Rabu, 23 Juli 2014

"aku bisa merasakanmu" (나 널 느껴) PART 8


Na neol neukkyeo

Part 8

Dalam keadaan penuh dengan emosi han na turun dari mobilnya, ia berniat untuk memarahi dua orang yang sangat menyakiti hatinya. Ia tak bisa tinggal diam, dengan cepat ia berlari menyebrangi jalan tanpa melihat nyala lampu lalu lintas, dengan bercucuran air mata ia berlari dan,.

“BRUUUUAAK,.,”,.

Badan han na terpental ke tengah jalan karna tertabrak sebuah mobil berwarna hitam yang sedang melaju kencang.

Chae jin dan ryeo jun yang berada di lokasi pun tak bisa berkata apa-apa, mereka berdua tak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.

“ryeo jun-a ayo cepat bawa han na ke rumah sakit” teriak chae jin

Ryeo jun menggendong han na yang sudah berlumuran darah.dan che jin pun ikut mencari pertolongan.

SKIP.

“apakah anda wali pasien?” Tanya seorang dokter kepada direktur hwang yang tidak lain adalah nenek tiri han na.

“ne, uisangnim (dokter)”

“karna kecelakaan, han na kehilangan banyak darah dan ia butuh transfusi, bisakah anda mentransfusikan darah anda untuknya?”

“maaf, uisangnim, saya bukan keluarga kandung han na”

“kalau begitu  bisakah orang tua kandungnya datang sekarang? Karna golongan darah han na begitu langka untuk di temukan.”

“ibunya sedang melaksanakan bisnis di luar negri, mungkin dia akan sampai di malam hari” jawab direktur hwang

“maaf bu,kami tidak bisa mengundur waktu lagi, han na sudah kehilangan banyak darahnya.

“bolehkah aku mencoba uisangnim?” cetus chae jin yang sudah tidak tahan mendengar percakapan yang tak berujung solusi itu.

“apakah anda saudara kandungnya?” Tanya dokter

“bukan, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba” tegas chae jin

SKIP

“apa kau baik-baik saja?” ucap ryeo jun melihat chae jin terbaring lemas setelah transfusi berlangsung. Darah chae jin ternyata cocok dengan darah han na sehingga ia bisa melakukan transfuse.

“ne” jawab chae jin pelan.

“aku, aku ingin jujur kepadamu” ungkap ryeo jun.

“tentang apa ryeo jun-a?”

“Waktu itu,.,.

Flash back

Bayangan chae jin selalu menghantui fikiran ryeo jun sesaat setelah chae jin mengobati lukanya , ia tak bisa mengontrol dirinya saat ia mencoba melupakan bayangan chae jin dengan melihat lukisan min na yang selalu terpampang di kamarnya.

“aku harus mencari min na” tekadnya pada dirinya sendiri

SKIP

Ryeo jun berjalan memasuki sebuah kampong asri yang mempunyai segundang kenanganmasa kecilnya bersama min na. ia pun menghentikan langkahnya saat melihat rumah kumuh yang berada di pinggiran hutan itu masih terlihat seperti dulu, tak ada sedikitpun perbedaan, hanya saja sekarang sudah ada beberapa rumah lain yang di bangun di sebelahnya.

“tok,. Tok,.” Ryeo jun memberanikan diri untuk membuka pintu. Ia takut jika min na tidak menerima kedatangannya karna terlalu lama meninggalkannya tanpa kabar.

Tak lama kemudian pintupun terbuka.

“annyeohaseyo eommeoni,.” Salam ryeo jun sambil membungkukkan badannya melihat sosok wanita yang sangat ia kenali.

Ibu itu pun membungkukkan badannya pelan, namun ia masih terlihat heran.

“siapakah anda?” tanyanya pelan.

“aku ryeo jun,. kang ryeo jun”

“omo,. Ryeo jun-a,. “ucap ibu LEE sembari memeluk ryeo jun.

Akhirnya ryeo jun bisa bernafas lega karna ibu Lee menerima dengan hangat kedatangannya.

“ayo, silahkan masuk,.”

SKIP

“ryeo jun-a, kenapa kau baru datang sekarang?”

“mi,.mianhae eommeoni,aku sedikit lupa dengan jalan menuju ke tempat ini, tapi,. Sekarang aku memberanikan diri”

“ooh, gwaenchana,. Ryeo jun-a, min na selalu menunggu kedatanganmu setiap hari” ungkap ibu Lee

“aah,. Anak itu, aku juga sungguh merindukannya” aku ryeo jun tanpa malu “tapi,. Dimana min na sekarang?” lanjutnya.

“aah,. Kau datang di waktu yang tidak tepat, min na sekarang tinggal di kota, ia meneruskan sekolahnya di sebuah SMA ternama”

“whoa,.,daebak,.!! Min na memang sangat pintar eommeoni” puji ryeo jun “apakah ibu tau nama sekolah itu?” lanjutnya

“shi,. Shi,. shinwa high school”  ungakap ibu Lee sedikit mengingat-ingat.

“mwooo,.,.?” balas ryeo jun dengan nada yang begitu mengejutkan.”shinwa,.?” lanjutnya balik bertanya

“ne,. apakah ada yang salah ryeo jun-a?”

“aani,. Eommeoni,itu adalah SMA tempatku bersekolah,.” Jelas ryeo jun.

“whaa,. Berita yang bagus, kau bisa sering bertemu dengannya. Min na juga sangat merindukanmu”

“mungkin kita di kelas yang berbeda bu, dan kita tidak mengenali satu sama lain” jelas ryeo jun. “bagaimana aku bisa mengenalinya”  ucap ryeo jun dengan wajah yang begitu bingung

“tunggu sebentar, ,.” Ucap ibu Lee sembari meninggalkan ryeo jun,.

“ini,. “ ibu Lee menyodorkan sebuah foto yang ia ambil bersama min na sehari sebelum keberangkatan min na ke kota,

Betapa terkejutnya ryeo jun saat melihat sosok yang berada dalam foto itu. Ia sunguh tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. “apakah ini nyata” batinnya,.

Flash back stop

“min na-ya”,l panggil ryeo jun pelan sambil menatap tajam ke arah chae jin.

Chae jin pun menatap ryeo jun sambil bercucuran air mata, ia hanya tak menyangka akan bertemu ryeo jun kecilnya yang selama ini ia nantikan.

“maafkan aku terlalu lama meninggalkanmu,.” Ucap ryeo jun “eommeoni sudah menceritakan semuanya, “ lanjutnya.

“baboya,.” Ucap chae jin pelan “kenapa kamu baru memberitahuku sekarang?” lanjutnya.

“itu,. Aku hanya ingin memperbaiki imageku dulu di hadapanmu”jawab ryeo jun pelan,

“apa ibu memberitahumu kenapa ia mengganti namaku?”

“yaa,. Dia bilang, saat oprasimu selesai, saat kamu bisa bersuara dia akan mengganti namamu agar tak ada lagi kenangan buruk yang kamu hadapi” jelas ryeo jun

“hmmm,., hari itu rasanya sebuah keajaiban, aku bisa dapat oprasi gratis berkat bantuan bu guru seo”

“siapakah dia?”

“dia guru di sekolahku dulu, dia begitu menyayangiku, dia menganggapku sebagai anaknya sendiri, sehingga di berjuang mencari rumah sakit yang berbaik hati untuk mengoprasiku.” Cerita chae jin.

“sekali lagi aku minta maaf, karna aku tak pernah mencarimu” pinta ryeo jun sembari menundukkan kepalanya .

“aiish,. Jangan seperti itu ryeo jun-a, aku baik-baik saja” ucap chae jin sambil tersenyum tulus.

Ryeo jun menarik nafasnya pelan, reaksi chae jin jauh dari apa yang ia bayangkan, ia membayangkan jika chae jin tak mau memaafkannya.*hah,. Aku sungguh bahagia * batin ryeo jun. tanpa ragu ia mengecup kening chae jin lembut ,chae jin memejamkan matanya pelan, ia juga merasa sungguh bahagia.  Akhirnya ryeo jun kembali lagi kesisinya.

“ekhhmmm,.,” terdengar suara deheman dariseseorang yang tepat berada di samping tirai pembatas .

Ryeo jun segera memperbaiki posisinya kembali, momentmelepas rindunya bersama chae jin pun terganggu oleh suara deheman eun gi yang tiba-tiba saja muncul.

“mianhae,.” Ucap eun gi.

“anii,. Eun gi-ya “ timpal chae jin yang mukanya terlihat langsung memerah karna menahan malu.

“apa kau baik-baik saja?” Tanya eun gi “aku,. Aku kesini bersama do hyun” lanjutnya

“di mana do hyun?” Tanya chae jin

“do hyun-a,ayo masuk”perintah eun gi yang menolehkan pandangannya ke belakang tirai.

“a,. annyeong chae jin-a” ucap do hyun sungkan sembari melirik kea rah ryeo jun.

“kenapa kau tidak masuk?” Tanya chae jin

“anii,. Aku hanya sedikit sungkan, aku kira kau masih marah padaku.

“aah,. Sejak kapan aku bisa memarahimu, kau adalah yang terbaik do hyun-a” ungkap chae jin

“ekhmm,.” Ryeo jun pun berdehem keraskarna merasa cemburu dengan perkataan chae jin “sepertimya aku butuh air” lanjutnya sembari berjalan keluar meninggalkan ruangan.

“ryeo jun-a,.” panggil chae jin. “aku inginmemberitahumu sesuatu” lanjutnya.

Ryeo jun menghentikan lanhgkahnya dan berbalik kembali,.

“sebenarnya,. Aku dan do hyun,.” Ucap chae jin ragu,.


 

Next,.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar