PART 3 : “JIGEUM EODISSOYO?” (DIMANA KAU BERADA?)
chae jin memegang bola basket yang bergelindir ke
arahnya, dan menyerahkan pada seorang yang yang berada di depannya.
“gomawo” ucap pria itu dengan senyum manis ,.
“ne, “jawab chae jin pelan
“ahha, chae jin-a apa yang kau laukan di sini?” tanya
eun gi sambil menarik lengan chae jin.
“aah itu dia” ucap chae jin menunjuk sebuah besi kecil
yang terletak beberapa meter dari pintu masuk.
SKIP,.
Pertandinganpun telah selesai, eun gi menggandeng
lengan chae jin untuk keluar dari gedung olahraga. Belum sempat melewati pintu utama
eun gi menghentikan langkahnya,
“do hyun-a,.,!!! “ teriak eun gi menyebut nama
seseorang yang tak dikenal chae jin.
Sang pemilik namapun melihat ke arah sumber suara dan
berlari kecil menghampiri dua gadis itu.
“wae guraeyo eun gi-ya? (ada apa eun gi)?” tanya pria
yang bernama lengkap han do hyun iu.
“park shi hoo eodisseo?(park shi hoo dimana)?”tanya eun
gi sambil melirik ke arah belakang do hyun.
“ooh, dia di panggil oleh pak pelatih,”
“aah, pantas saja aku tak melihatnya”
Chae jin hanya berdiri terdiam karna kedua orang yang
sedang berada di depannya seperti tak menghiraukan keberadaanya karna asyik
berbicara.
“ooh iya, do hyun-a kenalkan ini chae jin teman baruku”
ucap eun gi seraya membalikkan badan karna chae jin bersembunyi di belakangnya.
“kenapa kau membiarkan temanmu berdiam sendiri bodoh”
cetus do hyun baru menyadari akan kebaeradaan orang lain.
“omo,. Bukannya kau gadis yang tadi?” tanya do hyun
penasaran
Chae jin terdiam, seperti sedang menangkap apa yang di
maksud oleh pria bernama do hyun itu.
“aku do hyun, aku yang mengambil bola basket yang
bergelindir ke arahmu, apa kau mengingatnya?” ucap do hyun sedikit memiringkan
kepala ingin menatap wajah gadis yang tertunduk di depannya.
“ne, itu aku, aku chae jin” jawab chae jin membalas
uluran tangan do hyun.
“aah, berarti aku tidak salah menebak” tutur do hyun
sambil tersenyum simpul.
“ku rasa kalau masalah wanita, apalagi wanita cantik
seperti chae jin kau akan susah melupakannya do hyun” sambut eun gi tiba-tiba.
“bicara apa kau ini,?” timpal do hyun sambil
menyentilkan jari tangannya ke kening eun gi.
“aaaw, aww, nomu apha.!! (sakit sekali)” ujar eun gi
yang di selingi tawa kecil chae jin dan do hyun.
DI RUMAH RYEO JUN
“ryeo jun-a ayolah sekali ini saja” ucap nyonya kang,
yang tidak lain adalah ibu ryeo jun.
“tidak,.!! Kalau aku bilang tidak ya tidak eomma,.”
Sambutnya sedikit membentak.
“ayolah sayang,kamu juga harus menghormati keputusan
ayahmu”
“apa ayah pernah menghormati keputusanku? Apa ayah
pernah mengabulkan permintaaku? Bahkan ayah tak mau membantu,.,”
Ryeo jun terdiam, ia bukan kehabisan kata-kata, hanya
saja ia enggan untuk mengeluarkannya.
“aah, sekarang eomma tau, kau tak bisa mengikuti
perjodohan ini karna gadis itu kan?”
“jika aku berkata iya, apa semuanya akan berubah?”
timpal ryeo jun ketus
“ayolah, ryeo jun dia adalah masa lalumu, untuk apa kau
selalu mengingatnya, ia juga belum tentu mengingatmu”
“jangan ucapkan kata-kata itu lagi eomma sebelum aku
benar-benar marah”
“cepat lupakan dia, agar semua kenangan burukmu tentang
ayahmu juga terlupakan”
“seharusnya ibu malu, apa ibu benar-benar ada saat aku
membutuhkan ibu? Jika bukan karna dia aku sudah tidak ada di dunia ini”
Ryeo jun berjalan meninggalkan ibunya dan memasuki
kamarnya, yang merupakan tempat terbaiknya untuk menyendiri.
DIKAMAR RYEO JUN
Kamar itu penuh dengan lukisan dan foto-foto masa kecil
ryeo jun, dulu ryeo jun adalah seorang penunggang kuda terhebat di sekolahnya,
banyak teman-temannya yang iri akan kemahirannya dalam berkuda. Ia tak akan
lupa saat untuk pertama kalinya ia mengalahkan seorang yang tak pernah
terkalahkan sama sekali, namanya seung ri. Sejak kecil ryeo jun sudah hidup
dikalangan orang-orang kaya dan seungri adalah salah satu orang kaya di busan.
Karna kekalahannya seung ri menaruh dendam pada ryeo jun.seung ri meminta pada
kedua orang tuanya agar ryeo jun di singkirkan.
Flashback
Busan,desember 2004
“Lepaskan aku,.,” teriak anak kecil berusia 8 tahun
dengan tangan yang diikat kuat dengan tali.
“bisakah aku diam bocah tengik” ucap seorang lelaki
berbadan tegap dengan rambut gondrong. “bodooh, cepat plester mulutnya”
perintahnya pada lelaki bertato namun berkepala botak.
Malam itu sangat dingin, salju turun dengan lebatnya
menutupi sebagian jalan.bintangpun tak ada yang tampak. Ryeo jun tersadar saat
mendapatkan dirinya berada di dalam mobil yang sedang di parkir di hutan. Ia
berusaha bangun dengan sekuat tenaga dan bergerak pelan agar kedua penjaga tak terbangun.sedikit demi
sedikit ia bisa membuka ikatan talinya yang memang tak diikat terlalu erat. Ia
berusaha mebuka pintu mobil dan,.
“YAAA,.”
Ryeo jun tersentak mendengar panggilan itu, ia berfikir
bahwa ini adalah akhir dari hidupnya.
“kenapa kau mengambil pacarku,.” Lanjut suara itu,.
“huuuuh,.” Ryeo jun membuang nafas lega sepertinya
penjaga itu sedang mengigau karna mereka berdua mungkin sedang mabuk.
Ryeo jun berusaha membuka pintu itu dengan pelan dan
berlari kencang ke dalam hutan.
SKIP,.,.
Ryeo jun menemukan sebuah titik terang, dimana dengan
pengelihatannya yang sedikit buram terlihat cahaya dari sebuah gubuk kecil.
Ryeo jun mendekati sumber cahaya itu dan dengan pelan mengentuk pintu.
“duajuseyo jebal,.(aku mohon tolong aku)” ucapnya pelan
karna sudah tak mampu bersuara lagi. Berulang kali ia menggedor dan mengucapkan
kata-kata yang sama. Dan akhirnya pintupun terbuka. Dengan pengelihatan yang
samar ryeo jun mendapatkn seorang gadis yang kelihatannya seumurn dengannya
berdiri di depapan pintu.
Gadis itu terkejut dan berlari masuk ke dalam rumahnya.
Ryeo jun merasa kecewa,* apakah ia tak
mau membantuku* batinnya.
Tak beberapa lama ia keluar kembali sambil membawakat
jaket yang lumayan besar. Tanpa ragu ia memakaikannya pada ryeo jun. Gadis itu
kemudian tersenyum tanpa mengeluarkan kata-kata ia menarik lengan ryeo jun
untuk masuk ke dalam.
Gadis cilik itu mempersilahkan ryeo jun untuk berbaring
di atas kasur kecil, ia kemudian berlari lagi dan kembali lagi membawa segelas
teh hangat kemudian memberikannya pada ryeo jun.
“min na-ya,.,” terdengar suara perempuan dewasa dari
arah luar dan sontak si gadis kecil mencari sumber suara.
Gadis itu menyeret lengan pemilik suara yang tidak lain
adalah ibunya. Ia memberitahu ibunya tentang keberadaan ryeo jun.
Ryeo jun hanya bisa menapat lemas dan tak mengerti
karna gadis itu bekomunikasi dengan
ibunya dengan menggerak-gerakkan tangannya.
Flashback stop.
Ryeojun menatap lukisannya yang tertempel di tembok.
Lukisan seorang gadis kecil berpita dua di kepalanya, dengan jaket tebal yang
sedikit lusuh. Dialah min na, gadis kecil yang bisu.
Ryeojun merebahkan badannya di kasur empuknya dan
menutup matanya pelan.
Next,.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar