Senin, 01 September 2014

Cute Nuna Chapter 2

Tittle: Cute Nuna
Author : Nisa Amila Rodhiya
Main cast : Park Chanyeol
                    Lee shi ma
Genre : romance, little comedy
PART 2
“ddrrttt,,. Ddrrrrttt”
Suara handphone nya bordering, pertanda satu sms telah masuk. Dan betapa terkejutnya ia saat memeriksa handphonenya, nama chanyeol muncul di screen handphonenya,.
From : park chanyeol
Nuna, temui aku di namsan tower, aku takut keluar malam sendiri.
SEKARANG,. !!!
“mwoo,., ??? bagaimana ini,., ?? haruskah aku pergi?” ucapnya sambil berjingkrak-jingkrak membaca pesan dari chanyeol,.,
Shi ma lalu berlari menuju lemarinya mengambil sebuah jaket putih dengan sesekali merapikan rambutnya yang cukup berantakan karna aksi guling-gulingnya.
**************
Shi ma menengok kanan dan kiri saat mendapati chanyeol berdiri di bawah pohon yang di hiasi banyak lampu warna-warni. “ternyata di benar-benar datang sendiri” batin shi ma.
“wasseo,. “ sambut chanyeol.
“ne, chanyeol sshi” balas shi ma tak lupa dengan rundukkan kepalanya.
“kajja,. “ ucap chanyeol
“kemana kita harus pergi?” menengadahkan kepalanya .
“kau ikut saja” balas chanyeol lalu meraih tangan shi ma dan menggenggamnya erat.
“chanyeol-ssi” ucap shi ma pelan menyadari perlakuan chanyeol.
“yaaa,.nuna, ini sangat dingin, bisakah kau diam, ini salah satu bentuk perlindungan untukku”  balasnya lalu memasukkan tangan shi ma ke kantong jaket  hitammnya.
Chanyeol tersenyum simpul melihat ekspresi heran shi ma.
“mwoo? Perlindungan? “batin shi ma sambil berfikir keras.
Setelah lama berjalan-jalan, chanyeol mengajak shi bermain sky(yang pake sepatu khusus di atas es itu loh maksudnya).
“nuna, ayo kita bermain di situ” tunjuk chanyeol ke kerumunan orang banyak yang sedang asyik bermain.
“kau saja, aku tidak bisa bermain sky”
“aigoo, itu bukan seperti sky pada umumnya, nuna hanya perlu gunakan sepatunya lalu jaga keseimbangan” jelas chanyeol.
“tapi,., aku benar-benar tak bisa” tolak shi ma.
“kajja,, “ ajak chanyeol sambil menyeret tangan shi ma.
Merekapun akhirnya bermain  sky. Suasana malam itu sangat sulit di gambarkan, namun terlihat dari ekspresi mereka berdua bahwa malam itu mereka sangat bahagia. Shi ma beberapa kali tertawa lepas karna hendak terjatuh, namun chanyeol selalu menangkapnya.
“nunaa, ini menyenangkan bukan?” Tanya chanyeol di tengah permainan
“ne ne” balas shi ma lalu tertawa.
“yaa,. Yaa,. Nuna pegangan yang kuat” teriak chanyeol
Shi ma lalu melingkarkan tangannya di pinggang chanyeol, dan sekarang kepalanya tepat berada di dada chanyeol. Di rasakannya detak jantung chanyeol yang begitu cepat.
Chanyeol hanya tersenyum simpul mendapati shi ma ada di pelukannya. Tak bisa di pungkiri bahwa ia begitu bahagia. Namun ia menyadari bahwa sekarang shi ma dapat merasakan detak jantungnya dan,.
Chanyeol melepaskan pelukan shima lalu mereka berdua terjatuh. Di atas Kristal es.
Shi ma beberapa kali menelan ludahnya saat ia dapati chanyeol berada tepat di atasnya. Mereka memandang satu sama lain dan beberapa saat kemudian tersadar.
“aa,. Mianhae nuna, aku tidak sengaja” ucap chanyeol.
“ah ne, gwaenchanha” balas shi ma pelan.
Saat hendak berdiri, shi ma terjatuh lagi. Sepertinya kakinya sedikit keseleo karna di tindih chanyeol.
“nuna gwaenchanha?” Tanya chanyeol begitu khawatir.
“ne ne,., aawww,. “ teriak shi ma saat chanyeol memutar pergelangan kakinya.
“aigooo,. Kamu keseleo nuna, ayo cepat naik” perintah chanyeol sambil menawarkan pundaknya.
Shi ma hanya menatap punggung chanyeol, ia tak enak hati jika chanyeol menggendongnya.
“wae geurae nunaa,.? Ayo cepat” perintah chanyeol.  “nuna, ini perintah,. “ lanjutnya.
Dan akhirnya shi ma pun naik ke atas punggung chanyeol.
Saat perjalan pulang chanyeol mengantarkan shi ma ke rumahnya yang ke betulan tidak terlalu jauh dengan namsan tower. Ia pun tak hentinya berbicara saat shi ma berada di atas punggungnya.
Shi ma hanya tersenyum geli membayangkan malam yang bahagia ini, ia tak menyangka bahwa chanyeol akan kuat menggendongnya sampai depan rumahnya.
********************
Ternyata malam itu adalah malam perpisahan bagi mereka berdua. Tak di sangka setelah 2 bulan menjadi bodyguard chanyeol, shi ma tiba-tiba saja di pindah tugaskan menjadi staff di bagian checking, karna ada perombakan anggota yang tidak jarang terjadi.
Shi ma begitu sedih, karna ia tak bisa berada di sisi chanyeol setiap harinya. Namun inilah kenyataan, ia harus professional dalam bekerja, dan tidak mencampurinya dengan urusan pribadi.
“huhh,. Kenapa semuanya berubah saat aku mulai menyukainya” batin shi ma sambil menghembuskan nafasnya pelan.
Ia juga belum sempat berpamitan dengan chanyeol, tapi setelah ia fikirkan lagi, itu akan lebih baik dari pada akan semakin membuatnya susah melepaskan anak manja itu.
Other side,.
“eomma,. Kanda,. “ pamit chanyeol lalu mencium tangan ibunya.
“aigoo,. Kau begitu semangat pergi ke sekolah akhir-akhir ini”
“geuromyeon,. Karna sebentar lagi akan ada ujian akhir”
“ooh,. Sesange,. Anak ku memang anak yang pintar” mengelu-elus kepala chanyeol,.
Chanyeol lalu meninggalkan ibunya dan berdiri tegak di samping pintu rumahnya.
“kenapa ia lama sekali” gumamnya dengan sesekali menatap jam tangannya.
“apakah anda sudah siap tuan?” terdengar suara tepat di belakangnya.
Chanyeol membalikkan badannya, dan yang ia dapatkan bukanlah shi ma, namun seorang wanita lian yang jelas jauh lebih tua darinya.
“nuguu,. Seyo?” tanyanya pelan
“aku bodyguard baru anda tuan” ucapnya lalu membungkukan badannya.
“bodyguard baru? “ tanyanya. “sepertinya aku tidak pernah meminta” lanjutnya kebingungan
“ne, sajangnim, mulai hari ini aku yang akan menjaga anda”
“aku tak mau,. Shi ma nuna di mana?”
“ia sudah di pindah tugaskan tuan blaa blaa,. Bla,..” jelas bodyguard itu panjang lebar.
Chanyeol hanya bisa mendengus pelan, ia tak bisa melakukan apa-apa sekarang. Ia tak mungkin meminta ayahnya menarik shi ma kembali, karna sudah terlalu banyak rumor tak sedap yang sudah beredar tentangnya sejak awal ayahnya menjadi presiden.
***************
Genap seminggu sudah,. Tapi sampai saat ini chanyeol masih tak bisa bertemu dengan shi ma. Sudah beberapa kali ia menghubunginya namun nihil, semuanya tak berhasil apa-apa. Sepertinya shi ma mengganti nomor handphonenya.
“aaaiish,, sialan, sungguh menyebalkan” umpat chanyeol sambil menghempaskan badannya ke kasur.
“kenapa berada jauh dengannya begitu terasa sulit,. ?” ia mulai memukul-mukul kasurnya.
Chanyeol terlihat kacau, ia bukan seperti chanyeol yang dulu, chanyeol yang periang banyak bicara dan jahil. Sekarang ia kebanyakan murung, menghayal dan tidak berbicara jika itu tidak penting.
“bagaimana inii,.?” Gumamnya lalu mengacak-acak rambutnya.
“aaah,., benar juga.,” ucapnya tiba-tiba setelah beberapa saat berfikir keras.
*********************
“ada apa tuan muda memanggilku ke sini?” ucap ketua kim saat berada tepat di hadapan chanyeol.
“begini ketua kim, bisakah kau memberikanku kontak bodyguard lamaku, sepertinya dia merubah kontaknya.” Jelas chanyeol dengan nada sinis.
“maaf tuan muda, tapi itu adalah privasi para staff yang tidak bisa di bocorkan” balas ketua kim dengan raut wajah merasa bersalah.
“yaaa,., dia mengambil barang pribadiku dan aku harus menanyakan langsung padanya” balas chanyeol tak mau kalah.
“haaah? Jeongmalya? Ckckckc, baiklah tuan muda, akan aku kirimkan kontaknya sesegera mungkin” ucap tuan kim lalu dengan cepat meninggalkan chanyeol.
Chanyeol tersenyum puas, tak sesekali ia menaik turunkan alisnya tanda keberhasilan.
“mianhae ketua kim, dia telah mengambil hatiku” gumam chanyeol lalu bersiul-siul  dan masuk ke kamarnya.
Other side
Malam itu shi ma memandang langit-langit kamarnya, sudah lebih seminggu ia menghindar dari chanyeol dan sekarang ia begitu merindukannya.
“aniii,. Anii aniii,. “ ucap shi ma sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “aku tidak meoleh merindukannya lagi” lanjutnya lalu meneutup kepalanya dengan bantal
“drrt,. Drrtt,.” Getaran handphonenya membuat shi ma terkejut.
From : park chanyeol
Nuna, walaupun kontakmu berubah aku tahu pasti kontakku tetap tersimpan, jadi aku harap datanglah sekarang , aku menunggumu di pinggir sungai han”
Jantung shi ma tiba-tiba saja berdegup sangat kencang, ada rasa bahagia yang muncul saat melihat nama chanyeol di screen hpnya. Meski menjadi sebuah pertanyaan mengapa chanyeol mengetahui nomor barunya, tapi shima tidak begitu menghiraukannya.
Ia berusaha setenang mungkin, ia tak mau terlihat begitumerindukan chanyeol di hadapannya. Shi ma mengatur nafas dalam lalu membuangnya pelan.
*****************
“chanyeol-ssi” ucap shi ma dengan nada datar tepat di belakang chanyeol.
“aaah nuna,. “ balas chanyeol sesaat setelah membalikkan badannya.
“nuna,. Gwaenchanayo? Kau baik-baik saja kan? Apa kau sudah makan? Kau terlihat lebih kurus? Apa kau ada masalah, atau kau,.,”
“chanyeol-ssi, katakana dengan singkat kenapa anda menyuruh saya datang ke sini?” shi ma pun memutuskan pertanyaan chanyeol yang tidak akan berujung itu.
“nunaa,.” Ucap chanyeol pelan. Ia merasa bahwa shi ma begitu berbeda dari sebelumnya.
“baiklah, jika memang kau tidak punya keperluan, aku akan pergi” ucap shi ma lalu menundukkan kepalanya.
Shi ma pun berbalik meninggalkan chanyeol sendiri, “apa aku melakukan yang terbaik? Aku hanya tak ingin  kita menjadi rumor di kalangan masyarakat” batinnya dengan mata berkaca-kaca.
Chanyeol melihat dengan jelas shi ma membalikkan badanya dan tak menghiraukannya. “apa yang harus aku lakukan” batinnya, ia baru pertama kehilangan akal. Karna mungkin factor hatinya yang begitu sakit. Baru pertama kali ia merasakan hatinya seperti di tusuk-tusuk.
walaupun tidak di hiraukan setidaknya ia harus berjuang, begitulah prinsip seorang chanyeol yang tak pernah putus asa. Lalu ia berlari kea rah shi ma dan kemudian melingkarkan tanganna di pinggang shi ma dari belakang,
“nuna, tunggu sebentar saja,. Aku mohon dengarkan aku, “ kata-kata pertama chanyeol yang terdengar jelas di telinga shi ma membuatnya tak bisa berkata apa-apa.
“sejak aku lahir orang tuaku selalu memanjakanku, sehingga aku tak begitu peka terhadap perassan orang lain, kau pasti sudah tau kalau aku sudah mempunyai 11 bodyguard yang mengundurkan diri karna tak tahan denganku. Sebenarnya aku seperti itu karna aku kesepian, aku menjadikannya suatu hiburan. “ jelas chanyeol.
Shi ma sudah tak tahan,ia mencoba melepaskan pelukan chanyeol, karna jika ia tetap seperti ini ia akan terhanyut dalam suasana dan mengikuti kata hatinya.
Merasakan reaksi shi ma, chanyeolpun tak mau mengalah ia semakin mengeratkan pelukannya lalu melanjutkan perkataanya.
“saat engkau datang dalam hidupku, aku merasa berbeda, rasa aneh yang tak pernah ku rasakanpun muncul,rasanya setiap hari aku ingin selalu berada di sisimu, bercanda denganmu, karna itu aku banyak mengambil les tambahan di blue house yang dari dulu tak pernahaku hiraukan, itu semua karna aku tak bisa melawan hatikku yang ingin selalu dekat denganmu,”
Chanyeol melepaskan pelukannya lalu membalikkan badan shi ma. Di lihatnya mata shi ma yang sudah berkaca-kaca.
“chanyeol-ssi ku rasa kau su,. “ belum lengkap pernyataan shi ma, chanyeol langsung melayangkan ciumannya ke bibr shi ma, ia mencium shi ma pelan, menutup matanya perlahan dan terhanyut dalam suasana.
Shi ma pun membalas ciuman chanyeol, mungkin saat ini ia sudah tak bisa membendungi perasaannya lagi. Bibir mereka beradu di bawah rintikan salju, menerjang satu dengan yang lain. Shi ma menggenggam kuat jaket hitam chanyeol dan chanyeol menarik pinggang shi ma lebih dekat dengannya.
Setelah beberapa saat melakukan adegan kissing, chanyeol membuka pelan matanya dan melepaskan ciumannya.
Ia langung memeluk shi ma, meletakkan dagunya tepat di bahu shi ma.
“nuna,. Aku mencintaimu,karna itu aku harap kau jangan meninggalkanku lagi, aku sudah cukup gila karna ini”. Ungkap chanyeol dengan tulus, dan tanpa sadar ia meneteskan air matanya di pelukan shi ma.
“mianhae,,” ucap shi ma beberapa saat setelah chanyeol mengungkapkan perasaanya.
Chanyeolpun melepaskan pelukannya lalu menatap shi ma dengan tatapan yang begitu dalam.
“mianhae chanyeol-ssi, aku benar-benar tidak bisa,.” Ucap shi ma pelan
Chanyeol menutup ke dua telinganya dengan ke dua tangannya “andwae nunaa,. Aku tak mau mendengarnya”
Shima meraih kedua tangan chanyeol lalu menurunkannya dari telinganya.
“chanyeol-ssi, aku benar-benar tidak bisa menolakmu kali ini” ucapnya lalu tersenyum simpul ke arah chanyeol.
“nunaa,. “ ucap chanyeol dengan nada manjanya.
“eem,. “
“kau ingin mengerjaiku sekarang?”
“ne, wae? Karna dulu kau terus-terusan mengerjaiku”
“sepertinya kau perlu di hukum,” ucap chanyeol dan dengan cepat ia mencium pipi shi ma lalu berlari
“YAAAA,., chanyeol-ssi,.,. “ teriaknya lalu mengejar chanyeol.
“NUNAA SARANGHAE,., “ teriak chanyeol membuat semua orang mengalihkan pandangan padanya.
Shi ma begitu sangat malu melihat orang-orang yang memperhatikan mereka berdua. Ia menutup mukanya dari samping dengan kedua tangannya.
“NUNAA,. KAU TAK BOLEH MENOLAKKU, KARNA INI PERINTAH” chanyeol berteriak lagi saat shi ma sudah berada di hadapannya.
Chanyeolpun berlari dan memeluk shi ma lalu berputar-putar layaknya orang gila.
From : park chanyeol
“walau cinta itu sulit, dan kadang menyakitkan, jagalah cintamu. Cinta yang menyakitkan juga adalah cinta, jangan menyerah.
Saat kau berani merasakan cinta, itu berarti kau sudah berjanji pada dirimu sendiri bahwa kau harus memperjuangkannya sampai akhir”
 
-END-
 
 
 
 
 
 

 

Cute Nuna Chapter 1

Tittle: Cute Nuna
Author : Nisa Amila Rodhiya
Main cast : Park Chanyeol
                    Lee shi ma
Genre : romance, little comedy
”detak jantung yang berbedapun terasa, terasa sungguh aneh namun aku menyukainya.tersenyum sendiri saat mengingatnya, ingin selalu melihat wajahnya, walau kadang ia membalasnya dengan begitu dingin .
Perubahan yang ku alami saat takdir mempertemukan kita melahirkan pertanyaan di benakku, apakah ini yang mereka sebut cinta?”
PART  1
Musim semipun telah tiba, bunga-bunga yang awalnya mengucup sekarang telah bermekaran, sungguh sangat indah. Indahnya musim semi dapat dirasakan oleh shi ma dengan baik, wajar saja karna hari ini adalah hari pertamanya bekerja, setelah lulus dari high school tahun lalu ia langsung di pekerjakan, karna kemampuan shi ma memang tidak di ragukan.
Namanya lee shi ma, perempuan berusia 19 tahun itu yang seharusnya sekarang masih di bangku SMA, sudah mulai bekerja. Ia cukup pintar karna beberapa kali melewati kelas akselnya dengan baik. Namun, ia tidak begitu senang bergelut dengan dunia ilmu pengetahuan, minatnya lebih tertuju kepada taekwondo, wushu dan bela diri lainnya.
“hah,. Akhirnya impiankupun tercapai” gumam shi ma saat hendak memasuki pintu gedung besar  blue house. Iya,., dia memang di pekerjakan menjadi salah satu staf di blue house karna kemampuan bela dirinya.
“shi ma-ssi” ucap seorang pemimpin team pelindung VIP sembari membaca riwayat hidup shi ma.
“nde,.” Jawabnya tegas.
“kau sekarang berada di teamku, pelindung VIP, apa kau siap?”
“siap.!!” Cetusnya tegas.
“apa kau tau tugas kita?”
“ne, melidungi VIP dari bahaya dan rela mempertaruhkan nyawa demi keselamatan VIP”
“benar” balas ketua team kim sambil tersenyum.”cham,. apa kau tahu siapa itu VIP?” lanjutnya.
“ne, VIP adalah presiden” ucap shi ma tanpa ragu.
“anio, VIP bukan hanya presiden, tapi presiden dan seluruh keluarganya, arasseo”
“nde, arraseumnida” 
“karna itu sekarang tugasmu adalah,., .(skip)”
“nde,.,,?????” balas shi ma sambil memelototkan matanya,
************
“eommaaaa,., “ teriak seorang namja dari kamar mewahnya.
Nyonya besar langsung memasuki kamar anak bungsunya dengan berlari.
Dialah park chanyeol, anak bungsu dari presiden korea selatan park han soo. Usianya yang sudah 19 tahun tidak menghalanginya untuk tetap bersikap manja  pada ibunya. Wajar saja chanyeol seperti itu. Di masa lalu ibunya selalu memperlakukan chanyeol seperti anak perempuan di karenakan obsesinya untuk memiliki seorang anak perempuan, namun nihil ketiga anaknya adalah seorang laki-laki, kelahiran chanyeol yang begitu diharapkan dapat mewujudkan keinginannyapun pupus.
“yeolie” itulah nama panggilan dari kedua orang tuanya. Bahkan ayahnya yang merupakan seorang presidenpun tak dapat menghalangi chanyeol untuk hidup bermanja-manja.
Chanyeol sekarang duduk di kelas 3 SMA, setiap pergi kesekolah ia selalu dikawali oleh seorang bodyguard, namun na’as, tak sedikit dari bodygoardnya yang berlaih devisi karna tak tahan mengurusi chanyeol yang sungguh sangat jahil dan tak mau di urus.
“ada apa yeolie?” Tanya nyonya park sesampainya di kamar chanyeol.
“aku tidak berangkat ke sekolah hari ini” ucapnya sembari memanyunkan mulutnya,
“anii, anii wae ?”
“aku tak mau berangkat sendiri, pasti akan membosankan” balasnya
“kau tidak berangkat sendiri yeolie” bujuk nyonya park mengelus kepala chanyeol.
“lalu,. Apakah nuna itu berubah fikiran? Dia tidak berpindah devisi sepert yang lain?” Tanya chanyeol sambil memajukan mukanya penasaran
“hmm, dia sudah pindah, ketua kim sudah menyediakan bodyguard baru untukmu” jelas nyonya park.
“tapi yeolie, eomma harap kamu tidak jahil lagi, eomma sudah pusing dengan tingkahmu”
“ne, arraseo eomma” balasnya manja dan langsung memeluk ibunya.
skip time~
Shi ma langsung terperanjat melihat seorang yang di perintahkan ketua kim untuk ia lindungi.
“omoo, bagaimana bisa lelaki dewasa sepertinya perlu di lindungi” batin shi ma.
“yeolie, ini dia bodyguard barumu” ucap nyonya park sambil menunjuk ke arah shi ma.
“annyeonghaseyo, nan lee shi ma imnida” bungkuk shi ma untuk beberapa detik.
“aigoo, aigoo nuna, jangan seperti itu, bersikap formallah padaku” balas chanyeol dengan nada menggelikan.
“anio sajangnim,.nan,.”
Belum sempat shi ma melanjutkan perkataannya, chanyeol sudah tertawa terbahak-bahak sambil memegang  perut.
“ahahaha, sajangnim,.? Jangan panggil aku seperti itu nuna, yeolie irago” balasnya setelah lelah tertawa.
“YAAA,. Dasar anak manja, seandainya kau bukan anak bungsu presiden sudah habis kau” batin shi ma.
*****************
Pagi itu di dongguk high school, chanyeol bertemu dengan teman temannya, tak satupun dari teman chanyeol yang bukan keturunan pengusaha, semuaterlihat memiliki masa depan yang cukup cerah. Chanyeol memiliki dua sahabat, sebut saja  oh sehun dan byun baek hyun.
“yaa,. Yeoli, daebaak, apa dia bodyguard barumu?” Tanya sehun dengan sesekali melirik shi ma,
“aigoo,.” Balas chanyeol sambil menjitak kepala sehun.”apa dia begitu canttik di matamu?” bisik chanyeol.
“geuromyeon,. Dia terlihat sekseeh,. “ balas sehun.
“ssst,. Pelankan suaramu bodoh,.” Perintah chanyeol.
“arrasseo, arrasseo,.” 
“nuna, aku masuk kelas dulu ya, kau bisa pergi sekarang.” Perintah chanyeol kepada shi ma.
“ne, arraseumnida” balas shi ma sambil menundukkan kepala.
***************
Shi ma berjalan menuju mobil pribadi chanyeol, yang mereka gunakan menuju ke sekolah. Di lihatnya supir jjang sedang tertidur pulas. “ia kelihatan begitu lelah” batin shi ma lalu membuka pintu belakang mobil dengan perlahan.
“aigoo, aigoo,.” Supir  jjang  terperanjat merasakan pintu belakang mobil terbuka.
“jeoseonghabnida, supir jjang” pinta shi ma sesaat setelah supir jjang menyadari keberadaanya.
“gwaenchanayo, masuklah,.” Perintah supir  jjang.
Di dalam mobil, shi ma dan supir jjang banyak bercerita satu dengan yang lain, terkadang cerita mereka terhenti dengan selingan gelak tawa. Entah apa yang sedang mereka bicarakan namun nama chanyeollah yang kerap terlontar dari mulut kedua orang itu.
“jinjjaya,.? Sudah 11 orang? “ Tanya shi ma sungguh tak percaya”
“nde, dan kamulah bodygardnya yang ke 12, setelah presiden menjabat selama 3 tahun, 11 orang telah beralih devisi karna putra bungsunya.” Jelas supir jjang.
Setelah mendengar banyak tentang chanyeol, shi ma mulai berfikir bagaimana cara memperlakukan anak manja itu. Dari cerita yang ia dapat chanyeol kerap kali menjahili bodyguardnya dan ia juga bukan tipe anak yang penurut. Entah apa yang di fikiran shi ma, namun ia sudah tau bagaimana harus bersikap di depan chanyeol, ia tak ingin menjadi korban chanyeol yang ke 12.
*************
Sore itu, shi ma hendak pergi mengunjungi sahabatnya, sebut saja kang sejin. Namun takdir berkata lain, tiba-tiba saja ia mendapat panggilan dari ketua kim untuk datang ke lapangan latihan blue house. Ia pun menghembuskan nafasnya pelan dan dengan cepat menuju blue house.
***************
Sesaat setelah sampai di lokasi, shi ma bertemu dengan rekan kerjanya, mereka juga sedang berlatih di lapangan, namun betapaterkejutnya dia saat menoleh kea rah sumber suara yang menyebut “nunaa ,.nuna, dan nuna” untuk beberapa kali. Di bola matanya terlihat chanyeol melambai-lambaikan tangannya dari kejauhan.
“oh my gosh,.apakah dia memanggilku?” batin shi ma kesal, ingin rasanya ia memberikan tendangan andalannya melayang ke perut chanyeol.
“ne sajangnim” ucap shi ma setelah berada di hadapan chanyeol, lalu membungkukkan badannya.
“aah, nuunaa,.,” balasnya dengan suara manja. “aku sudah bilang jangan panggil aku sajangnim, panggil aku chanyeol atau yeolie” lanjutnya  mengepal-ngepalkan tangannya di samping kedua pipinya.(sungguh menggemaskan)
“ne,chanyeol-ssi” balas shi ma.
“aigoo,, itu terdengar sungguh sangat tua untukku, tapi sudahlah lebih baik itu daripada sajangnim., geundae nuna,. Nuna terlihat sangat muda, apa nuna melakukan oprasi plastic berulangkali?”perkataan chanyeol mulai ceplas ceplos.
“animnida, aku tidak punya waktu untuk itu” jawab shi ma tegas.
“aah, begituu, tapi nuna bukankah umur nuna seharusnya 22 atau 23 tahun?” timaplnya tak mau kalah.”tahun berapakah nuna lahir?” tanyanya lagi dan lagi.
“1992 chanyeol-ssi” balasnya singkat.
“aah, 1992” ucap chanyeol pelan sambil berfikir lalu sesekali menghitung jari-jarinya. “haah,. 1992?” ia pun mulai tersadar.
Shi ma hanya mengenggukkan kepalanya pelan untuk sekedar mengirit suara karna ia tau pertanyaan chanyeol tak akan kunjung selesai.
“yaaa,., nunaa, aku baru sadar, kita lahir pada tahun yang sama, bagaimana ini,.??” Chanyeol terlihat bingung.
“waeo?” Tanya shi ma mulai penasaran.
“bagaimana bisa nuna, maksudku kau bekerja dengan umur semuda ini?”
Shi ma hanya tersenyum mendengar pertanyaan chanyeol yang ia rasa tak perlu untuk di jawab.
“panggil saja aku nuna, karna mungikin kau sudah terbiasa dengan itu”. Pinta shi ma
“nde, nuna,.” Balas chanyeol pelan.
Dan akhirnya shi ma tau mengapa ia di perintahkan untuk datang ke blue house soreini, itu karna tiba-tiba chanyeol ingin belajar memegang pistol. Lalu dengan perlahan shi ma mengajarkannya yeaah walau terbilang kemampuan chanyeol memang sungguh di bawah rata-rata dalam hal ini.
chanyeol's room~
Chanyeol beberapa kali melakukan aksi guling-gulingnya di atas kasur nya. Iamasih berfikir panjang tentang apa yang di ungkapkan shi ma sore tadi. “pantas saja mukanya masih muda” batinnya dengan sesekali menggelengkan kepalanya.
Ia tiba-tiba saja memegang dadanya. Ia juga masih mengingat bagaimana jantungnya berdegup kencang saat shi ma memeluknya dari belakang untuk mengajarkannya bagaimana memegang pistol dengan benar. Ini pertama kalinya, pertama kali ia rasakan jantungnya berdegup kencang, rasanya seperti saat kebohongan terungkap. Sungguh mendebarkan.
“ani,. Ani,., kenapa aku terus memikirkan nuna itu” ucapnya menyadarkan diri sambil menepuk pipinya bergiliran.
3 hari kemudian.
Sudah 1 minggu shi ma genap bekerja menjadi staf di blue house sekaligus bodyguard anak bungsu presiden, park chanyeol. Ia bisa di katakana hebat karna satupun kejahilan chanyeoldapat ia hadapai dengan baik. Dan anehnya chanyeol tidak banyak memerintah bodyguardnya kali ini, mungkin karna shi ma seumuran dengannya ataukah karna hal lain? Entahlah,.
“hai nunaa,., “ panggil sehun saat melihat shi ma berdiri di depan gerbang sekolah.
Shi ma hanya membalasnya dengan menundukkan kepalanya pelan,
“nuna, kau cantik sekali hari ini” goda sehun sambil memegang pelan dagu shi ma.
Shi ma hanya terdiam membisu layaknya patung,ingin rasanya ia menendang muka anak ingusan ini, namun apa daya ia tak mau namanya akan terpampang di banyak surat kabar karna menyelakai putra kedua mentri perhubungan.
Sehun hanya tersenyum melihat tingkah shi ma yang tak sedikitpun meresponya. Dengan sigap ia menggandeng lengan shima lalu berbicara tanpa henti.
“nuna nuna, antarkan aku ke kelas juga” pintanya manja.
“bisakah anda melepaskan saya?” shi ma masih meminta dengan sopan.
“anioo nunaa, aku juga ingin berjalan denganmu” pinta sehun lalu mengedip-ngedipkan matanya manja.
Shi ma langsung tersenyum melihat tingkah manja sehun. Awalnya ia berfikir bahwa sehun adalah lelaki yang sudah dewasa karna selalu merayunya, tapi ternyata tidak ia sama saja dengan chanyeol, hanya lelaki kaya  yang manja.
“nuna nuna kau tersenyum?” tebak sehun lalu berjinkrak-jingkrak.
“aigoo nunaa, aku bisa membuatmu tersenyum akhirnya” lanjutnya lalu tanpa sadar memeluk shi ma.
Shi ma mencoba melepaskan pelukan sehun namun nihil, walau sangat manja tetapi lelaki ini cukup kuat.
“YAA,., apa yang sedang kau lakukan” teriak chanyeol lalu dengan singgap mendorong sehun.
“aku,. Aku hanya”
“yaa, sehunie, kau kira dia boneka yang dengan seenaknya saja kau peluk.?” Cetus chanyeol dengan nada yang begitu tinggi, ia terlihat sangat marah.
“ani,. Wae,.?” Balas sehun heran.
“jangan dekati dia lagi, dia adalah bodyguardku, jika kau ingin. Kau tinggal meminta bodyguard pada ayahmu, jika kau mengulanginya aku tidak akan tinggal diam” ucap chanyeol dengan penuh amarah.
Bukan perasaan bersalah yang ada di benak sehun saat chanyeol membawa bodyguardnya pergi, namun perasaan bingung dan heranlah yang memenuhi kepalanya. Sehun begitu heran melihat chanyeol memarahinya hanya karna seorang bodyguard. Karna tak sedikit dari mantan bodyguard chanyeol yang sering sehun peluk, tapi chanyeol tak pernah marah sedikitpun padanya. Dan kali ini sehun merasa chanyeol sungguh berbeda.
Hari-haripun berlalu dengan cepatnya, tak terasa minggu ini adalah minggu ketiga shi ma bekerja. Ia terlihat biasa saja menjalankan pekerjaanya karna chanyeol juga tak pernah menjahilinya seperti bodyguard-bodyguardnya yang lain. Namun pernah suatu hari shi ma merasa jantungnya berdegup dengan kencang saat berada di sisi chanyeol, yeaah,. Saat itu adalah ketika chanyeol mengajaknya untuk menghadiri pesta, awalnya shi ma menolak karna chanyeol melarangnya menggunakn baju seragam blue house. Namun apa daya, chanyeol tetaplah chanyeol, lelaki manja yang tak mau mengalah.
At party,.
“nuna, kau diam di sini sebentar aku mau ke toilet” ucap chanyeol saat mereka berdua sudah ada di dalam ruangan pesta.
Entah apa yang terjadi namun chanyeol berlari pelan ke toilet sambil mengepak dadanya pelan. “aaah,. Kenapa kau berdetak bukan pada waktunya” batin chanyeol sambil sesekali menghela nafas dalam. Ya,.,, sepertinya chanyeol memang berusaha menghilangkan nervousnya untuk bebrapa saat.
“yeaah,.,kita lihat siapa ini?” goda seorang lelaki berjas merah saat shi ma berdiri di antara kerumunan. “siapakah namamu yeoja cantik?” rayu lelaki itu.
“aaah, sepertinya dia tidak menghiraukan kita” sambut temannya yang lain. “YAA,,. Kenapa kau diam saja sayang” lanjutnya sambil mengelus pelan lengan shi ma.
Tangan shi ma sudah berkeringat, ia sudah tak sabar ingin meninju lelaki yang ada di hadapannya, tapi setelah itu ia merasa ada seseorang yang menggenggam erat tangannya.
Shi ma menolehkan wajahnya ke samping di dapatinya park chanyeol sedang berdiri di sebelahnya.
“apa yang kalian lakukan?” Tanya chanyeol kepada kedua lelaki itu sambil tersenyum sinis.
“kami ingin berkenalan dengannya, ada yang salah” balas lelaki jas merah dengan nada menantang.
“hey,. Bagaimana jika seandainya kau melihat pacarmu di ganggu lelaki belang seperti kalian?”
“apa?? Lelaki hidung belang? Beraninya kau?” menyiapkan tinjunya.
“YAA,. YAA,. Benarkah dia pacarmu? Coba buktikan?” ucap lelaki ber jas hitam, sambil menenangkan temannya.
Dengan cepat chanyeol mencium bibir shi ma dengan halus, kedua tangannya melingkari pinggang shi ma lalu membawanya lebih dekat ke pelukannya.
Shi ma hanya terdiam membisu menerima perlakuan chanyeol, ingin rasanya ia memberontak namun entah apa yang dalam hatinya membuatnya tak bisa menyangkal, ia pun menutup matanya pelan.
Beberapa saat kemudian chanyeol melepaskan ciumannya, ia membuka matanya bersamaan dengan shi ma, si pandanginya shi ma dengan pandangan yang tak bisa di artikan, dengen segera ia melepas lingkaran tangannya di pinggang sih ma lalu menggenggam tangan shi ma kuat.
“puaskah kau sekarang?” ucap chanyeol kepada dua lelaki tersebut.
“YAAA,., apa kau mau mengejek kami?”
Sepertinya lelaki berjas merah  itu tak bisa menahan amarah, ia hendak melayangkan tinjunya pada chanyeol namun dengan sigap shi ma menyangklnya dan member perlawanan.
Shi ma melakukan aksi bela dirinya dan bebrapa kali melayangkan tendangan. Dan akhirnya kedua lelaki itu jatuh terbujur kaku.
Chanyeol memandang shi ma takjub, shi ma terlihat begitu keren di matanya. Melihat pandangan chanyeol shi ma langsung menundukkan sedikit kepalanya tanda penghormatan. Namun chanyol masih belum bisa mengedipkan matanya.
***************
“aiissh,. Apa yang sedang aku lakukan?” ucap shi ma sambil sesekali memukul kepalanya pelan.
Selalu terbayang di benaknya saat chanyeol menciumnya, ia bisa merasakan bagaimana jantungnya berdegup kencang saat itu. Bagaimana tidak, chanyeol adalah first kissnya.
“anioo, ini tidak boleh terjadi” gumamnya sambil mengelus dadanya.
“kejadian itu sudah seminggu yang lalu shi ma, kenapa kau masih saja mengingatnya” ucapnya pada diri sendiri.
Ia beberapa kali berguling ke kanan dan kekiri di atas kasurnya. Wajar saja shi ma seperti itu, meski sudah menjadi bodyguard namun umurnya masih sangat muda.
“ddrrttt,,. Ddrrrrttt”
Suara handphone nya bordering, pertanda satu sms telah masuk. Dan betapa terkejutnya ia saat memeriksa handphonenya, nama chanyeol muncul di screen handphonenya,.
“mwoo,., ??? bagaimana ini,., ?? haruskah aku pergi?” ucapnya sambil berjingkrak-jingkrak membaca pesan dari chanyeol,.,
To be continue,.