Tittle: Cute Nuna
Author : Nisa Amila Rodhiya
Main cast : Park Chanyeol
Lee shi ma
Genre : romance, little comedy
”detak jantung yang berbedapun terasa, terasa sungguh
aneh namun aku menyukainya.tersenyum sendiri saat mengingatnya, ingin selalu
melihat wajahnya, walau kadang ia membalasnya dengan begitu dingin .
Perubahan yang ku alami saat takdir mempertemukan kita
melahirkan pertanyaan di benakku, apakah ini yang mereka sebut cinta?”
PART 1
Musim semipun telah tiba, bunga-bunga yang awalnya
mengucup sekarang telah bermekaran, sungguh sangat indah. Indahnya musim semi
dapat dirasakan oleh shi ma dengan baik, wajar saja karna hari ini adalah hari
pertamanya bekerja, setelah lulus dari high school tahun lalu ia langsung di
pekerjakan, karna kemampuan shi ma memang tidak di ragukan.
Namanya lee shi ma, perempuan berusia 19 tahun itu yang
seharusnya sekarang masih di bangku SMA, sudah mulai bekerja. Ia cukup pintar
karna beberapa kali melewati kelas akselnya dengan baik. Namun, ia tidak begitu
senang bergelut dengan dunia ilmu pengetahuan, minatnya lebih tertuju kepada
taekwondo, wushu dan bela diri lainnya.
“hah,. Akhirnya impiankupun tercapai” gumam shi ma saat
hendak memasuki pintu gedung besar blue
house. Iya,., dia memang di pekerjakan menjadi salah satu staf di blue house
karna kemampuan bela dirinya.
“shi ma-ssi” ucap seorang pemimpin team pelindung VIP
sembari membaca riwayat hidup shi ma.
“nde,.” Jawabnya tegas.
“kau sekarang berada di teamku, pelindung VIP, apa kau
siap?”
“siap.!!” Cetusnya tegas.
“apa kau tau tugas kita?”
“ne, melidungi VIP dari bahaya dan rela mempertaruhkan
nyawa demi keselamatan VIP”
“benar” balas ketua team kim sambil tersenyum.”cham,.
apa kau tahu siapa itu VIP?” lanjutnya.
“ne, VIP adalah presiden” ucap shi ma tanpa ragu.
“anio, VIP bukan hanya presiden, tapi presiden dan
seluruh keluarganya, arasseo”
“nde, arraseumnida”
“karna itu sekarang tugasmu adalah,., .(skip)”
“nde,.,,?????” balas shi ma sambil memelototkan
matanya,
************
“eommaaaa,., “ teriak seorang namja dari kamar
mewahnya.
Nyonya besar langsung memasuki kamar anak bungsunya
dengan berlari.
Dialah park chanyeol, anak bungsu dari presiden korea
selatan park han soo. Usianya yang sudah 19 tahun tidak menghalanginya untuk
tetap bersikap manja pada ibunya. Wajar
saja chanyeol seperti itu. Di masa lalu ibunya selalu memperlakukan chanyeol
seperti anak perempuan di karenakan obsesinya untuk memiliki seorang anak
perempuan, namun nihil ketiga anaknya adalah seorang laki-laki, kelahiran chanyeol
yang begitu diharapkan dapat mewujudkan keinginannyapun pupus.
“yeolie” itulah nama panggilan dari kedua orang tuanya.
Bahkan ayahnya yang merupakan seorang presidenpun tak dapat menghalangi chanyeol
untuk hidup bermanja-manja.
Chanyeol sekarang duduk di kelas 3 SMA, setiap pergi
kesekolah ia selalu dikawali oleh seorang bodyguard, namun na’as, tak sedikit
dari bodygoardnya yang berlaih devisi karna tak tahan mengurusi chanyeol yang
sungguh sangat jahil dan tak mau di urus.
“ada apa yeolie?” Tanya nyonya park sesampainya di
kamar chanyeol.
“aku tidak berangkat ke sekolah hari ini” ucapnya
sembari memanyunkan mulutnya,
“anii, anii wae ?”
“aku tak mau berangkat sendiri, pasti akan membosankan”
balasnya
“kau tidak berangkat sendiri yeolie” bujuk nyonya park
mengelus kepala chanyeol.
“lalu,. Apakah nuna itu berubah fikiran? Dia tidak
berpindah devisi sepert yang lain?” Tanya chanyeol sambil memajukan mukanya
penasaran
“hmm, dia sudah pindah, ketua kim sudah menyediakan
bodyguard baru untukmu” jelas nyonya park.
“tapi yeolie, eomma harap kamu tidak jahil lagi, eomma
sudah pusing dengan tingkahmu”
“ne, arraseo eomma” balasnya manja dan langsung memeluk
ibunya.
skip time~
Shi ma langsung terperanjat melihat seorang yang di
perintahkan ketua kim untuk ia lindungi.
“omoo, bagaimana bisa lelaki dewasa sepertinya perlu di
lindungi” batin shi ma.
“yeolie, ini dia bodyguard barumu” ucap nyonya park
sambil menunjuk ke arah shi ma.
“annyeonghaseyo, nan lee shi ma imnida” bungkuk shi ma untuk
beberapa detik.
“aigoo, aigoo nuna, jangan seperti itu, bersikap
formallah padaku” balas chanyeol dengan nada menggelikan.
“anio sajangnim,.nan,.”
Belum sempat shi ma melanjutkan perkataannya, chanyeol
sudah tertawa terbahak-bahak sambil memegang
perut.
“ahahaha, sajangnim,.? Jangan panggil aku seperti itu
nuna, yeolie irago” balasnya setelah lelah tertawa.
“YAAA,. Dasar anak manja, seandainya kau bukan anak
bungsu presiden sudah habis kau” batin shi ma.
*****************
Pagi itu di dongguk high school, chanyeol bertemu
dengan teman temannya, tak satupun dari teman chanyeol yang bukan keturunan
pengusaha, semuaterlihat memiliki masa depan yang cukup cerah. Chanyeol
memiliki dua sahabat, sebut saja oh
sehun dan byun baek hyun.
“yaa,. Yeoli, daebaak, apa dia bodyguard barumu?” Tanya
sehun dengan sesekali melirik shi ma,
“aigoo,.” Balas chanyeol sambil menjitak kepala sehun.”apa
dia begitu canttik di matamu?” bisik chanyeol.
“geuromyeon,. Dia terlihat sekseeh,. “ balas sehun.
“ssst,. Pelankan suaramu bodoh,.” Perintah chanyeol.
“arrasseo, arrasseo,.”
“nuna, aku masuk kelas dulu ya, kau bisa pergi
sekarang.” Perintah chanyeol kepada shi ma.
“ne, arraseumnida” balas shi ma sambil menundukkan
kepala.
***************
Shi ma berjalan menuju mobil pribadi chanyeol, yang
mereka gunakan menuju ke sekolah. Di lihatnya supir jjang sedang tertidur
pulas. “ia kelihatan begitu lelah” batin shi ma lalu membuka pintu belakang
mobil dengan perlahan.
“aigoo, aigoo,.” Supir
jjang terperanjat merasakan pintu
belakang mobil terbuka.
“jeoseonghabnida, supir jjang” pinta shi ma sesaat
setelah supir jjang menyadari keberadaanya.
“gwaenchanayo, masuklah,.” Perintah supir jjang.
Di dalam mobil, shi ma dan supir jjang banyak bercerita
satu dengan yang lain, terkadang cerita mereka terhenti dengan selingan gelak
tawa. Entah apa yang sedang mereka bicarakan namun nama chanyeollah yang kerap
terlontar dari mulut kedua orang itu.
“jinjjaya,.? Sudah 11 orang? “ Tanya shi ma sungguh tak
percaya”
“nde, dan kamulah bodygardnya yang ke 12, setelah
presiden menjabat selama 3 tahun, 11 orang telah beralih devisi karna putra
bungsunya.” Jelas supir jjang.
Setelah mendengar banyak tentang chanyeol, shi ma mulai
berfikir bagaimana cara memperlakukan anak manja itu. Dari cerita yang ia dapat
chanyeol kerap kali menjahili bodyguardnya dan ia juga bukan tipe anak yang
penurut. Entah apa yang di fikiran shi ma, namun ia sudah tau bagaimana harus
bersikap di depan chanyeol, ia tak ingin menjadi korban chanyeol yang ke 12.
*************
Sore itu, shi ma hendak pergi mengunjungi sahabatnya,
sebut saja kang sejin. Namun takdir berkata lain, tiba-tiba saja ia mendapat
panggilan dari ketua kim untuk datang ke lapangan latihan blue house. Ia pun
menghembuskan nafasnya pelan dan dengan cepat menuju blue house.
***************
Sesaat setelah sampai di lokasi, shi ma bertemu dengan
rekan kerjanya, mereka juga sedang berlatih di lapangan, namun
betapaterkejutnya dia saat menoleh kea rah sumber suara yang menyebut “nunaa
,.nuna, dan nuna” untuk beberapa kali. Di bola matanya terlihat chanyeol
melambai-lambaikan tangannya dari kejauhan.
“oh my gosh,.apakah dia memanggilku?” batin shi ma
kesal, ingin rasanya ia memberikan tendangan andalannya melayang ke perut
chanyeol.
“ne sajangnim” ucap shi ma setelah berada di hadapan
chanyeol, lalu membungkukkan badannya.
“aah, nuunaa,.,” balasnya dengan suara manja. “aku
sudah bilang jangan panggil aku sajangnim, panggil aku chanyeol atau yeolie”
lanjutnya mengepal-ngepalkan tangannya
di samping kedua pipinya.(sungguh menggemaskan)
“ne,chanyeol-ssi” balas shi ma.
“aigoo,, itu terdengar sungguh sangat tua untukku, tapi
sudahlah lebih baik itu daripada sajangnim., geundae nuna,. Nuna terlihat
sangat muda, apa nuna melakukan oprasi plastic berulangkali?”perkataan chanyeol
mulai ceplas ceplos.
“animnida, aku tidak punya waktu untuk itu” jawab shi
ma tegas.
“aah, begituu, tapi nuna bukankah umur nuna seharusnya
22 atau 23 tahun?” timaplnya tak mau kalah.”tahun berapakah nuna lahir?”
tanyanya lagi dan lagi.
“1992 chanyeol-ssi” balasnya singkat.
“aah, 1992” ucap chanyeol pelan sambil berfikir lalu
sesekali menghitung jari-jarinya. “haah,. 1992?” ia pun mulai tersadar.
Shi ma hanya mengenggukkan kepalanya pelan untuk
sekedar mengirit suara karna ia tau pertanyaan chanyeol tak akan kunjung
selesai.
“yaaa,., nunaa, aku baru sadar, kita lahir pada tahun
yang sama, bagaimana ini,.??” Chanyeol terlihat bingung.
“waeo?” Tanya shi ma mulai penasaran.
“bagaimana bisa nuna, maksudku kau bekerja dengan umur
semuda ini?”
Shi ma hanya tersenyum mendengar pertanyaan chanyeol
yang ia rasa tak perlu untuk di jawab.
“panggil saja aku nuna, karna mungikin kau sudah
terbiasa dengan itu”. Pinta shi ma
“nde, nuna,.” Balas chanyeol pelan.
Dan akhirnya shi ma tau mengapa ia di perintahkan untuk
datang ke blue house soreini, itu karna tiba-tiba chanyeol ingin belajar
memegang pistol. Lalu dengan perlahan shi ma mengajarkannya yeaah walau
terbilang kemampuan chanyeol memang sungguh di bawah rata-rata dalam hal ini.
chanyeol's room~
Chanyeol beberapa kali melakukan aksi guling-gulingnya
di atas kasur nya. Iamasih berfikir panjang tentang apa yang di ungkapkan shi
ma sore tadi. “pantas saja mukanya masih muda” batinnya dengan sesekali
menggelengkan kepalanya.
Ia tiba-tiba saja memegang dadanya. Ia juga masih mengingat
bagaimana jantungnya berdegup kencang saat shi ma memeluknya dari belakang
untuk mengajarkannya bagaimana memegang pistol dengan benar. Ini pertama
kalinya, pertama kali ia rasakan jantungnya berdegup kencang, rasanya seperti
saat kebohongan terungkap. Sungguh mendebarkan.
“ani,. Ani,., kenapa aku terus memikirkan nuna itu”
ucapnya menyadarkan diri sambil menepuk pipinya bergiliran.
3 hari kemudian.
