Senin, 01 September 2014

Cute Nuna Chapter 1

Tittle: Cute Nuna
Author : Nisa Amila Rodhiya
Main cast : Park Chanyeol
                    Lee shi ma
Genre : romance, little comedy
”detak jantung yang berbedapun terasa, terasa sungguh aneh namun aku menyukainya.tersenyum sendiri saat mengingatnya, ingin selalu melihat wajahnya, walau kadang ia membalasnya dengan begitu dingin .
Perubahan yang ku alami saat takdir mempertemukan kita melahirkan pertanyaan di benakku, apakah ini yang mereka sebut cinta?”
PART  1
Musim semipun telah tiba, bunga-bunga yang awalnya mengucup sekarang telah bermekaran, sungguh sangat indah. Indahnya musim semi dapat dirasakan oleh shi ma dengan baik, wajar saja karna hari ini adalah hari pertamanya bekerja, setelah lulus dari high school tahun lalu ia langsung di pekerjakan, karna kemampuan shi ma memang tidak di ragukan.
Namanya lee shi ma, perempuan berusia 19 tahun itu yang seharusnya sekarang masih di bangku SMA, sudah mulai bekerja. Ia cukup pintar karna beberapa kali melewati kelas akselnya dengan baik. Namun, ia tidak begitu senang bergelut dengan dunia ilmu pengetahuan, minatnya lebih tertuju kepada taekwondo, wushu dan bela diri lainnya.
“hah,. Akhirnya impiankupun tercapai” gumam shi ma saat hendak memasuki pintu gedung besar  blue house. Iya,., dia memang di pekerjakan menjadi salah satu staf di blue house karna kemampuan bela dirinya.
“shi ma-ssi” ucap seorang pemimpin team pelindung VIP sembari membaca riwayat hidup shi ma.
“nde,.” Jawabnya tegas.
“kau sekarang berada di teamku, pelindung VIP, apa kau siap?”
“siap.!!” Cetusnya tegas.
“apa kau tau tugas kita?”
“ne, melidungi VIP dari bahaya dan rela mempertaruhkan nyawa demi keselamatan VIP”
“benar” balas ketua team kim sambil tersenyum.”cham,. apa kau tahu siapa itu VIP?” lanjutnya.
“ne, VIP adalah presiden” ucap shi ma tanpa ragu.
“anio, VIP bukan hanya presiden, tapi presiden dan seluruh keluarganya, arasseo”
“nde, arraseumnida” 
“karna itu sekarang tugasmu adalah,., .(skip)”
“nde,.,,?????” balas shi ma sambil memelototkan matanya,
************
“eommaaaa,., “ teriak seorang namja dari kamar mewahnya.
Nyonya besar langsung memasuki kamar anak bungsunya dengan berlari.
Dialah park chanyeol, anak bungsu dari presiden korea selatan park han soo. Usianya yang sudah 19 tahun tidak menghalanginya untuk tetap bersikap manja  pada ibunya. Wajar saja chanyeol seperti itu. Di masa lalu ibunya selalu memperlakukan chanyeol seperti anak perempuan di karenakan obsesinya untuk memiliki seorang anak perempuan, namun nihil ketiga anaknya adalah seorang laki-laki, kelahiran chanyeol yang begitu diharapkan dapat mewujudkan keinginannyapun pupus.
“yeolie” itulah nama panggilan dari kedua orang tuanya. Bahkan ayahnya yang merupakan seorang presidenpun tak dapat menghalangi chanyeol untuk hidup bermanja-manja.
Chanyeol sekarang duduk di kelas 3 SMA, setiap pergi kesekolah ia selalu dikawali oleh seorang bodyguard, namun na’as, tak sedikit dari bodygoardnya yang berlaih devisi karna tak tahan mengurusi chanyeol yang sungguh sangat jahil dan tak mau di urus.
“ada apa yeolie?” Tanya nyonya park sesampainya di kamar chanyeol.
“aku tidak berangkat ke sekolah hari ini” ucapnya sembari memanyunkan mulutnya,
“anii, anii wae ?”
“aku tak mau berangkat sendiri, pasti akan membosankan” balasnya
“kau tidak berangkat sendiri yeolie” bujuk nyonya park mengelus kepala chanyeol.
