nada datar tepat di belakang chanyeol.
“aaah nuna,. “ balas chanyeol sesaat setelah membalikkan badannya.
“nuna,. Gwaenchanayo? Kau baik-baik saja kan? Apa kau sudah makan? Kau terlihat lebih kurus? Apa kau ada masalah, atau kau,.,”
“chanyeol-ssi, katakana dengan singkat kenapa anda menyuruh saya datang ke sini?” shi ma pun memutuskan pertanyaan chanyeol yang tidak akan berujung itu.
“nunaa,.” Ucap chanyeol pelan. Ia merasa bahwa shi ma begitu berbeda dari sebelumnya.
“baiklah, jika memang kau tidak punya keperluan, aku akan pergi” ucap shi ma lalu menundukkan kepalanya.
Shi ma pun berbalik meninggalkan chanyeol sendiri, “apa aku melakukan yang terbaik? Aku hanya tak ingin  kita menjadi rumor di kalangan masyarakat” batinnya dengan mata berkaca-kaca.
Chanyeol melihat dengan jelas shi ma membalikkan badanya dan tak menghiraukannya. “apa yang harus aku lakukan” batinnya, ia baru pertama kehilangan akal. Karna mungkin factor hatinya yang begitu sakit. Baru pertama kali ia merasakan hatinya seperti di tusuk-tusuk.
walaupun tidak di hiraukan setidaknya ia harus berjuang, begitulah prinsip seorang chanyeol yang tak pernah putus asa. Lalu ia berlari kea rah shi ma dan kemudian melingkarkan tanganna di pinggang shi ma dari belakang,
“nuna, tunggu sebentar saja,. Aku mohon dengarkan aku, “ kata-kata pertama chanyeol yang terdengar jelas di telinga shi ma membuatnya tak bisa berkata apa-apa.
“sejak aku lahir orang tuaku selalu memanjakanku, sehingga aku tak begitu peka terhadap perassan orang lain, kau pasti sudah tau kalau aku sudah mempunyai 11 bodyguard yang mengundurkan diri karna tak tahan denganku. Sebenarnya aku seperti itu karna aku kesepian, aku menjadikannya suatu hiburan. “ jelas chanyeol.
Shi ma sudah tak tahan,ia mencoba melepaskan pelukan chanyeol, karna jika ia tetap seperti ini ia akan terhanyut dalam suasana dan mengikuti kata hatinya.
Merasakan reaksi shi ma, chanyeolpun tak mau mengalah ia semakin mengeratkan pelukannya lalu melanjutkan perkataanya.
“saat engkau datang dalam hidupku, aku merasa berbeda, rasa aneh yang tak pernah ku rasakanpun muncul,rasanya setiap hari aku ingin selalu berada di sisimu, bercanda denganmu, karna itu aku banyak mengambil les tambahan di blue house yang dari dulu tak pernahaku hiraukan, itu semua karna aku tak bisa melawan hatikku yang ingin selalu dekat denganmu,”
Chanyeol melepaskan pelukannya lalu membalikkan badan shi ma. Di lihatnya mata shi ma yang sudah berkaca-kaca.
“chanyeol-ssi ku rasa kau su,. “ belum lengkap pernyataan shi ma, chanyeol langsung melayangkan ciumannya ke bibr shi ma, ia mencium shi ma pelan, menutup matanya perlahan dan terhanyut dalam suasana.
Shi ma pun membalas ciuman chanyeol, mungkin saat ini ia sudah tak bisa membendungi perasaannya lagi. Bibir mereka beradu di bawah rintikan salju, menerjang satu dengan yang lain. Shi ma menggenggam kuat jaket hitam chanyeol dan chanyeol menarik pinggang shi ma lebih dekat dengannya.
Setelah beberapa saat melakukan adegan kissing, chanyeol membuka pelan matanya dan melepaskan ciumannya.
Ia langung memeluk shi ma, meletakkan dagunya tepat di bahu shi ma.
“nuna,. Aku mencintaimu,karna itu aku harap kau jangan meninggalkanku lagi, aku sudah cukup gila karna ini”. Ungkap chanyeol dengan tulus, dan tanpa sadar ia meneteskan air matanya di pelukan shi ma.
“mianhae,,” ucap shi ma beberapa saat setelah chanyeol mengungkapkan perasaanya.
Chanyeolpun melepaskan pelukannya lalu menatap shi ma dengan tatapan yang begitu dalam.
“mianhae chanyeol-ssi, aku benar-benar tidak bisa,.” Ucap shi ma pelan
Chanyeol menutup ke dua telinganya dengan ke dua tangannya “andwae nunaa,. Aku tak mau mendengarnya”
Shima meraih kedua tangan chanyeol lalu menurunkannya dari telinganya.
“chanyeol-ssi, aku benar-benar tidak bisa menolakmu kali ini” ucapnya lalu tersenyum simpul ke arah chanyeol.
“nunaa,. “ ucap chanyeol dengan nada manjanya.
“eem,. “
“kau ingin mengerjaiku sekarang?”
“ne, wae? Karna dulu kau terus-terusan mengerjaiku”
“sepertinya kau perlu di hukum,” ucap chanyeol dan dengan cepat ia mencium pipi shi ma lalu berlari
“YAAAA,., chanyeol-ssi,.,. “ teriaknya lalu mengejar chanyeol.
“NUNAA SARANGHAE,., “ teriak chanyeol membuat semua orang mengalihkan pandangan padanya.
Shi ma begitu sangat malu melihat orang-orang yang memperhatikan mereka berdua. Ia menutup mukanya dari samping dengan kedua tangannya.
“NUNAA,. KAU TAK BOLEH MENOLAKKU, KARNA INI PERINTAH” chanyeol berteriak lagi saat shi ma sudah berada di hadapannya.
Chanyeolpun berlari dan memeluk shi ma lalu berputar-putar layaknya orang gila.
From : park chanyeol
“walau cinta itu sulit, dan kadang menyakitkan, jagalah cintamu. Cinta yang menyakitkan juga adalah cinta, jangan menyerah.
Saat kau berani merasakan cinta, itu berarti kau sudah berjanji pada dirimu sendiri bahwa kau harus memperjuangkannya sampai akhir”
 
-END-
 
 
 
 
 
 

 

1 komentar: