Assalamualaikum
warahmatullahi wabarokatuhu
Selamat
malam untuk teman-teman yang membaca tulisan saya ini di malam hari, selamat
siang untuk yang membacanya di siang hari dan selamat pagi untuk yang
membacanya di pagi hari. Sebenarnya ini hanya tulisan yang saya harapkan dapat
sedikit mengingatkan teman-teman semua yang terkadang lupa akan diri sendiri,
untuk teman-teman yang terkadang selalu merasa diri paling menyedihkan, untuk
teman-teman yang lupa akan apa yang seharusnya ia lakukan dan untuk teman-teman
yang lupa bersyukur kepada tuhan
Disini
saya hanya ingin berbagi tentang hal-hal
yang sering kali saya alami. Tapi sebelumnya saya ingin menanyakan satu hal
kepada teman-teman semuanya. Sudahkah kalian percaya pada diri kalian sendiri?
Jawabannya disimpan saja di dalam hati masing-masing. Teman-teman, kerap kali
ketika keluar dari ujian, teman-teman saya mengecek jawabannya, apakah salah
atau benar. Sebagian dari yang jawabannya salah pasti merasa sakit hati
terlebih jika jawaban yang salah adalah hal yang paling ia fahami sebelumnya.
Setelah itu raut wajah mereka perlahan berubah, mengkerut dan terlihat tidak
semangat lagi, bahkan ada yang berkata “aduh, gak focus nih buat belajar
selanjutnya”, fikiran mereka terganggu karna jawaban yang salah, dan uring-uringan
untuk belajar mata kuliah selanjutnya. mungkin saat itu teman-teman melupakan
sesuatu. Saya akan coba ingatkan, Tarik nafas kalian perlahan, lalu hembuskan.
Lihatlah apa yang terjadi, jika kalian baik-baik saja itu berarti “SALAH
MENJAWAB TIDAK MENYEBABKAN KEMATIAN” jadi, untuk apa terus-terusan bersedih dan
difikirkan ? lebih baik focus ke hal yang lain, karna semua kesalahan bisa
diperbaiki.
Kejadian
lainnya adalah, setelah nilai ujian di bagikan, beberapa dari mereka merasa
nilai yang di dapatkan tidak sesuai dengan kerja keras yang telah mereka
lakukeman, sehingga sebagian menjadi putus asa, dan tidak sedikit yang merasa
bahwa tuhan tidak adil. Teman-teman, masih ingatkah kalian pepatah yang berkata
“tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Sudah
sering terdengar bukan? Tapi apakah teman-teman mengerti maksud dari kalimat
itu? Mari kita logikakan bersama-sama.
Bayangkan
jika anda mempunyai group arisan, di arisan tersebut tersisa hanya satu nama
yang belum keluar,dan nama itu adalah nama anda. Karna sudah tau akan mendapat
uang banyak, anda sudah merencanakan barang-barang yang akan anada beli, dan
hal-hal yang akan anda gunakan dengan uang tersebut. Menyenangkan bukan?
Pastinya sangat menyenangkan. Tapi coba sekarang anda di hadapkan pada sesuatu
yang berkebalikan, saat hanya tinggal nama anda yang belum keluar ternyata saat
itu anda belum membayar sewa rumah atau kostan, tidak punya uang untuk membeli
nasi,banyak hutang yang belum terlunaskan, dan di saat itu anda mendapat uang
arisan. Bayangkann bagaimana bahagianya anda saat itu, bantuan datang saat anda
benar-benar membutuhkan. Lebih bahagia mana menurut anda? Anda di berikan
bantuan di saat anda tidak terlalu butuh atau di saat anda benar-benar butuh?
Pasti di saat anda benar-benar butuh bukan ?
Begitulah
tuhan kita kawan, tuhan tau kapan waktu
yang tepat untuk memberikan anda balasan atas usaha dan kerja keras yang anda
lakukan. Mungkin anda sudah bekerja keras belajar mati-matian, tapi tetap saja
nilai yang anda dapatkan tidak memuaskan, saat itu terjadi jangan salahkan
tuhan, jangan merasa hidup tak adil, karna tuhan tau anda akan lebih
membutuhkannya di masa depan, usaha anda akan di balas di masa depan. Pintar
akademik bukan berarti akan selalu menjadi terdepan, tapi siapa yang bisa tetap
bersyukur dengan apa yang telah di berikan padanya insyallah ia akan hidup
dengan sebaik-baiknya tanpa rasa kecewa, ia yang selalu berpositif thingking
dengan rencana tuhan tak akan cepat berputus asa, ingat kawan balasan juga
tidak selamanya harus instan, ada juga balasan yang di berikan dalam waktu yang
lama namun di bumbui dengan kebahagiaan yang berlimpah.
Jadi,
memang benar tak ada hasil yang menghianati usahanya, jangan sampai lengah
kawan, masa depan yang cerah menunggu kita di depan.
Ada satu
kasus lagi, dimana seorang teman menanyakan kepada saya “bagaimana ya agar saya
bisa percaya diri?” itu sebenarnya pertanyaan paling menyedihkan yang pernah di
tanyakan kepada saya. bagaimana tidak, dengan diri sendiri saja, pemilik tubuh
, jiwa dan raga tidak percaya, bagaiman orang lain bisa mempercayai anda?.
Teman-teman, percaya diri itu adalah sugesti yang paling berbahaya dalam hidup
yang kita jalani. Jika anda sudah tidak percaya pada diri anda, secara tidak
langsung anda mensugesti diri bahwa anda tidak akan bisa melakukan suatu
perkembangan. Lalu bagaimana cara mengubah sugesti? Itu gampang saja, percayai
diri anda terlebih dahulu, kita terlahir di dunia dalam keadaan yang sama
dengan mereka yang saat ini dipandang hebat dan di hormati, mereka juga
terlahir dalam keadaan tak tahu apa-apa, lantas apa yang membuat kita berbeda?
MOTIVASI DIRI, seberapa kuat kita percaya pada diri kita sendiri bahwa kita
mampu !
Ayolah
kawan, mulai sekarang sugesti diri kita sendiri bahwa kita bisa melakukan
hal-hal bagus dalam kehidupan, hal-hal yang bisa bermanfaat untuk orang lain,
dan hal-hal yang membuat orang tua kita berbangga mempunyai kita. Tunggu apa
lagi, selesaikan masalah anda, masalah terbesar yang anda alami saat ini adalah
tidak lain dengan DIRI ANDA SENDIRI.
Mungkin
sekian dari saya teman-teman, semoga semua ini bermanfaat bagi kita semua.
Sampai ketemu di lain kesempatan.
Salam
persaudaraan dari saya dan ingat jangan pernah sia-siakan masa muda anda untuk
berkarya.
Keep calm
and love your self !
Wassalamualaikum
warahmatullahi wabarokatuh
maak, aku mau baca kok lihat tulisan panjang2 gitu males sih :D hehe
BalasHapus