“lalu,. Apakah nuna itu berubah fikiran? Dia tidak berpindah devisi sepert yang lain?” Tanya chanyeol sambil memajukan mukanya penasaran
“hmm, dia sudah pindah, ketua kim sudah menyediakan bodyguard baru untukmu” jelas nyonya park.
“tapi yeolie, eomma harap kamu tidak jahil lagi, eomma sudah pusing dengan tingkahmu”
“ne, arraseo eomma” balasnya manja dan langsung memeluk ibunya.
skip time~
Shi ma langsung terperanjat melihat seorang yang di perintahkan ketua kim untuk ia lindungi.
“omoo, bagaimana bisa lelaki dewasa sepertinya perlu di lindungi” batin shi ma.
“yeolie, ini dia bodyguard barumu” ucap nyonya park sambil menunjuk ke arah shi ma.
“annyeonghaseyo, nan lee shi ma imnida” bungkuk shi ma untuk beberapa detik.
“aigoo, aigoo nuna, jangan seperti itu, bersikap formallah padaku” balas chanyeol dengan nada menggelikan.
“anio sajangnim,.nan,.”
Belum sempat shi ma melanjutkan perkataannya, chanyeol sudah tertawa terbahak-bahak sambil memegang  perut.
“ahahaha, sajangnim,.? Jangan panggil aku seperti itu nuna, yeolie irago” balasnya setelah lelah tertawa.
“YAAA,. Dasar anak manja, seandainya kau bukan anak bungsu presiden sudah habis kau” batin shi ma.
*****************
Pagi itu di dongguk high school, chanyeol bertemu dengan teman temannya, tak satupun dari teman chanyeol yang bukan keturunan pengusaha, semuaterlihat memiliki masa depan yang cukup cerah. Chanyeol memiliki dua sahabat, sebut saja  oh sehun dan byun baek hyun.
“yaa,. Yeoli, daebaak, apa dia bodyguard barumu?” Tanya sehun dengan sesekali melirik shi ma,
“aigoo,.” Balas chanyeol sambil menjitak kepala sehun.”apa dia begitu canttik di matamu?” bisik chanyeol.
“geuromyeon,. Dia terlihat sekseeh,. “ balas sehun.
“ssst,. Pelankan suaramu bodoh,.” Perintah chanyeol.
“arrasseo, arrasseo,.” 
“nuna, aku masuk kelas dulu ya, kau bisa pergi sekarang.” Perintah chanyeol kepada shi ma.
“ne, arraseumnida” balas shi ma sambil menundukkan kepala.
***************
Shi ma berjalan menuju mobil pribadi chanyeol, yang mereka gunakan menuju ke sekolah. Di lihatnya supir jjang sedang tertidur pulas. “ia kelihatan begitu lelah” batin shi ma lalu membuka pintu belakang mobil dengan perlahan.
“aigoo, aigoo,.” Supir  jjang  terperanjat merasakan pintu belakang mobil terbuka.
“jeoseonghabnida, supir jjang” pinta shi ma sesaat setelah supir jjang menyadari keberadaanya.
“gwaenchanayo, masuklah,.” Perintah supir  jjang.
Di dalam mobil, shi ma dan supir jjang banyak bercerita satu dengan yang lain, terkadang cerita mereka terhenti dengan selingan gelak tawa. Entah apa yang sedang mereka bicarakan namun nama chanyeollah yang kerap terlontar dari mulut kedua orang itu.
“jinjjaya,.? Sudah 11 orang? “ Tanya shi ma sungguh tak percaya”
“nde, dan kamulah bodygardnya yang ke 12, setelah presiden menjabat selama 3 tahun, 11 orang telah beralih devisi karna putra bungsunya.” Jelas supir jjang.
Setelah mendengar banyak tentang chanyeol, shi ma mulai berfikir bagaimana cara memperlakukan anak manja itu. Dari cerita yang ia dapat chanyeol kerap kali menjahili bodyguardnya dan ia juga bukan tipe anak yang penurut. Entah apa yang di fikiran shi ma, namun ia sudah tau bagaimana harus bersikap di depan chanyeol, ia tak ingin menjadi korban chanyeol yang ke 12.
*************
Sore itu, shi ma hendak pergi mengunjungi sahabatnya, sebut saja kang sejin. Namun takdir berkata lain, tiba-tiba saja ia mendapat panggilan dari ketua kim untuk datang ke lapangan latihan blue house. Ia pun menghembuskan nafasnya pelan dan dengan cepat menuju blue house.
***************
Sesaat setelah sampai di lokasi, shi ma bertemu dengan rekan kerjanya, mereka juga sedang berlatih di lapangan, namun betapaterkejutnya dia saat menoleh kea rah sumber suara yang menyebut “nunaa ,.nuna, dan nuna” untuk beberapa kali. Di bola matanya terlihat chanyeol melambai-lambaikan tangannya dari kejauhan.
“oh my gosh,.apakah dia memanggilku?” batin shi ma kesal, ingin rasanya ia memberikan tendangan andalannya melayang ke perut chanyeol.
“ne sajangnim” ucap shi ma setelah berada di hadapan chanyeol, lalu membungkukkan badannya.
“aah, nuunaa,.,” balasnya dengan suara manja. “aku sudah bilang jangan panggil aku sajangnim, panggil aku chanyeol atau yeolie” lanjutnya  mengepal-ngepalkan tangannya di samping kedua pipinya.(sungguh menggemaskan)
“ne,chanyeol-ssi” balas shi ma.
“aigoo,, itu terdengar sungguh sangat tua untukku, tapi sudahlah lebih baik itu daripada sajangnim., geundae nuna,. Nuna terlihat sangat muda, apa nuna melakukan oprasi plastic berulangkali?”perkataan chanyeol mulai ceplas ceplos.
“animnida, aku tidak punya waktu untuk itu” jawab shi ma tegas.
“aah, begituu, tapi nuna bukankah umur nuna seharusnya 22 atau 23 tahun?” timaplnya tak mau kalah.”tahun berapakah nuna lahir?” tanyanya lagi dan lagi.
“1992 chanyeol-ssi” balasnya singkat.
“aah, 1992” ucap chanyeol pelan sambil berfikir lalu sesekali menghitung jari-jarinya. “haah,. 1992?” ia pun mulai tersadar.
Shi ma hanya mengenggukkan kepalanya pelan untuk sekedar mengirit suara karna ia tau pertanyaan chanyeol tak akan kunjung selesai.
“yaaa,., nunaa, aku baru sadar, kita lahir pada tahun yang sama, bagaimana ini,.??” Chanyeol terlihat bingung.
“waeo?” Tanya shi ma mulai penasaran.
“bagaimana bisa nuna, maksudku kau bekerja dengan umur semuda ini?”
Shi ma hanya tersenyum mendengar pertanyaan chanyeol yang ia rasa tak perlu untuk di jawab.
“panggil saja aku nuna, karna mungikin kau sudah terbiasa dengan itu”. Pinta shi ma
“nde, nuna,.” Balas chanyeol pelan.
Dan akhirnya shi ma tau mengapa ia di perintahkan untuk datang ke blue house soreini, itu karna tiba-tiba chanyeol ingin belajar memegang pistol. Lalu dengan perlahan shi ma mengajarkannya yeaah walau terbilang kemampuan chanyeol memang sungguh di bawah rata-rata dalam hal ini.
chanyeol's room~
Chanyeol beberapa kali melakukan aksi guling-gulingnya di atas kasur nya. Iamasih berfikir panjang tentang apa yang di ungkapkan shi ma sore tadi. “pantas saja mukanya masih muda” batinnya dengan sesekali menggelengkan kepalanya.
Ia tiba-tiba saja memegang dadanya. Ia juga masih mengingat bagaimana jantungnya berdegup kencang saat shi ma memeluknya dari belakang untuk mengajarkannya bagaimana memegang pistol dengan benar. Ini pertama kalinya, pertama kali ia rasakan jantungnya berdegup kencang, rasanya seperti saat kebohongan terungkap. Sungguh mendebarkan.
“ani,. Ani,., kenapa aku terus memikirkan nuna itu” ucapnya menyadarkan diri sambil menepuk pipinya bergiliran.
3 hari kemudian.
Sudah 1 minggu shi ma genap bekerja menjadi staf di blue house sekaligus bodyguard anak bungsu presiden, park chanyeol. Ia bisa di katakana hebat karna satupun kejahilan chanyeoldapat ia hadapai dengan baik. Dan anehnya chanyeol tidak banyak memerintah bodyguardnya kali ini, mungkin karna shi ma seumuran dengannya ataukah karna hal lain? Entahlah,.
“hai nunaa,., “ panggil sehun saat melihat shi ma berdiri di depan gerbang sekolah.
Shi ma hanya membalasnya dengan menundukkan kepalanya pelan,
“nuna, kau cantik sekali hari ini” goda sehun sambil memegang pelan dagu shi ma.
Shi ma hanya terdiam membisu layaknya patung,ingin rasanya ia menendang muka anak ingusan ini, namun apa daya ia tak mau namanya akan terpampang di banyak surat kabar karna menyelakai putra kedua mentri perhubungan.
Sehun hanya tersenyum melihat tingkah shi ma yang tak sedikitpun meresponya. Dengan sigap ia menggandeng lengan shima lalu berbicara tanpa henti.
“nuna nuna, antarkan aku ke kelas juga” pintanya manja.
“bisakah anda melepaskan saya?” shi ma masih meminta dengan sopan.
“anioo nunaa, aku juga ingin berjalan denganmu” pinta sehun lalu mengedip-ngedipkan matanya manja.
Shi ma langsung tersenyum melihat tingkah manja sehun. Awalnya ia berfikir bahwa sehun adalah lelaki yang sudah dewasa karna selalu merayunya, tapi ternyata tidak ia sama saja dengan chanyeol, hanya lelaki kaya  yang manja.
“nuna nuna kau tersenyum?” tebak sehun lalu berjinkrak-jingkrak.
“aigoo nunaa, aku bisa membuatmu tersenyum akhirnya” lanjutnya lalu tanpa sadar memeluk shi ma.
Shi ma mencoba melepaskan pelukan sehun namun nihil, walau sangat manja tetapi lelaki ini cukup kuat.
“YAA,., apa yang sedang kau lakukan” teriak chanyeol lalu dengan singgap mendorong sehun.
“aku,. Aku hanya”
“yaa, sehunie, kau kira dia boneka yang dengan seenaknya saja kau peluk.?” Cetus chanyeol dengan nada yang begitu tinggi, ia terlihat sangat marah.
“ani,. Wae,.?” Balas sehun heran.
“jangan dekati dia lagi, dia adalah bodyguardku, jika kau ingin. Kau tinggal meminta bodyguard pada ayahmu, jika kau mengulanginya aku tidak akan tinggal diam” ucap chanyeol dengan penuh amarah.
Bukan perasaan bersalah yang ada di benak sehun saat chanyeol membawa bodyguardnya pergi, namun perasaan bingung dan heranlah yang memenuhi kepalanya. Sehun begitu heran melihat chanyeol memarahinya hanya karna seorang bodyguard. Karna tak sedikit dari mantan bodyguard chanyeol yang sering sehun peluk, tapi chanyeol tak pernah marah sedikitpun padanya. Dan kali ini sehun merasa chanyeol sungguh berbeda.
Hari-haripun berlalu dengan cepatnya, tak terasa minggu ini adalah minggu ketiga shi ma bekerja. Ia terlihat biasa saja menjalankan pekerjaanya karna chanyeol juga tak pernah menjahilinya seperti bodyguard-bodyguardnya yang lain. Namun pernah suatu hari shi ma merasa jantungnya berdegup dengan kencang saat berada di sisi chanyeol, yeaah,. Saat itu adalah ketika chanyeol mengajaknya untuk menghadiri pesta, awalnya shi ma menolak karna chanyeol melarangnya menggunakn baju seragam blue house. Namun apa daya, chanyeol tetaplah chanyeol, lelaki manja yang tak mau mengalah.
At party,.
“nuna, kau diam di sini sebentar aku mau ke toilet” ucap chanyeol saat mereka berdua sudah ada di dalam ruangan pesta.
Entah apa yang terjadi namun chanyeol berlari pelan ke toilet sambil mengepak dadanya pelan. “aaah,. Kenapa kau berdetak bukan pada waktunya” batin chanyeol sambil sesekali menghela nafas dalam. Ya,.,, sepertinya chanyeol memang berusaha menghilangkan nervousnya untuk bebrapa saat.
“yeaah,.,kita lihat siapa ini?” goda seorang lelaki berjas merah saat shi ma berdiri di antara kerumunan. “siapakah namamu yeoja cantik?” rayu lelaki itu.
“aaah, sepertinya dia tidak menghiraukan kita” sambut temannya yang lain. “YAA,,. Kenapa kau diam saja sayang” lanjutnya sambil mengelus pelan lengan shi ma.
Tangan shi ma sudah berkeringat, ia sudah tak sabar ingin meninju lelaki yang ada di hadapannya, tapi setelah itu ia merasa ada seseorang yang menggenggam erat tangannya.
Shi ma menolehkan wajahnya ke samping di dapatinya park chanyeol sedang berdiri di sebelahnya.
“apa yang kalian lakukan?” Tanya chanyeol kepada kedua lelaki itu sambil tersenyum sinis.
“kami ingin berkenalan dengannya, ada yang salah” balas lelaki jas merah dengan nada menantang.
“hey,. Bagaimana jika seandainya kau melihat pacarmu di ganggu lelaki belang seperti kalian?”
“apa?? Lelaki hidung belang? Beraninya kau?” menyiapkan tinjunya.
“YAA,. YAA,. Benarkah dia pacarmu? Coba buktikan?” ucap lelaki ber jas hitam, sambil menenangkan temannya.
Dengan cepat chanyeol mencium bibir shi ma dengan halus, kedua tangannya melingkari pinggang shi ma lalu membawanya lebih dekat ke pelukannya.
Shi ma hanya terdiam membisu menerima perlakuan chanyeol, ingin rasanya ia memberontak namun entah apa yang dalam hatinya membuatnya tak bisa menyangkal, ia pun menutup matanya pelan.
Beberapa saat kemudian chanyeol melepaskan ciumannya, ia membuka matanya bersamaan dengan shi ma, si pandanginya shi ma dengan pandangan yang tak bisa di artikan, dengen segera ia melepas lingkaran tangannya di pinggang sih ma lalu menggenggam tangan shi ma kuat.
“puaskah kau sekarang?” ucap chanyeol kepada dua lelaki tersebut.
“YAAA,., apa kau mau mengejek kami?”
Sepertinya lelaki berjas merah  itu tak bisa menahan amarah, ia hendak melayangkan tinjunya pada chanyeol namun dengan sigap shi ma menyangklnya dan member perlawanan.
Shi ma melakukan aksi bela dirinya dan bebrapa kali melayangkan tendangan. Dan akhirnya kedua lelaki itu jatuh terbujur kaku.
Chanyeol memandang shi ma takjub, shi ma terlihat begitu keren di matanya. Melihat pandangan chanyeol shi ma langsung menundukkan sedikit kepalanya tanda penghormatan. Namun chanyol masih belum bisa mengedipkan matanya.
***************
“aiissh,. Apa yang sedang aku lakukan?” ucap shi ma sambil sesekali memukul kepalanya pelan.
Selalu terbayang di benaknya saat chanyeol menciumnya, ia bisa merasakan bagaimana jantungnya berdegup kencang saat itu. Bagaimana tidak, chanyeol adalah first kissnya.
“anioo, ini tidak boleh terjadi” gumamnya sambil mengelus dadanya.
“kejadian itu sudah seminggu yang lalu shi ma, kenapa kau masih saja mengingatnya” ucapnya pada diri sendiri.
Ia beberapa kali berguling ke kanan dan kekiri di atas kasurnya. Wajar saja shi ma seperti itu, meski sudah menjadi bodyguard namun umurnya masih sangat muda.
“ddrrttt,,. Ddrrrrttt”
Suara handphone nya bordering, pertanda satu sms telah masuk. Dan betapa terkejutnya ia saat memeriksa handphonenya, nama chanyeol muncul di screen handphonenya,.
“mwoo,., ??? bagaimana ini,., ?? haruskah aku pergi?” ucapnya sambil berjingkrak-jingkrak membaca pesan dari chanyeol,.,
To be continue,.
 
 
 
 
 
 
 
 

 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar