Tittle: Cute Nuna
Author : Nisa Amila Rodhiya
Main cast : Park Chanyeol
Lee shi ma
Genre : romance, little comedy
PART 2
“ddrrttt,,. Ddrrrrttt”
Suara handphone nya bordering, pertanda satu sms telah
masuk. Dan betapa terkejutnya ia saat memeriksa handphonenya, nama chanyeol
muncul di screen handphonenya,.
From : park chanyeol
Nuna, temui aku di namsan tower, aku takut keluar malam
sendiri.
SEKARANG,. !!!
“mwoo,., ??? bagaimana ini,., ?? haruskah aku pergi?”
ucapnya sambil berjingkrak-jingkrak membaca pesan dari chanyeol,.,
Shi ma lalu berlari menuju lemarinya mengambil sebuah
jaket putih dengan sesekali merapikan rambutnya yang cukup berantakan karna
aksi guling-gulingnya.
**************
Shi ma menengok kanan dan kiri saat mendapati chanyeol
berdiri di bawah pohon yang di hiasi banyak lampu warna-warni. “ternyata di
benar-benar datang sendiri” batin shi ma.
“wasseo,. “ sambut chanyeol.
“ne, chanyeol sshi” balas shi ma tak lupa dengan
rundukkan kepalanya.
“kajja,. “ ucap chanyeol
“kemana kita harus pergi?” menengadahkan kepalanya .
“kau ikut saja” balas chanyeol lalu meraih tangan shi
ma dan menggenggamnya erat.
“chanyeol-ssi” ucap shi ma pelan menyadari perlakuan
chanyeol.
“yaaa,.nuna, ini sangat dingin, bisakah kau diam, ini
salah satu bentuk perlindungan untukku”
balasnya lalu memasukkan tangan shi ma ke kantong jaket hitammnya.
Chanyeol tersenyum simpul melihat ekspresi heran shi
ma.
“mwoo? Perlindungan? “batin shi ma sambil berfikir
keras.
Setelah lama berjalan-jalan, chanyeol mengajak shi
bermain sky(yang pake sepatu khusus di atas es itu loh maksudnya).
“nuna, ayo kita bermain di situ” tunjuk chanyeol ke
kerumunan orang banyak yang sedang asyik bermain.
“kau saja, aku tidak bisa bermain sky”
“aigoo, itu bukan seperti sky pada umumnya, nuna hanya
perlu gunakan sepatunya lalu jaga keseimbangan” jelas chanyeol.
“tapi,., aku benar-benar tak bisa” tolak shi ma.
“kajja,, “ ajak chanyeol sambil menyeret tangan shi ma.
Merekapun akhirnya bermain sky. Suasana malam itu sangat sulit di
gambarkan, namun terlihat dari ekspresi mereka berdua bahwa malam itu mereka
sangat bahagia. Shi ma beberapa kali tertawa lepas karna hendak terjatuh, namun
chanyeol selalu menangkapnya.
“nunaa, ini menyenangkan bukan?” Tanya chanyeol di
tengah permainan
“ne ne” balas shi ma lalu tertawa.
“yaa,. Yaa,. Nuna pegangan yang kuat” teriak chanyeol
Shi ma lalu melingkarkan tangannya di pinggang
chanyeol, dan sekarang kepalanya tepat berada di dada chanyeol. Di rasakannya
detak jantung chanyeol yang begitu cepat.
Chanyeol hanya tersenyum simpul mendapati shi ma ada di
pelukannya. Tak bisa di pungkiri bahwa ia begitu bahagia. Namun ia menyadari
bahwa sekarang shi ma dapat merasakan detak jantungnya dan,.
Chanyeol melepaskan pelukan shima lalu mereka berdua
terjatuh. Di atas Kristal es.
Shi ma beberapa kali menelan ludahnya saat ia dapati
chanyeol berada tepat di atasnya. Mereka memandang satu sama lain dan beberapa
saat kemudian tersadar.
“aa,. Mianhae nuna, aku tidak sengaja” ucap chanyeol.
“ah ne, gwaenchanha” balas shi ma pelan.
Saat hendak berdiri, shi ma terjatuh lagi. Sepertinya
kakinya sedikit keseleo karna di tindih chanyeol.
“nuna gwaenchanha?” Tanya chanyeol begitu khawatir.
“ne ne,., aawww,. “ teriak shi ma saat chanyeol memutar
pergelangan kakinya.
“aigooo,. Kamu keseleo nuna, ayo cepat naik” perintah
chanyeol sambil menawarkan pundaknya.
Shi ma hanya menatap punggung chanyeol, ia tak enak
hati jika chanyeol menggendongnya.
“wae geurae nunaa,.? Ayo cepat” perintah chanyeol. “nuna, ini perintah,. “ lanjutnya.
Dan akhirnya shi ma pun naik ke atas punggung chanyeol.
Saat perjalan pulang chanyeol mengantarkan shi ma ke
rumahnya yang ke betulan tidak terlalu jauh dengan namsan tower. Ia pun tak
hentinya berbicara saat shi ma berada di atas punggungnya.
Shi ma hanya tersenyum geli membayangkan malam yang
bahagia ini, ia tak menyangka bahwa chanyeol akan kuat menggendongnya sampai
depan rumahnya.
********************
Ternyata malam itu adalah
malam perpisahan bagi mereka berdua. Tak di sangka setelah 2 bulan menjadi
bodyguard chanyeol, shi ma tiba-tiba saja di pindah tugaskan menjadi staff di
bagian checking, karna ada perombakan anggota yang tidak jarang terjadi.
Shi ma begitu sedih, karna
ia tak bisa berada di sisi chanyeol setiap harinya. Namun inilah kenyataan, ia
harus professional dalam bekerja, dan tidak mencampurinya dengan urusan
pribadi.
“huhh,. Kenapa semuanya
berubah saat aku mulai menyukainya” batin shi ma sambil menghembuskan nafasnya
pelan.
Ia juga belum sempat berpamitan
dengan chanyeol, tapi setelah ia fikirkan lagi, itu akan lebih baik dari pada
akan semakin membuatnya susah melepaskan anak manja itu.
Other side,.
“eomma,. Kanda,. “ pamit
chanyeol lalu mencium tangan ibunya.
“aigoo,. Kau begitu
semangat pergi ke sekolah akhir-akhir ini”
“geuromyeon,. Karna
sebentar lagi akan ada ujian akhir”
“ooh,. Sesange,. Anak ku
memang anak yang pintar” mengelu-elus kepala chanyeol,.
Chanyeol lalu meninggalkan
ibunya dan berdiri tegak di samping pintu rumahnya.
“kenapa ia lama sekali”
gumamnya dengan sesekali menatap jam tangannya.
“apakah anda sudah siap
tuan?” terdengar suara tepat di belakangnya.
Chanyeol membalikkan
badannya, dan yang ia dapatkan bukanlah shi ma, namun seorang wanita lian yang
jelas jauh lebih tua darinya.
“nuguu,. Seyo?” tanyanya
pelan
“aku bodyguard baru anda
tuan” ucapnya lalu membungkukan badannya.
“bodyguard baru? “
tanyanya. “sepertinya aku tidak pernah meminta” lanjutnya kebingungan
“ne, sajangnim, mulai hari
ini aku yang akan menjaga anda”
“aku tak mau,. Shi ma nuna
di mana?”
“ia sudah di pindah
tugaskan tuan blaa blaa,. Bla,..” jelas bodyguard itu panjang lebar.
Chanyeol hanya bisa
mendengus pelan, ia tak bisa melakukan apa-apa sekarang. Ia tak mungkin meminta
ayahnya menarik shi ma kembali, karna sudah terlalu banyak rumor tak sedap yang
sudah beredar tentangnya sejak awal ayahnya menjadi presiden.
***************
Genap seminggu sudah,.
Tapi sampai saat ini chanyeol masih tak bisa bertemu dengan shi ma. Sudah
beberapa kali ia menghubunginya namun nihil, semuanya tak berhasil apa-apa.
Sepertinya shi ma mengganti nomor handphonenya.
“aaaiish,, sialan, sungguh
menyebalkan” umpat chanyeol sambil menghempaskan badannya ke kasur.
“kenapa berada jauh
dengannya begitu terasa sulit,. ?” ia mulai memukul-mukul kasurnya.
Chanyeol terlihat kacau,
ia bukan seperti chanyeol yang dulu, chanyeol yang periang banyak bicara dan
jahil. Sekarang ia kebanyakan murung, menghayal dan tidak berbicara jika itu
tidak penting.
“bagaimana inii,.?”
Gumamnya lalu mengacak-acak rambutnya.
“aaah,., benar juga.,”
ucapnya tiba-tiba setelah beberapa saat berfikir keras.
*********************
“ada apa tuan muda memanggilku ke sini?” ucap ketua kim
saat berada tepat di hadapan chanyeol.
“begini ketua kim, bisakah kau memberikanku kontak
bodyguard lamaku, sepertinya dia merubah kontaknya.” Jelas chanyeol dengan nada
sinis.
“maaf tuan muda, tapi itu adalah privasi para staff
yang tidak bisa di bocorkan” balas ketua kim dengan raut wajah merasa bersalah.
“yaaa,., dia mengambil barang pribadiku dan aku harus
menanyakan langsung padanya” balas chanyeol tak mau kalah.
“haaah? Jeongmalya? Ckckckc, baiklah tuan muda, akan
aku kirimkan kontaknya sesegera mungkin” ucap tuan kim lalu dengan cepat
meninggalkan chanyeol.
Chanyeol tersenyum puas, tak sesekali ia menaik
turunkan alisnya tanda keberhasilan.
“mianhae ketua kim, dia telah mengambil hatiku” gumam
chanyeol lalu bersiul-siul dan masuk ke
kamarnya.
Other side
Malam itu shi ma memandang langit-langit kamarnya,
sudah lebih seminggu ia menghindar dari chanyeol dan sekarang ia begitu
merindukannya.
“aniii,. Anii aniii,. “ ucap shi ma sambil
menggeleng-gelengkan kepalanya. “aku tidak meoleh merindukannya lagi” lanjutnya
lalu meneutup kepalanya dengan bantal
“drrt,. Drrtt,.” Getaran handphonenya membuat shi ma
terkejut.
From : park chanyeol
Nuna, walaupun kontakmu berubah aku tahu pasti kontakku
tetap tersimpan, jadi aku harap datanglah sekarang , aku menunggumu di pinggir
sungai han”
Jantung shi ma tiba-tiba saja berdegup sangat kencang,
ada rasa bahagia yang muncul saat melihat nama chanyeol di screen hpnya. Meski
menjadi sebuah pertanyaan mengapa chanyeol mengetahui nomor barunya, tapi shima
tidak begitu menghiraukannya.
Ia berusaha setenang mungkin, ia tak mau terlihat
begitumerindukan chanyeol di hadapannya. Shi ma mengatur nafas dalam lalu
membuangnya pelan.
*****************
“chanyeol-ssi” ucap shi ma dengan nada datar tepat di
belakang chanyeol.
“aaah nuna,. “ balas chanyeol sesaat setelah
membalikkan badannya.
“nuna,. Gwaenchanayo? Kau baik-baik saja kan? Apa kau
sudah makan? Kau terlihat lebih kurus? Apa kau ada masalah, atau kau,.,”
“chanyeol-ssi, katakana dengan singkat kenapa anda
menyuruh saya datang ke sini?” shi ma pun memutuskan pertanyaan chanyeol yang
tidak akan berujung itu.
“nunaa,.” Ucap chanyeol pelan. Ia merasa bahwa shi ma
begitu berbeda dari sebelumnya.
“baiklah, jika memang kau tidak punya keperluan, aku
akan pergi” ucap shi ma lalu menundukkan kepalanya.
Shi ma pun berbalik meninggalkan chanyeol sendiri, “apa
aku melakukan yang terbaik? Aku hanya tak ingin
kita menjadi rumor di kalangan masyarakat” batinnya dengan mata
berkaca-kaca.
Chanyeol melihat dengan jelas shi ma membalikkan badanya
dan tak menghiraukannya. “apa yang harus aku lakukan” batinnya, ia baru pertama
kehilangan akal. Karna mungkin factor hatinya yang begitu sakit. Baru pertama
kali ia merasakan hatinya seperti di tusuk-tusuk.
walaupun tidak di hiraukan setidaknya ia harus
berjuang, begitulah prinsip seorang chanyeol yang tak pernah putus asa. Lalu ia
berlari kea rah shi ma dan kemudian melingkarkan tanganna di pinggang shi ma
dari belakang,
“nuna, tunggu sebentar saja,. Aku mohon dengarkan aku,
“ kata-kata pertama chanyeol yang terdengar jelas di telinga shi ma membuatnya
tak bisa berkata apa-apa.
“sejak aku lahir orang tuaku selalu memanjakanku,
sehingga aku tak begitu peka terhadap perassan orang lain, kau pasti sudah tau
kalau aku sudah mempunyai 11 bodyguard yang mengundurkan diri karna tak tahan
denganku. Sebenarnya aku seperti itu karna aku kesepian, aku menjadikannya
suatu hiburan. “ jelas chanyeol.
Shi ma sudah tak tahan,ia mencoba melepaskan pelukan
chanyeol, karna jika ia tetap seperti ini ia akan terhanyut dalam suasana dan
mengikuti kata hatinya.
Merasakan reaksi shi ma, chanyeolpun tak mau mengalah
ia semakin mengeratkan pelukannya lalu melanjutkan perkataanya.
“saat engkau datang dalam hidupku, aku merasa berbeda,
rasa aneh yang tak pernah ku rasakanpun muncul,rasanya setiap hari aku ingin
selalu berada di sisimu, bercanda denganmu, karna itu aku banyak mengambil les
tambahan di blue house yang dari dulu tak pernahaku hiraukan, itu semua karna
aku tak bisa melawan hatikku yang ingin selalu dekat denganmu,”
Chanyeol melepaskan pelukannya lalu membalikkan badan
shi ma. Di lihatnya mata shi ma yang sudah berkaca-kaca.
“chanyeol-ssi ku rasa kau su,. “ belum lengkap
pernyataan shi ma, chanyeol langsung melayangkan ciumannya ke bibr shi ma, ia
mencium shi ma pelan, menutup matanya perlahan dan terhanyut dalam suasana.
Shi ma pun membalas ciuman chanyeol, mungkin saat ini
ia sudah tak bisa membendungi perasaannya lagi. Bibir mereka beradu di bawah
rintikan salju, menerjang satu dengan yang lain. Shi ma menggenggam kuat jaket
hitam chanyeol dan chanyeol menarik pinggang shi ma lebih dekat dengannya.
Setelah beberapa saat melakukan adegan kissing,
chanyeol membuka pelan matanya dan melepaskan ciumannya.
Ia langung memeluk shi ma, meletakkan dagunya tepat di
bahu shi ma.
“nuna,. Aku mencintaimu,karna itu aku harap kau jangan
meninggalkanku lagi, aku sudah cukup gila karna ini”. Ungkap chanyeol dengan
tulus, dan tanpa sadar ia meneteskan air matanya di pelukan shi ma.
“mianhae,,” ucap shi ma beberapa saat setelah chanyeol
mengungkapkan perasaanya.
Chanyeolpun melepaskan pelukannya lalu menatap shi ma
dengan tatapan yang begitu dalam.
“mianhae chanyeol-ssi, aku benar-benar tidak bisa,.”
Ucap shi ma pelan
Chanyeol menutup ke dua telinganya dengan ke dua
tangannya “andwae nunaa,. Aku tak mau mendengarnya”
Shima meraih kedua tangan chanyeol lalu menurunkannya
dari telinganya.
“chanyeol-ssi, aku benar-benar tidak bisa menolakmu
kali ini” ucapnya lalu tersenyum simpul ke arah chanyeol.
“nunaa,. “ ucap chanyeol dengan nada manjanya.
“eem,. “
“kau ingin mengerjaiku sekarang?”
“ne, wae? Karna dulu kau terus-terusan mengerjaiku”
“sepertinya kau perlu di hukum,” ucap chanyeol dan dengan
cepat ia mencium pipi shi ma lalu berlari
“YAAAA,., chanyeol-ssi,.,. “ teriaknya lalu mengejar chanyeol.
“NUNAA SARANGHAE,., “ teriak chanyeol membuat semua
orang mengalihkan pandangan padanya.
Shi ma begitu sangat malu melihat orang-orang yang
memperhatikan mereka berdua. Ia menutup mukanya dari samping dengan kedua
tangannya.
“NUNAA,. KAU TAK BOLEH MENOLAKKU, KARNA INI PERINTAH”
chanyeol berteriak lagi saat shi ma sudah berada di hadapannya.
Chanyeolpun berlari dan memeluk shi ma lalu
berputar-putar layaknya orang gila.
From : park chanyeol
“walau cinta itu sulit, dan kadang menyakitkan, jagalah
cintamu. Cinta yang menyakitkan juga adalah cinta, jangan menyerah.
Saat kau berani merasakan cinta, itu berarti kau sudah
berjanji pada dirimu sendiri bahwa kau harus memperjuangkannya sampai akhir”
-END-

wwooii wooii woiii jayyid ooii koroktu jamiaann
BalasHapus