Sudah 1 minggu shi ma genap bekerja menjadi staf di
blue house sekaligus bodyguard anak bungsu presiden, park chanyeol. Ia bisa di
katakana hebat karna satupun kejahilan chanyeoldapat ia hadapai dengan baik.
Dan anehnya chanyeol tidak banyak memerintah bodyguardnya kali ini, mungkin
karna shi ma seumuran dengannya ataukah karna hal lain? Entahlah,.
“hai nunaa,., “ panggil sehun saat melihat shi ma
berdiri di depan gerbang sekolah.
Shi ma hanya membalasnya dengan menundukkan kepalanya
pelan,
“nuna, kau cantik sekali hari ini” goda sehun sambil
memegang pelan dagu shi ma.
Shi ma hanya terdiam membisu layaknya patung,ingin
rasanya ia menendang muka anak ingusan ini, namun apa daya ia tak mau namanya
akan terpampang di banyak surat kabar karna menyelakai putra kedua mentri
perhubungan.
Sehun hanya tersenyum melihat tingkah shi ma yang tak
sedikitpun meresponya. Dengan sigap ia menggandeng lengan shima lalu berbicara
tanpa henti.
“nuna nuna, antarkan aku ke kelas juga” pintanya manja.
“bisakah anda melepaskan saya?” shi ma masih meminta
dengan sopan.
“anioo nunaa, aku juga ingin berjalan denganmu” pinta
sehun lalu mengedip-ngedipkan matanya manja.
Shi ma langsung tersenyum melihat tingkah manja sehun.
Awalnya ia berfikir bahwa sehun adalah lelaki yang sudah dewasa karna selalu
merayunya, tapi ternyata tidak ia sama saja dengan chanyeol, hanya lelaki
kaya yang manja.
“nuna nuna kau tersenyum?” tebak sehun lalu
berjinkrak-jingkrak.
“aigoo nunaa, aku bisa membuatmu tersenyum akhirnya”
lanjutnya lalu tanpa sadar memeluk shi ma.
Shi ma mencoba melepaskan pelukan sehun namun nihil, walau
sangat manja tetapi lelaki ini cukup kuat.
“YAA,., apa yang sedang kau lakukan” teriak chanyeol
lalu dengan singgap mendorong sehun.
“aku,. Aku hanya”
“yaa, sehunie, kau kira dia boneka yang dengan
seenaknya saja kau peluk.?” Cetus chanyeol dengan nada yang begitu tinggi, ia
terlihat sangat marah.
“ani,. Wae,.?” Balas sehun heran.
“jangan dekati dia lagi, dia adalah bodyguardku, jika
kau ingin. Kau tinggal meminta bodyguard pada ayahmu, jika kau mengulanginya
aku tidak akan tinggal diam” ucap chanyeol dengan penuh amarah.
Bukan perasaan bersalah yang ada di benak sehun saat
chanyeol membawa bodyguardnya pergi, namun perasaan bingung dan heranlah yang
memenuhi kepalanya. Sehun begitu heran melihat chanyeol memarahinya hanya karna
seorang bodyguard. Karna tak sedikit dari mantan bodyguard chanyeol yang sering
sehun peluk, tapi chanyeol tak pernah marah sedikitpun padanya. Dan kali ini
sehun merasa chanyeol sungguh berbeda.
Hari-haripun berlalu dengan cepatnya, tak terasa minggu
ini adalah minggu ketiga shi ma bekerja. Ia terlihat biasa saja menjalankan
pekerjaanya karna chanyeol juga tak pernah menjahilinya seperti
bodyguard-bodyguardnya yang lain. Namun pernah suatu hari shi ma merasa
jantungnya berdegup dengan kencang saat berada di sisi chanyeol, yeaah,. Saat
itu adalah ketika chanyeol mengajaknya untuk menghadiri pesta, awalnya shi ma
menolak karna chanyeol melarangnya menggunakn baju seragam blue house. Namun
apa daya, chanyeol tetaplah chanyeol, lelaki manja yang tak mau mengalah.
At party,.
“nuna, kau diam di sini sebentar aku mau ke toilet”
ucap chanyeol saat mereka berdua sudah ada di dalam ruangan pesta.
Entah apa yang terjadi namun chanyeol berlari pelan ke
toilet sambil mengepak dadanya pelan. “aaah,. Kenapa kau berdetak bukan pada
waktunya” batin chanyeol sambil sesekali menghela nafas dalam. Ya,.,,
sepertinya chanyeol memang berusaha menghilangkan nervousnya untuk bebrapa
saat.
“yeaah,.,kita lihat siapa ini?” goda seorang lelaki
berjas merah saat shi ma berdiri di antara kerumunan. “siapakah namamu yeoja
cantik?” rayu lelaki itu.
“aaah, sepertinya dia tidak menghiraukan kita” sambut
temannya yang lain. “YAA,,. Kenapa kau diam saja sayang” lanjutnya sambil
mengelus pelan lengan shi ma.
Tangan shi ma sudah berkeringat, ia sudah tak sabar ingin
meninju lelaki yang ada di hadapannya, tapi setelah itu ia merasa ada seseorang
yang menggenggam erat tangannya.
Shi ma menolehkan wajahnya ke samping di dapatinya park
chanyeol sedang berdiri di sebelahnya.
“apa yang kalian lakukan?” Tanya chanyeol kepada kedua
lelaki itu sambil tersenyum sinis.
“kami ingin berkenalan dengannya, ada yang salah” balas
lelaki jas merah dengan nada menantang.
“hey,. Bagaimana jika seandainya kau melihat pacarmu di
ganggu lelaki belang seperti kalian?”
“apa?? Lelaki hidung belang? Beraninya kau?” menyiapkan
tinjunya.
“YAA,. YAA,. Benarkah dia pacarmu? Coba buktikan?” ucap
lelaki ber jas hitam, sambil menenangkan temannya.
Dengan cepat chanyeol mencium bibir shi ma dengan
halus, kedua tangannya melingkari pinggang shi ma lalu membawanya lebih dekat
ke pelukannya.
Shi ma hanya terdiam membisu menerima perlakuan
chanyeol, ingin rasanya ia memberontak namun entah apa yang dalam hatinya
membuatnya tak bisa menyangkal, ia pun menutup matanya pelan.
Beberapa saat kemudian chanyeol melepaskan ciumannya, ia
membuka matanya bersamaan dengan shi ma, si pandanginya shi ma dengan pandangan
yang tak bisa di artikan, dengen segera ia melepas lingkaran tangannya di
pinggang sih ma lalu menggenggam tangan shi ma kuat.
“puaskah kau sekarang?” ucap chanyeol kepada dua lelaki
tersebut.
“YAAA,., apa kau mau mengejek kami?”
Sepertinya lelaki berjas merah itu tak bisa menahan amarah, ia hendak
melayangkan tinjunya pada chanyeol namun dengan sigap shi ma menyangklnya dan
member perlawanan.
Shi ma melakukan aksi bela dirinya dan bebrapa kali
melayangkan tendangan. Dan akhirnya kedua lelaki itu jatuh terbujur kaku.
Chanyeol memandang shi ma takjub, shi ma terlihat
begitu keren di matanya. Melihat pandangan chanyeol shi ma langsung menundukkan
sedikit kepalanya tanda penghormatan. Namun chanyol masih belum bisa
mengedipkan matanya.
***************
“aiissh,. Apa yang sedang aku lakukan?” ucap shi ma
sambil sesekali memukul kepalanya pelan.
Selalu terbayang di benaknya saat chanyeol menciumnya,
ia bisa merasakan bagaimana jantungnya berdegup kencang saat itu. Bagaimana
tidak, chanyeol adalah first kissnya.
“anioo, ini tidak boleh terjadi” gumamnya sambil
mengelus dadanya.
“kejadian itu sudah seminggu yang lalu shi ma, kenapa
kau masih saja mengingatnya” ucapnya pada diri sendiri.
Ia beberapa kali berguling ke kanan dan kekiri di atas
kasurnya. Wajar saja shi ma seperti itu, meski sudah menjadi bodyguard namun
umurnya masih sangat muda.
“ddrrttt,,. Ddrrrrttt”
Suara handphone nya bordering, pertanda satu sms telah
masuk. Dan betapa terkejutnya ia saat memeriksa handphonenya, nama chanyeol
muncul di screen handphonenya,.
“mwoo,., ??? bagaimana ini,., ?? haruskah aku pergi?”
ucapnya sambil berjingkrak-jingkrak membaca pesan dari chanyeol,.,
To be continue,.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar