Rabu, 23 Juli 2014

"aku bisa merasakanmu" (나 널 느껴) PART 3


PART 3   : “JIGEUM EODISSOYO?” (DIMANA KAU BERADA?)

chae jin memegang bola basket yang bergelindir ke arahnya, dan menyerahkan pada seorang yang yang berada di depannya.

“gomawo” ucap pria itu dengan senyum manis ,.

“ne, “jawab chae jin pelan

“ahha, chae jin-a apa yang kau laukan di sini?” tanya eun gi sambil menarik lengan chae jin.

“aah itu dia” ucap chae jin menunjuk sebuah besi kecil yang terletak beberapa meter dari pintu masuk.

SKIP,.

Pertandinganpun telah selesai, eun gi menggandeng lengan chae jin untuk keluar dari gedung olahraga. Belum sempat melewati pintu utama eun gi menghentikan langkahnya,

“do hyun-a,.,!!! “ teriak eun gi menyebut nama seseorang yang tak dikenal chae jin.

Sang pemilik namapun melihat ke arah sumber suara dan berlari kecil menghampiri dua gadis itu.

“wae guraeyo eun gi-ya? (ada apa eun gi)?” tanya pria yang bernama lengkap han do hyun iu.

“park shi hoo eodisseo?(park shi hoo dimana)?”tanya eun gi sambil melirik ke arah belakang do hyun.

“ooh, dia di panggil oleh pak pelatih,”

“aah, pantas saja aku tak melihatnya”

Chae jin hanya berdiri terdiam karna kedua orang yang sedang berada di depannya seperti tak menghiraukan keberadaanya karna asyik berbicara.

“ooh iya, do hyun-a kenalkan ini chae jin teman baruku” ucap eun gi seraya membalikkan badan karna chae jin bersembunyi di belakangnya.

“kenapa kau membiarkan temanmu berdiam sendiri bodoh” cetus do hyun baru menyadari akan kebaeradaan orang lain.

“omo,. Bukannya kau gadis yang tadi?” tanya do hyun penasaran

Chae jin terdiam, seperti sedang menangkap apa yang di maksud oleh pria bernama do hyun itu.

“aku do hyun, aku yang mengambil bola basket yang bergelindir ke arahmu, apa kau mengingatnya?” ucap do hyun sedikit memiringkan kepala ingin menatap wajah gadis yang tertunduk di depannya.

“ne, itu aku, aku chae jin” jawab chae jin membalas uluran tangan do hyun.

“aah, berarti aku tidak salah menebak” tutur do hyun sambil tersenyum simpul.

“ku rasa kalau masalah wanita, apalagi wanita cantik seperti chae jin kau akan susah melupakannya do hyun” sambut eun gi tiba-tiba.

“bicara apa kau ini,?” timpal do hyun sambil menyentilkan jari tangannya ke kening eun gi.

“aaaw, aww, nomu apha.!! (sakit sekali)” ujar eun gi yang di selingi tawa kecil chae jin dan do hyun.

DI RUMAH RYEO JUN

“ryeo jun-a ayolah sekali ini saja” ucap nyonya kang, yang tidak lain adalah ibu ryeo jun.

“tidak,.!! Kalau aku bilang tidak ya tidak eomma,.” Sambutnya sedikit membentak.

“ayolah sayang,kamu juga harus menghormati keputusan ayahmu”

“apa ayah pernah menghormati keputusanku? Apa ayah pernah mengabulkan permintaaku? Bahkan ayah tak mau membantu,.,”

Ryeo jun terdiam, ia bukan kehabisan kata-kata, hanya saja ia enggan untuk mengeluarkannya.

“aah, sekarang eomma tau, kau tak bisa mengikuti perjodohan ini karna gadis itu kan?”

“jika aku berkata iya, apa semuanya akan berubah?” timpal ryeo jun ketus

“ayolah, ryeo jun dia adalah masa lalumu, untuk apa kau selalu mengingatnya, ia juga belum tentu mengingatmu”

“jangan ucapkan kata-kata itu lagi eomma sebelum aku benar-benar marah”

“cepat lupakan dia, agar semua kenangan burukmu tentang ayahmu juga terlupakan”

“seharusnya ibu malu, apa ibu benar-benar ada saat aku membutuhkan ibu? Jika bukan karna dia aku sudah tidak ada di dunia ini”

Ryeo jun berjalan meninggalkan ibunya dan memasuki kamarnya, yang merupakan tempat terbaiknya untuk menyendiri.

DIKAMAR RYEO JUN

Kamar itu penuh dengan lukisan dan foto-foto masa kecil ryeo jun, dulu ryeo jun adalah seorang penunggang kuda terhebat di sekolahnya, banyak teman-temannya yang iri akan kemahirannya dalam berkuda. Ia tak akan lupa saat untuk pertama kalinya ia mengalahkan seorang yang tak pernah terkalahkan sama sekali, namanya seung ri. Sejak kecil ryeo jun sudah hidup dikalangan orang-orang kaya dan seungri adalah salah satu orang kaya di busan. Karna kekalahannya seung ri menaruh dendam pada ryeo jun.seung ri meminta pada kedua orang tuanya agar ryeo jun di singkirkan.

Flashback

Busan,desember 2004

“Lepaskan aku,.,” teriak anak kecil berusia 8 tahun dengan tangan yang diikat kuat dengan tali.

“bisakah aku diam bocah tengik” ucap seorang lelaki berbadan tegap dengan rambut gondrong. “bodooh, cepat plester mulutnya” perintahnya pada lelaki bertato namun berkepala botak.

Malam itu sangat dingin, salju turun dengan lebatnya menutupi sebagian jalan.bintangpun tak ada yang tampak. Ryeo jun tersadar saat mendapatkan dirinya berada di dalam mobil yang sedang di parkir di hutan. Ia berusaha bangun dengan sekuat tenaga dan bergerak pelan  agar kedua penjaga tak terbangun.sedikit demi sedikit ia bisa membuka ikatan talinya yang memang tak diikat terlalu erat. Ia berusaha mebuka pintu mobil dan,.

“YAAA,.”

Ryeo jun tersentak mendengar panggilan itu, ia berfikir bahwa ini adalah akhir dari hidupnya.

“kenapa kau mengambil pacarku,.” Lanjut suara itu,.

“huuuuh,.” Ryeo jun membuang nafas lega sepertinya penjaga itu sedang mengigau karna mereka berdua mungkin sedang mabuk.

Ryeo jun berusaha membuka pintu itu dengan pelan dan berlari kencang ke dalam hutan.

SKIP,.,.

Ryeo jun menemukan sebuah titik terang, dimana dengan pengelihatannya yang sedikit buram terlihat cahaya dari sebuah gubuk kecil. Ryeo jun mendekati sumber cahaya itu dan dengan pelan mengentuk pintu.

“duajuseyo jebal,.(aku mohon tolong aku)” ucapnya pelan karna sudah tak mampu bersuara lagi. Berulang kali ia menggedor dan mengucapkan kata-kata yang sama. Dan akhirnya pintupun terbuka. Dengan pengelihatan yang samar ryeo jun mendapatkn seorang gadis yang kelihatannya seumurn dengannya berdiri di depapan pintu.

Gadis itu terkejut dan berlari masuk ke dalam rumahnya. Ryeo jun merasa kecewa,* apakah ia tak mau membantuku* batinnya.

Tak beberapa lama ia keluar kembali sambil membawakat jaket yang lumayan besar. Tanpa ragu ia memakaikannya pada ryeo jun. Gadis itu kemudian tersenyum tanpa mengeluarkan kata-kata ia menarik lengan ryeo jun untuk masuk ke dalam.

Gadis cilik itu mempersilahkan ryeo jun untuk berbaring di atas kasur kecil, ia kemudian berlari lagi dan kembali lagi membawa segelas teh hangat kemudian memberikannya pada ryeo jun.

“min na-ya,.,” terdengar suara perempuan dewasa dari arah luar dan sontak si gadis kecil mencari sumber suara.

Gadis itu menyeret lengan pemilik suara yang tidak lain adalah ibunya. Ia memberitahu ibunya tentang keberadaan ryeo jun.

Ryeo jun hanya bisa menapat lemas dan tak mengerti karna  gadis itu bekomunikasi dengan ibunya dengan menggerak-gerakkan tangannya.

Flashback stop.

Ryeojun menatap lukisannya yang tertempel di tembok. Lukisan seorang gadis kecil berpita dua di kepalanya, dengan jaket tebal yang sedikit lusuh. Dialah min na, gadis kecil yang bisu.

Ryeojun merebahkan badannya di kasur empuknya dan menutup matanya pelan.

 

Next,.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar